Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Siapa yang Bisa Mengatur Otak?

img
(Foto: thinkstock)
Pennsylvania, Segala koordinasi tubuh diatur oleh otak karena memang fungsinya sebagai pusat koordinasi, kecerdasan dan tempat menyimpan segala bentuk ingatan. Tapi untuk yang satu itu justru kebalik, otak yang malah diatur.

Siapa yang berani mengatur otak? Ternyata sel lemak yang mengatur otak. Sel-sel lemak akan mengirimkan pesan ke otak dan satu sama lainnya yang memiliki beberapa jenis peran. Jutaan pesan akan bolak balik dalam proses ini.

"Di masa lalu, orang mungkin berpikir bahwa jaringan lemak adalah suatu organ pasif. Tapi sekarang jelas terlihat bahwa sel lemak bisa membuat dan mengeluarkan hormon serta protein yang mungkin lebih banyak dibandingkan organ lain," ujar Rexford S Ahima, seorang endokrinologis di University of Pennsylvania, seperti dikutip dari The HuffingtonPost, Kamis (7/10/2010).

Tahun 1994, ilmuwan mengidentifikasi hormon yang diproduksi oleh sel lemak yaitu leptin. Didapatkan leptin bertugas memberitahu otak seberapa banyak lemak yang ada di dalam tubuh.

Dalam penelitian ini pula diungkapkan mengenai hubungan komunikasi langsung antara otak dan sel-sel lemak, yang menunjukkan bahwa sel lemak mempengaruhi atau mengatur otak.

Selain itu sel-sel lemak juga mengirimkan sinyal yang menyebabkan pembuluh darah mengerut, meningkatkan tekanan darah dan membuat bentuk dari bekuan darah. Hal inilah yang menjelaskan bagaimana obesitas dapat meningkatkan risiko jantung dan stroke.

Di dalam tubuh orang dewasa rata-rata mengandung sekitar 27 miliar sel-sel lemak, sementara pada tubuh seseorang yang mengalami kelebihan berat badan bisa mengandung sel-sel lemak hingga 300 miliar sel yang berarti bisa berisi 10 kali lipat dibanding tubuh normal.

Sel lemak juga melakukan beberapa fungsi penting seperti membuat tubuh terasa hangat, memberikan perlindungan, menyediakan simpanan atau cadangan energi, mengatur fungsi tubuh serta menghaluskan penampilan fisik seseorang.

http://www.detikhealth.com/read/2010/10/07/111044/1457902/766/siapa-yang-bisa-mengatur-otak?881104755
readmore »»  

Darah Manusia Ketika Berdoa , Sedih ,Takut, Dan Jatuh Cinta


Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa. EFT itu sendiri apa sih??? Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca disini. Oke, kita lanjutkan saja. Pakar EFT tersebut mengambil sampel darah seorang pasien (Rebecca) kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer. Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.

Sebelum melakukan EFT ( sel darah merah menggumpal disebabkan oleh Lectin yang didapat dari alergi ayam & alpukat )

Sesudah melakukan EFT ( sel darah merah menjadi normal kembali )

Kemudian Rebecca melakukan EFT lagi dan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT ( Dr. Felicy) mengambil sampel darahnya lagi.

Kondisi darah saat sedih ( sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata ). Lalu Rebecca menggunakan EFT untuk mengundang energi “cinta” untuk memasuki tubuh dan darahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.

Kondisi darah saat merasakan cinta : ( sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul )
Satu kenyataan menarik pada sampel darah saat “sedih” terjadi perubahan seperti pada sampel darah saat “merasakan cinta”. Jadi walaupun darah itu sudah meninggalkan tubuh Rebecca ia tetap masih berhubungan dengan pemiliknya.

Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat (ditunjukkan pada gambar dibawah dimana terlihat sel-sel darah saling berjatuhan). Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.


Kondisi darah saat merasa

Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan “sifat feminine Tuhan”. Dalam keyakinan agamanya ia sebut “divine mother”, sifat penyayang, penyantun dan pemelihara. Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi feminine itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan seperti ini “saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya”, begitu Rebecca tersebut menggambarkan pengalamannya.

Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain, cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.

Kondisi darah saat “berdo’a” (timbul substansi putih berkilauan dan darah bergerak pelan dan sangat teratur)


http://matematikacerdas.wordpress.com/2010/10/07/darah-manusia-ketika-berdoa-sedih-takut-dan-jatuh-cinta/

readmore »»  

Bokong Besar Pertanda Jantung Sehat

Memiliki bokong besar bukan sekadar menampilkan kesan seksi. Studi terbaru mengungkap, timbunan lemak di bagian bokong dan paha dapat meningkatkan harapan hidup pemiliknya.

Berdasar studi yang dilakukan sejumlah pakar kesehatan dari Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota, lemak yang terakumulasi di bokong dan pangkal kaki bagian atas justru mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Tidak seperti lemak di perut yang meningkatkan risiko tiga penyakit tersebut.

Tim peneliti yang dipimpin Dr Michael Jensen melibatkan 28 pria dan wanita sebagai partisipan. Selama delapan minggu, mereka memberi perlakuan dan pola makan yang sama terhadap seluruh partisipan. Mereka ingin melihat pertumbuhan lemak di tubuh para partisipan.

Mayoritas partisipan memiliki lemak sekitar 2,45 kg di bagian tubuh atas seperti perut dan dada. Sementara di bagian tubuh bawah seperti bokong, pinggul, dan paha sekitar 1,5 kg. Pengukuran ini dilakukan sebelum dan setelah 'masa karantina'.

Dalam penelitian terungkap, ada perbedaan sel-sel lemak yang melilit bagian tubuh atas dan bawah. Sel-sel lemak di bagian tubuh bawah mengandung agen anti-inflamasi alami yang dapat menghentikan penyumbatan arteri.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Jensen mengatakan, temuan ini menantangnya untuk mencari cara meningkatkan produksi lemak di bagian tubuh bagian bawah tanpa menambah timbunan lemak di bagian tubuh bagian atas. "Ini penting untuk membentuk perlindungan tubuh dan membantu mencegah penyakit."

Temuan yang dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences mungkin bisa menjelaskan manfaat memiliki tubuh berbentuk buah pir. (Vivanews)
readmore »»  

12 Teori adanya manusia di bumi

Kenapa manusia ada? Jawaban saya saat itu adalah karena Seleksi alam memaksa leluhur untuk beradaptasi atau mati.

Individu yang mengalami mutasi yang menguntungkan pada leluhur manusia berhasil selamat dan berkembang biak. Sesederhana itu.
Namun setelah cukup lama berpikir, ternyata keberadaan manusia di Bumi sekarang tidak semata karena evolusi. Bila ditarik garis ke belakang, ke masa lalu, maka ada serentetan peristiwa luar biasa yang menandai kehadiran kita di Bumi. Mari kita telusuri ke masa lalu, apa saja yang menyebabkan mengapa manusia ada.

Karena adanya Kekacauan

What? Tapi itu benar. Kita ada karena dunia ini kacau. Fenomena ini dijelaskan oleh teori Chaos yang terkenal dengan istilah Butterfly Effectnya. Pada dasarnya teori Chaos mengatakan, sedikit saja gangguan pada sebuah sistem chaos, maka akan terjadi perubahan perilaku yang drastis. Ambil contoh begini, bayangkan kalau hidung Cleopatra sedikit saja lebih pesek atau sepatu kuda raja Richard III kurang satu, kerajaan dapat runtuh, dan dunia akan sangat berbeda dari sekarang. Inilah efek kupu-kupu, sesuatu yang sepele, ternyata bisa berakibat besar. Para ilmuan mengamatinya pada sistem cuaca. Sedikit saja suhu di naikkan, atau kelembaban udara turun satu angka pada posisi desimal, maka cuaca menjadi berubah drastis. Analoginya seperti meletakkan satu demi satu bulu di atas jembatan. Suatu saat, entah itu kapan, kamu cukup meletakkan satu bulu, dan tiba-tiba jembatan menjadi runtuh karena bebannya terlampaui. Karenanya, kita ada sekarang, dipengaruhi oleh begitu banyak kekacauan di masa lalu, berbagai peristiwa kecil yang terlihat sepele namun berdampak luas bagi hidup kita.
Dari tak terhitung kekacauan yang terjadi di dalam sejarah, tentunya ada peristiwa yang sangat kacau dan peristiwa yang tidak terlalu kacau. Sebagai contoh, suhu di malam orang tua saya ML menentukan keberadaan saya. Jika sedikit saja lebih dingin, saya tidak akan ada. Tapi tetap ada manusia toh? Walaupun bukan saya, tapi ia tetap mirip orang tua saya, dan mungkin mirip saya. Dia tidak akan mirip dengan, katakanlah Zebra. Tentunya ada sebuah saat dimana kekacauan lebih berpotensi menghasilkan kita daripada kekacauan jenis lainnya. Jadi, mari kita tanyakan kembali, mengapa manusia ada?

Karena Ada Danau Toba

Anda mungkin sudah membaca tulisan kami tentang asal usul Danau Toba. Disana kita sudah jelaskan peran letusan Toba terhadap evolusi manusia. Danau Toba dulunya adalah supervolcano. Ia meletus sekitar 85 ribu tahun lalu dan mempengaruhi Asia dan Afrika. Saat itu leluhur manusia kita hidup kurang lebih stabil. Tapi dengan adanya letusan Toba, mereka dipaksa untuk beradaptasi, atau mati. Kita diambang kepunahan waktu itu. Seandainya para leluhur tidak mampu beradaptasi, kita tidak akan ada di sini.
Saat itu daerah subur merupakan harta karun bagi leluhur. Para leluhur berkompetisi dengan sesama mereka maupun dengan primata lainnya. Inovasi seperti alat batu dan alat tulang merupakan hal yang berharga. Alat membantu kita mendapatkan makanan jenis baru. Bayangkan sebuah kayu panjang yang dapat menjatuhkan mangga atau cangkul untuk menggali umbi-umbian.
Migrasi manusia keluar dari Afrika
Dengan banyaknya tekanan seleksi yang menggoyang evolusi kita, perlahan leluhur mulai berubah. Ucapan mereka, misalnya, dulu hanya sederhana, mungkin hanya ah ih uh. Lama kelamaan menjadi kompleks, dan membentuk bahasa kita. Dengan bahasa, gagasan-gagasan dapat lebih luas, cakrawala lebih lebar dan lebih sedikit kesalahpahaman. Mutasi pada gen pembentuk otak mengakibatkan beberapa leluhur mampu melakukan vokalisasi yang lebih kompleks. Keturunannya mampu berbicara dengan kosakata lebih banyak dan fleksibel dan meledakkan kendala komunikasi interpersonal. Bahasa telah muncul.
Tikus memiliki gen yang mempengaruhi ucapan dan bahasa manusia, sebuah petunjuk kalau leluhur kita telah memiliki gen ini semenjak zaman dinosaurus
Tapi saat ini manusia sudah ada. Karenanya, mengapa manusia ada belum terjawab. Terjadinya letusan Toba mungkin menjawab pertanyaan, mengapa manusia memiliki teknologi, mengapa kita tidak seperti manusia purba, tapi tidak banyak perbedaan antara manusia sekarang dengan 70 ribu tahun lalu. Kita masih satu spesies, sama-sama Homo sapiens. Jadi, mengapa manusia ada?
Suara ultra dipakai oleh ilmuan untuk mempelajari mekanisme bahasa click, bahasa tertua di dunia

Karena Pohon sedikit

Sebelum sekitar 20 juta tahun lalu, Afrika Timur dipenuhi hutan rimba tropis mirip Amazon. Leluhur kita berlompatan di pepohonan, menikmati lebatnya pepohonan. Kemudian Bumi bergerak, magma di bagian bawah Ethiopia Utara menggeser perlahan. Dalam 15 juta tahun kemudian, dua pegunungan raksasa terbentuk dari utara ke selatan, masing-masing dengan tinggi 2 kilometer dari utara ke selatan. Dari Timur, angin yang datang dari Samudera Hindia ditolak balik oleh pegunungan ini. Dari Barat, angin yang datang dari Samudera Atlantik dan Kongo di tolak balik, juga oleh pegunungan ini. Akibatnya, curah hujan menurun. Hutan rimba perlahan berubah menjadi padang rumput yang luas.
Evolusi manusia dari primata pemanjat pohon
Bagi leluhur kita, tinggal di pohon tidak lagi nyaman. Pohon sedikit dan populasi mereka bertambah. Berdesakan di pohon tidaklah baik. Kadang ada yang jatuh dan tewas. Ada banyak jalan sebenarnya, tapi kebetulan, sebuah mutasi memungkinkan leluhur untuk dapat berjalan, bukannya berayun di pepohonan. Kemampuan berjalan memberi banyak kemudahan. Dan tibalah saat itu, 6 juta tahun lalu, sebuah spesies primata belajar berdiri dan berjalan dengan dua kaki.
Lingkungan yang berubah cepat berarti evolusi primata ini tidak berhenti sampai disini. Sekitar 2.5 juta tahun lalu, evolusi mengambil dua jalan. Pertama menuju otak yang lebih besar agar dapat mencari cara lebih baik untuk beradaptasi, kedua dengan mengembangkan rahang yang lebih besar untuk memakan biji dan umbi yang keras. Strategi pertama memiliki kekuatan terbesar. Manusia dengan rahang besar punah, sementara manusia dengan otak besar, Homo habilis, bertahan. Dialah leluhur semua manusia di Bumi sekarang.
Saat ini jawaban kita pada pertanyaan: Mengapa manusia ada, adalah karena pepohonan sedikit. Leluhur kita hidup di pohon, tanpa pohon mereka harus beradaptasi, atau mati. Lalu mengapa leluhur yang hidup di pohon ini ada? Mengapa primata ada?

Karena dinosaurus punah

Meteor raksasa yang pernah kami bahas dalam dampak tumbukan meteor, yang kita simulasikan jatuh di Bandung dan menghabisi umat manusia, jatuh sekitar 100 juta tahun sekali. Tapi justru keberadaan kita mungkin disebabkan peristiwa yang sama, 65 juta tahun lalu.
Rajahmundry Quarry, sebuah situs di India memberi petunjuk peristiwa kepunahan massal dinosaurus
Saat itu, sebuah asteroid berdiameter 10 kilometer menghantam semenanjung Yucatan di Meksiko masa kini. Karbon dan gas kaya belerang dari lapisan batuan yang terhantam mencuat ke angkasa yang terbakar, langit menghitam, Bumi mendingin dan hujan asam mengguyur. Dalam beberapa bulan, seluruh spesies dinosaurus punah. Begitu juga beberapa spesies reptil di lautan dan udara, amonita, sebagian besar burung dan tanaman darat.
Separuh spesies mamalia ikut punah. Yang bertahan hidup adalah mereka yang paling kecil dan lincah, berlarian bersembunyi di balik batuan dan reruntuhan. Mereka pemakan bangkai dan justru senang melihat punahnya dinosaurus. Di satu sisi mereka tidak memiliki predator, di sisi lain, bangkai dinosaurus berserakan di mana-mana. Sebuah pesta besar bagi mamalia kecil. Dalam waktu singkat, mamalia berkembang biak, meluas di sekitar ekosistem air tawar.
Merekalah para pewaris bumi. Mamalia menggantikan kekuasaan dinosaurus di darat dan kemudian di laut. Kita belum menguasai udara. Burung lebih cepat ke sana, sementara kelelawar tidak terlalu mampu.
10 juta tahun setelah kepunahan dinosaurus, mamalia menjalari segala jenis niche di darat, dengan berbagai jenis adaptasinya, salah satunya di pepohonan, seperti leluhur kita. Tapi, kenapa dinosaurus, mamalia dan semua hewan yang disebutkan di atas ada?

Karena Pemanasan Global

800 juta tahun lalu, seluruh daratan di Bumi tersatukan dalam superbenua Rodinia. Super benua ini mulai retak, rusak di setiap pijakannya, akibat aktivitas magma. Dari retakan-retakan tersebut melepaskan gas yang mempengaruhi cuaca sehingga udara lebih dinamis dari sebelumnya. Samudera dipenuhi nutrisi, sama halnya dengan suburnya daerah sekitar gunung berapi sekarang. Populasi Cyanobacteria meledak. Karena cyanobacteria adalah bakteri fotosintesis, maka ini berarti terjadi ledakan oksigen di mana-mana. Sampah fotosintesis ini menjalari atmosfer Bumi. Ya, oksigen adalah sampah. Ia hasil buangan dari proses fotosintesis tumbuhan.
Fotosintesis membutuhkan karbon dioksida. Akibatnya, karbon dioksida disedot dari Bumi oleh para cyanobacteria. Bumi pun mengalami pendinginan global. Sebuah periode yang disebut ilmuan “snowball earth”. Mahluk-mahluk ber sel satu menggigil kedinginan dan mati, beberapa ber evolusi, memunculkan tipe sel baru yang lebih kompleks.
Mereka adalah ganggang hijau dan lumut kerak. Perlahan mereka berusaha hidup di daratan. Keseimbangan tercapai saat banyak cyanobacteria sendiri mati. Karbon dioksida kembali bertambah. Mulailah pemanasan global.
635 juta tahun lalu, pemanasan global membuat Bumi yang tertutup salju mulai mencair. Es menarik diri dari khatulistiwa menuju ke kutub. Daratan terbuka dan para lumut kerak bergembira. Mereka menancapkan akarnya (hifa) di bebatuan. Pelapukan biologi, kimia dan fisika terjadi di daratan dan mengubah batuan menjadi tanah. Sisa pelapukan terbasuh dari daratan ke lautan, dan lautan ikut merasakan kegembiraan atas limpahan nutrisi.
Lumut kerak terus memangsa batuan dan aliran nutrisi ke lautan terus menjejalkan kenikmatan pada para bakteri fotosintesis. Oksigen pun melonjak kembali hingga pada persentase sekarang.
580 juta tahun lalu, leluhur hewan pertama muncul, lalu leluhur tanaman berdaun. Mereka pada gilirannya kelak akan memiliki keturunan yang dapat berdiri di tepi pantai, menghirup segarnya udara yang dibawakan angin laut.
Pantai British Columbia memberi petunjuk kalau sebagian besar organisme lenyap dalam kepunahan global sekitar 252 juta tahun lalu
Sekarang pertanyaannya adalah, mengapa ada ganggang hijau dan lumut kerak?

Karena ada Benturan dua mikroba

Kehidupan di bumi didominasi dua jenis sel: prokariota (bakteri dan arkea) yang hanyalah sebuah tas kimiawi, dan eukariota, sel dengan berbagai perlengkapan tempur untuk hidup lebih baik (selaput internal, sistem rangka dan transportasi). Bakteri terbesar di dunia hanyalah kurang dari satu milimeter, tapi sel eukariota terbesar (telur) bisa mencapai hampir satu meter. Para bakteri hanya mampu paling bisa membuat untai sel-sel sejenis dirinya, tapi sel eukariota mampu bekerja sama membuat segalanya mulai dari otak, daun, tulang dan kayu.
2 miliar tahun lalu, yang ada hanyalah bakteri dan arkea. Keduanya adalah prokariota. Lalu kejadian aneh terjadi. Seekor arkea yang sedikit berbeda dari leluhurnya berbenturan dengan seekor bakteri. Proses kimia membuat mereka berikatan dan tidak dapat lepas. Merekapun bersimbiosis, dan jadilah eukariota pertama. Sang Bakteri itu sendiri bertugas sebagai pembangkit energi sel. Ia ber evolusi menjadi mitokondria.
Istilah simbiosis di dalam sel tersebut adalah endosimbiosis. Kloroplas misalnya, dulu adalah bakteri fotosintesis yang hidup bebas. Ia ikut serta dalam parade sel jenis baru. Satu demi satu kelompok kerjasama ini terbentuk dan hidup bersama bentuk-bentuk sel tunggal di lautan. Bedanya, sel eukariota mampu bekerja sama dengan sel eukariota lain, membentuk apa yang kita sebut mahluk multiseluler.
Lalu, kenapa ada bakteri dan arkea?

Karena Bumi disiram dengan bom

Misi ke bulan memberikan kejutan bagi kita. Kawah-kawah raksasa di sana ternyata usianya sama. Usia mereka 3.9 miliar tahun. Apa artinya ini? Ini berarti 3.9 miliar tahun lalu terjadi sebuah pengeboman besar-besaran di Bulan. Sangat jelas kalau ini juga berarti hal yang sama terjadi di Bumi. Bumi lebih besar, hanya saja kawahnya habis terkikis proses dinamika planet ini.
Planet Gliese 581 e dengan massa sekitar 1.9 kali bumi, planet paling mendekati Bumi dalam massa yang sudah ditemukan, berjarak 20.5 tahun cahaya
Tidak jelas mengapa terjadi peristiwa pengeboman saat itu. Ada yang menduga kalau terjadi resonansi gravitasi di empat planet raksasa: Yupiter, saturnus, uranus dan Neptunus. Posisi orbit mereka sedemikian rupa sehingga keseimbangan diantaranya terganggu sebentar. Akibatnya, asteroid-asteroid tak berdaya di sekitarnya terlontar ke tata surya dalam, termasuk Bumi.
Dengan berbagai metode, seperti metode SDI disini, para ilmuan menemukan banyak tata surya baru di taburan bintang
Sangat mungkin kalau diantara bom-bom raksasa penghajar Bumi itu salah satunya atau beberapa adalah komet. Mereka terbentuk jauh lebih dalam di pinggiran tata surya dan karenanya membawa air beku di dalam perutnya. Air tersebut terbongkar saat mereka menghantam Bumi dan menjadi air pertama di Bumi.
Saat pengeboman berakhir, wajah Bumi benar-benar kacau. Berantakan dengan berbagai kawah berisi lahar di mana-mana. Seiring waktu, orbit stabil dan Bumi mendingin. Di dalam kawah-kawah saksi bisu tumbukan kejam itu, mulailah air dari komet mencair dan menjadi oasis-oasis tempat lahirnya kehidupan pertama di planet Bumi.
Bila sebelum pengeboman terjadi ternyata sudah ada kehidupan di Bumi, maka pengeboman tersebut mungkin menyapu kehidupan, menyisakan bakteri-bakteri yang paling tahan terhadap panas. Kita melihat bukti ini dari bulan. Lalu kenapa bulan ada?

Karena Bumi ditampar

4.5 miliar tahun lalu, bumi hanyalah bayi planet yang rentan. Sementara di mana-mana berterbangan bebatuan raksasa yang tidak jelas arahnya. Satu di antaranya menampar bumi. Sang penampar berukuran lebih kecil. Saat ia menghantam Bumi, sebagian dirinya tertanam di planet ini, sebagian lagi terlontar balik ke luar angkasa. Inilah bulan, yang engkau lihat di langit malam.
Tata surya kita di masa mudanya
Pasangan Bumi-Bulan tidak ada bandingnya di Tata Surya. Planet lain punya satelit yang jauh lebih kecil darinya. Tidak heran Yupiter sang raksasa punya puluhan satelit. Mereka umumnya berasal dari batu-batu kecil yang terjebak di titik gravitasi dan menumpuk, atau berasal dari batuan yang lewat terlalu dekat dengan planet hingga tertarik dan tak dapat lepas.
Teknologi kita sudah sangat maju sehingga bisa tahu peristiwa miliaran tahun lalu
Keberadaan Bulan mencegah perubahan liar dalam pola pemanasan Matahari di permukaan Bumi. Akibatnya Bumi tidak mengalami ayunan iklim yang ganas. Bumi juga tidak mengalami perubahan suhu yang drastis dimana Bumi membeku sepenuhnya. Kondisi yang ideal untuk berkembangnya kehidupan.
Selanjutnya, kenapa ada Bumi, Bulan dan Matahari, dan planet-planet di Tata Surya?

Karena ada Bintang yang Meledak

Alam semesta dipenuhi hidrogen, helium dan debu di mana-mana. 4.6 miliar tahun lalu, Salah satu pojok yang padat dengan adukan ini mendapatkan limpahan energi. Petunjuknya datang dari meteorit. Berbeda dengan batuan asli planet Bumi, meteorit nyaris tidak berubah semenjak ia diremas saat Tata Surya terbentuk. Meteorit tua ditemukan mengandung banyak besi-60, sebuah isotop radioaktif berat. Hanya ada sedikit sekali fenomena yang bisa menyebabkan isotop ini terbentuk di antariksa. Yang paling mungkin adalah supernova. Ledakan bintang raksasa. Ia ibarat goresan korek api untuk menyalakan sumbu bom evolusi di Tata Surya. Awan gas yang merupakan adukan hidrogen, helium dan debu kita terusik dan terkompres. Teori lain mengatakan kalau tidak lah perlu supernova. Bukti menunjukkan sambaran angin bintang raksasa yang cukup dekat dengan awan gas ini dapat memicu pembentukan Tata Surya. Bintang tersebut sendiri mungkin sudah berjalan dalam orbitnya entah kemana, menyisakan tungku bintang menyala di tengah awan gas yang baru di ganggunya. Dan terbentuklah matahari, bersama planet-planetnya.
Lalu mengapa bahan seperti hidrogen, helium dan debu itu ada? Dengan kata lain, mengapa materi ada?

Karena Tidak Segalanya diciptakan Berpasangan

Bila segalanya berpasangan, maka tidak akan ada materi. Idealnya setiap partikel yang tercipta dalam Big Bang memiliki anti partikel. Saat keduanya bertemu, terjadi penghancuran satu sama lain, dan dua foton energi tinggi saja yang tersisa. Alam semesta seharusnya berisi lautan cahaya. Itu saja.
Memang ada sedikit kecenderungan ke arah satu sisi saat penghancuran diri partikel vs anti partikel. Tapi hal ini sangat tidak cukup menjelaskan kelimpahan materi di alam semesta sekarang. Entah mengapa tidak semua partikel memiliki anti partikel saat Big Bang, 13.75 miliar tahun lalu. Menurut para ahli fisika teoritis, tampaknya alam semesta kita kebetulan memiliki variabel yang sedikit memungkinkan materi. Ia cukup untuk membuat materi ada tapi tidak cukup untuk membuat seluruhnya materi (tanpa cahaya). Dalam tak terhingga alam semesta, ada yang seluruhnya lubang hitam, ada yang seluruhnya cahaya, ada sedikit yang mengandung materi dan cahaya. Salah satunya alam semesta kita.
Jadi, mengapa alam semesta seluas ini?

Karena Alam Semesta Berinflasi

Cukup 0.000 000 000 000 001 detik mundur dari saat anihilasi materi – anti materi kita sebelumnya. Bila model semesta inflasi benar, maka saat ini alam semesta diselubungi medan inflasi yang mengendalikan ekspansi eksponensial alam semesta hanya dalam periode 10-32 detik. Ia merentangkan alam semesta kita menjadi datar dan seragam.
Pengembangan mendadak ini dipengaruhi efek kuantum. Gejolak kuantum membuat satu daerah sedikit lebih padat dari daerah lainnya. Hasilnya adalah bolongan-bolongan di alam semesta kita, yang disebut void. Seratus juta tahun cahaya ke segala arah kita, ada daerah kosong yang begitu besar, gelap, tanpa galaksi, tanpa bintang. Bila variasi ini sedikit saja lebih kecil, maka kita tidak akan ada.
Semua variasi ini tampaknya acak dan sebagian besar fisikawan percaya kalau fluktuasi kuantum sama sekali tidak memiliki sebab. Ia adalah sifat dasar alam semesta.
Pada akhirnya adalah pertanyaan mengapa alam semesta ada?

Tidak ada satu orang pun yang Tahu

Ya. Ini tampaknya jawaban yang tidak diinginkan. Kita memang ingin tahu. Tapi sains tidak dapat menjawabnya. Sains cukup berbesar hati, dengan segala metode dan teknologi paling maju dan otak paling brilian di alam semesta, kita belum tahu mengapa alam semesta ada. Yang kita punya hanyalah setumpuk karya ilmiah fisika teoritis tanpa bukti eksperimental sama sekali. Memang kita berusaha, para ilmuan sibuk menguji model standar di LHC dan laboratorium-laboratorium. Mereka juga menatap ke antariksa dengan berbagai teleskop super tajam.
Beberapa dari kita tampak gatal untuk menjawab tanpa pengetahuan. Seorang teman mengatakan, karena Tuhan ada. ia menciptakan alam semesta. Hal ini saya katakan kurang pengetahuan karena well, memang tidak memerlukan pengetahuan untuk mengatakan hal tersebut. Ambil contoh petir. Jaman dahulu orang tidak tahu tentang petir, maka mereka mengatakan Tuhan sedang marah. Sekarang kita tahu kalau petir adalah peristiwa alam biasa.
Begitu pula fenomena Big Bang. Apa yang kita tahu adalah alam semesta mengembang ke segala arah. Karenanya bila dimundurkan ke masa lalu, ia akan berukuran sangat kecil. Sedemikian kecil hingga satu titik dimana hukum fisika yang kita ketahui runtuh. Suatu yang disebut skala Planck yang terdiri dari panjang minimum dan waktu minimum (panjang Planck dan waktu Planck)
Bagaimana alam semesta pada panjang lebih kecil dari panjang Planck? Bagaimana alam semesta sebelum waktu Planck? Inilah dimana pengetahuan kita kurang. Kita belum cukup pandai. Yang dibutuhkan adalah pengetahuan yang lebih banyak, bukannya menjawab tanpa pengetahuan.
Para ilmuan paling brilian berdebat tentang apa yang ada dalam skala Planck. Ada yang bilang kalau ruang, waktu, dan hukum fisika berada dalam singularitas dimana segalanya muncul dari ketiadaan. Ada juga yang bilang kalau alam semesta kembali mengembang dalam siklus kembang – kempis tiada akhir (osilasi).
Jika seandainya Tuhan menciptakan alam semesta, lalu siapa menciptakan Tuhan? Sejauh yang kita tahu, alam semesta bukan hanya ada satu. Ada tak terhingga alam semesta. Apakah Tuhan juga menciptakan tak terhingga banyaknya alam semesta tersebut? Ataukah Ia ada di salah satu alam semesta? Apakah ia mengikuti hukum fisika ataukah ia membuat hukum fisika? Lalu dengan hukum apa ia membuatnya? Dst dst
Seperti yang anda lihat. Solusi Tuhan adalah sebuah jalan buntu. Tidak ada lagi kegembiraan akan penemuan baru, dan tidak ada lagi semangat petualangan ilmiah. Ketiadaan ilmu, itulah yang dicerminkan dari solusi Tuhan.
Mungkin benar apa yang dikatakan Stephen Hawking, alam semesta ada karena adanya hukum dasar fisika seperti gravitasi. Setiap saat tercipta alam semesta dengan segala variasi yang mungkin ada, saling bertumpuk satu di dalam yang lain. Sekarang dengan semangat inkuiri kita, kita bisa berjuang mencari alam semesta lain tersebut, dan bahkan mungkin membuat alam semesta kita sendiri di lab.
Profesor Filsafat Mark Tegmark berpendapat kalau jumlah alam semesta bukan hanya tak terhingga, tapi meliputi semua ruang matematik yang mungkin dalam keabadian tiada awal dan tiada akhir
Apakah sekarang anda masih bertanya dari mana hukum tersebut ada? Pelajarilah hukumnya sebelum bertanya ia datang dari mana. Ia adalah batas tertinggi logika kita, dan sekarang kita sedang mendakinya. Mungkin anda akan menyadari kalau hukum demikian tidak mungkin diciptakan. Sama tidak mungkinnnya dengan memasukkan gajah afrika kedalam telur ayam.
[faktailmiah]

http://gegares.blogspot.com/2010/10/12-sebab-adanya-manusia-dibumi.html
readmore »»  

10 futuristic three-wheeled vehicles geared for a green ride

Quite obviously quietness and “green” are two objectives that seem to be driving the scene at the moment. We often see electric vehicles and concepts powered by renewable energy being displayed at various shows. Moreover, the rise in the cost of fuel has made makers think about possibilities that are fuel efficient as well. When reducing fuel or energy consumption is the need, the best possible solution is to let go of one wheel and make the vehicle run on three wheels. This approach helps aid in better mileage and doesn’t make the user sacrifice on performance and safety. Here are some of the coolest vehicles that run on three wheels for better streets of tomorrow:

Peugeot +

The Peugeot+ is supposed to be a fusion of a scooter and car. Designed to run on a smaller electric motor, it aims to leave less or rather no carbon prints behind. From what I can gather from the images, it is a two-seater just like a scooter but with two front wheels for extra stability.

eVARO
Designed by Future Vehicles Technology, the eVARO hybrid three-wheeled car is designed to compete in the Progressive Automotive X-Prize that is to be held in May 2010. The vehicle can reach 60mph in just five seconds and according to the developers, it has the to go 275 miles on a single gallon of fuel. With an all-electric range of 90 miles, the eVARO produces no emissions for 90% of its time on the road and can radically change the automotive industry of today.

VentureOne
Designed by Los Angeles-based automobile company Venture Vehicles, this vroom-ing Y shaped 3-wheeler will come in two versions, one a basic HEV, and a high-performance PHEV which will have a wide range of accessories. With a fuel economy of 100 mpg and a top speed of over 100 mph (160 km/h), this vehicle is unquestionably groundbreaking!

XR3

The XR3 is a DIY vehicle. This beauty will give you 225 miles per gallon. With the firm offering $200 worth of plans, the whole activity could be a little challenging yet a lot of .

The

The by Chung is one such trike that can take you to the future on zero-emission electric engines. The concept vehicle can displace its rear and alter it in different fashion to suit the traffic and to add additional components like an additional high capacity battery or an additional seat, which gives it both practicality and performance. The trike occupies about half the space as a conventional four-wheeler.

Solar-Powered ATV

Designed by Gadi Dudler, this solar-powered trike has all the essentials needed to work in the harshest of terrains. The vehicle design is inspired by nature and carries solar panels on the top of the cabin and the spoiler that generate the necessary power to run an electric engine mounted on the front wheel. The rear wheels are mostly used for turning, but they too are equipped with an electric engine that provides the necessary power the vehicle needs on harsh terrains.

E. Rex

Designed by Silicon Valley startup OptaMotive, the E. Rex has a top speed of 144mph and offers a range of about 100 miles. With an ability to go 0-60mph in less than 5 seconds, the vehicle sports a water-cooled permanent magnet that produces 45KW continuous and 125KW power. The battery pack that fuels the vehicle consists of 96 lithium-iron phosphate cells that have a claimed recharge time of 2.5 hours at 220V and 20amps.

Sampdesign Neo

The brainchild of Brazilian designer Maurício Sampaio, the “Sampdesign Neo” is an electric vehicle for urban use that offers a safe and sustainable ride on cramped city roads. Powered by three engines embedded in each wheel, the three-wheeler features an exterior surround by LED lighting, which makes it extremely safe during night rides. The zero-emission vehicle comes equipped with buffers that generate energy, smart rubber that totally isolates the cabin from the outer world and an air conditioner, which allows occupants to choose the internal temperature.

Peugeot Q

The Peugeot Q by Jaun Trillo is a three-wheeled vehicle providing space for two passengers. With a free spherical rear wheel, the car can literally spin 360 degrees, which ease parking and driving in congested city lanes. The two wheels on the front are incorporated with a lithium-ion engine, which gives the car the ability to change direction based on the transmitted velocity.

SV1

The SV1 actually looks like something out of the comic books (easy to understand since it is but a concept) with its shiny body and three wheels. The vehicle is meant to seat two and is driven by a sole rear vehicle, while steering is delegated to the two front wheels.

http://indonesia-hits.com/2010/10/04/10-futuristic-three-wheeled-vehicles-geared-for-a-green-ride/
readmore »»  

Penjelasan ilmiah tentang "Cinta pada pandangan Pertama"

The science behind love at first sight
From the moment she set eyes on him, she adored him. Wanting only to be near him, to lavish her affection on him, she followed everywhere he went. The sound of his voice made her bark.

Bark? Novelist and animal behaviorist Elizabeth Marshall Thomas was describing her pug dog, Violet, who was in love with her other pug, Bingo.

Animals love. Animal literature is full of descriptions of love at first sight, actually. When Tia, a female elephant living in the Amboseli National Park in Kenya, came into heat (or estrus), she was followed by a coterie of young males. Tia would not cooperate. But the moment Bad Bull swaggered into view, head high, chin tucked in, ears intensely waving, trunk aloft, and doing his courtship strut, Tia changed her elephant mind. Holding her ears high in a pose meant to draw his attention, she stared at him with the prolonged “courting gaze,” then turned and began to move slowly away, glancing repeatedly to see if this mature male was following. Tia and Bad Bull remained inseparable for the duration of her estrus.

Instant attraction across the animal kingdom
Scientists and naturalists have recorded this instant attraction phenomenon in hundreds of species. Throatpatch and Priscilla, two orangutans; Alexander and Thalia, two baboons; Skipper and Laurel, two beavers; Misha and Maria, two Huskies; Satan and Miff, two chimps: these and many other creatures have taken an instant liking to one another. As Charles Darwin wrote of two ducks, “it was evidently a case of love at fist sight, for she swam about the newcomer caressingly… with overtures of affection.”

How we came to fall in love fast
You and I have inherited the brain circuitry for this instant attraction, what has become known as “love at first sight.” This spontaneous passion comes from our primordial past when, like other mammals, our female forebears had a monthly period of heat. Like all mammals that have only a few hours, days or weeks to procreate, these ancestors had to become attracted quickly. They couldn’t spend two months or two years discussing their suitor’s career and family plans. They had to meet and produce offspring fast.

Today, first meetings are still crucial. With little or no knowledge of this stranger, we tend to weigh heavily those few traits we first encounter. Based on these morsels of information, we almost instantly form a strong opinion of him or her, generally within the first three minutes. Thomas Jefferson fell in love with Maria Cosway in an afternoon, probably within minutes of meeting.

Who falls faster: the male or the female?
Indeed, men tend to fall in love faster than women do, probably because their brain circuitry for romantic love is more quickly triggered by visual cues. But any of us can walk into a crowded room, talk for only minutes with a someone new, and either feel that “chemistry” — or “know” there could be chemistry down the road.

But is this attraction love or lust? Actually, these feelings involve very different brain networks. You can have physical intimacy with someone you are not “in love” with, and you can be passionately in love with someone you have never kissed. But these brain circuits can trigger one another, leaving you wondering for a moment if your attraction is purely physical.

Can immediate attraction last?
You will know if your passion is love or lust with your answer to just one simple question: “What percentage of the day and night do you think about him or her?” Romantic love is an obsession. It can happen in a moment, but when it strikes, you can’t get your new beloved off your mind. And this instant passion can last — sometimes for many years.

“The loving are the daring,” wrote poet Bayard Taylor. We are all daring; we can’t help ourselves. Millions of years ago humanity evolved three powerful brain systems for courtship and reproduction: the libido, romantic attraction, and feelings of deep attachment. The libido evolved to drive us to reproduce with a range of partners, but romantic love evolved to enable us to focus our energy on just one, The One. This passion is intricately orchestrated, at least in part, by the activity of a powerful chemical, dopamine. And this potent brain circuit lies dormant in each of us, sleeping like a cat with one eye open, waiting for the right moment to erupt.

Indeed, feelings of intense romantic passion can awaken the first moment you see someone who fits within your mental concept of the perfect partner — love at first sight.

Helen Fisher, Ph.D., is research professor, Department of Anthropology at Columbia University; author of Why We Love; and is chief scientific advisor to www.chemistry.com.
readmore »»  

Cara mengurangi buang angin (kentut) dan mengurangi bau jika kentut dengan cara alami

Menurut dr Pandji Mulyono SpPD KEMD, Ada beberapa cara agar tak terlalu sering buang angin atau untuk mengurangi buang angin (kentut). Di antaranya :

1. memperbaiki cara mengunyah makanan. Tindakan tersebut bermanfaat agar pencernaan di usus halus berjalan optimal. Jadi, sisa kotoran yang berada di usus besar betul-betul hanya ampas.

2. Selain itu, cukupi kebutuhan serat agar buang air besar lancar

Dan untuk mengurangi bau ketika kita kentut kurangi makanan yang dikonsumsi berbau tajam. Misalnya, petai, makanan yang mengandung protein, dan lemak tinggi, kata dr Pandji Mulyono , juga jangan menahan kentut jika terasa ingin kentut atau buang angin karena itu juga bisa menyebabkan kentut kita berbau .

bukan itu saja menahan kentut bisa berakibat susah buang air besar sebab kata dr. pandji Flatus yang tertahan -tak keluar- mengakibatkan tekanan parsial di rongga usus lebih tinggi dari dalam darah. Dengan begitu, terjadilah pelebaran usus yang abnormal. ''Lama-kelamaan kondisi tersebut menjadikan seseorang sulit buang air besar.

http://www.dinohp.info/2010/09/cara-mengurangi-buang-angin-kentut-dan.html
readmore »»  

8 Tanda Kiamat Versi Ilmuwan

Berbagai kejadian alam bisa dijadikan tanda-tanda kiamat semakin dekat. Para ilmuwan mengidentifikasi potensi semakin dekatnya hari akhir kehidupan itu.

Berikut adalah delapan potensi kehancuran bagi kehidupan manusia di bumi versi para ilmuwan dan penulis fiksi ilmiah.

1. Ledakan sinar gamma

Sinar gamma atau radiasi lain dapat menyebabkan kerusakan pada satelit yang mengorbit planet. Chris DePree, Profesor di Agnes Scott College dan Direktur Observatorium Bradley mengatakan ledakan sinar gamma bisa terjadi ketika supernova meledak.

Dia memperkirakan, ledakan itu terjadi setiap 30 tahun cahaya dan akan menerbangkan sebagian dari atmosfer bumi, membuat kebakaran global, dan membunuh mayoritas spesies hidup di planet bumi dalam tempo beberapa bulan. "Bahkan bisa mematikan juga untuk makhluk yang hidup ratusan meter di bawah air," katanya.

2. Menyebarnya virus mematikan

Dalam buku Directive 51, penulisnya John Barnes menjelaskan bagaimana "virus pikiran" bisa menghancurkan dunia. Virus itu, menurut Barnes, bisa muncul dan menyebar melalui internet. "Dalam beberapa tahun terakhir internet memungkinkan segala sesuatu menyebar dan berkembang dengan cepat," katanya.

Seorang aeronautika dan profesor astronautika di Universitas Purdue, Barrett Caldwell menyamakan virus internet ini dengan "penyakit psikogenik massal". "Virus" tersebut mampu menginfeksi siapa saja, tua-muda, sampai mereka yang terisolasi," katanya.

3. Pembalikan kutub

Setiap beberapa ratus ribu tahun, magnet bumi yang terdapat di wilayah kutub berbalik. Seth Shostak, seorang astronom senior di Institut SETI mengatakan pembalikan magnet pada kutub bumi bisa terjadi karena pengaruh partikel atom dari ruang angkasa.

4. Alam semesta terus berkembang dan meluas

Karena bumi mengembang lebih cepat dan luas, bintang-bintang akan bergerak lebih jauh satu sama lain. Pada saat itu, tidak ada proton atau elektron yang berada di alam semesta, sehingga tidak ada interaksi melalui gaya kuat-lemah atau tidak ada gelombang elektromagnetik. Singkatnya, semua materi akan terbang dan terpisah.

5. Percobaan ilmiah yang kebablasan

Ilmuwan McQuade pernah mengkritisi percobaan modern yang dilakukan di Large Hadron Collider di Swiss. Di tempat itu, para peneliti mencari tanda-tanda big-bang atau kiamat. "Mereka melakukan uji coba dengan membebaskan energi dan berisiko menghasilkan ledakan besar," katanya.

6. Letusan gunung berapi

Sekitar 73 ribu tahun lalu sebuah gunung super besar di kawasan Asia Tenggara meletus sampai menjadikan wilayah India seperti lautan abu. Ketika itu, musim dingin vulkaning berlangsung selama dua dekade dan menyapu 75 persen umat manusia di dunia.

Saat ini masih ada enam buah gunung yang diperkirakan bakal membuat "letusan" super. Lima terletak di Amerika Serikat, diantaranya di Wyoming, Long Valley, California, dan Valles Caldera, NM dan satu di bawah Taman Nasional Yellowstone.

7. Komputer mengambil alih seluruh aktivitas manusia

Teknologi komputer semakin maju dan semakin lama bukan mustahil mesin-mesinlah yang akan mengambil alih seluruh aktivitas manusia, seperti yang terjadi dalam film Terminator.

8. Wabah flu dan batuk

Flu dan batuk ditengarai menjadi penyakit menular yang paling cepat persebarannya.

Sumber - Tempointeraktif

readmore »»  

LIPI Umumkan 2 Spesies Anggrek Baru

foto
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengumumkan dua spesies anggrek baru yang muncul di belantara Kalimantan. Dua anggrek baru ini dinamakan Dendrobium flos-wanua D Metusala, P O’Byrne & JJ Wood dan Dendrobium dianae D Metusala, P O’Byrne & JJ Wood.

Anggrek ini termasuk didalam marga Dendrobium seksi Calcarifera yang pusat spesiasinya diduga ada di bagian barat Indonesia, yaitu pulau Sumatera.

Kedua spesies ini dideskripsikan secara ilmiah oleh Destario Metusala (Kebun Raya Purwodadi-LIPI) bersama kedua rekannya Peter O’Byrne (praktisi anggrek di Singapura) dan J.J.Wood (Peneliti dari Herbarium Kew Botanical

Meski diduga berpusat di Sumatera, menurut peneliti LIPI Destario Metusala dalam siaran pers yang diterima VIVAnews , Senin 27 September 2010, penelitian yang dilakukan secara simultan oleh peneliti dari Herbarium Kew Botanical Garden-Inggris yang mengobservasi kawasan Sarawak dan peneliti dari Kebun Raya LIPI yang melakukan observasi di Kalimantan, menunjukkan bahwa pulau Borneo merupakan salah satu pusat spesiasi yang utama dari Dendrobium seksi Calcarifera ini mengingat setiap tahun selalu ditemukan spesies-spesies baru dengan tingkat endemisitas yang tinggi pada anggrek seksi ini.

Kedua spesies baru ini telah dipublikasikan di jurnal internasional Malesian Orchid Journal pada akhir bulan September 2010 setelah melalui proses penelitian selama kurang lebih 2 tahun lamanya. Publikasi ini akan menjadi acuan penting bagi para peneliti maupun masyarakat di dunia internasional terhadap perkembangan ilmu biologi dan taksonomi pada suku anggrek-anggrekan (Orchidaceae) di kawasan Malesiana. Kedua anggrek spesies baru ini diperkirakan memiliki area distribusi yang terbatas hanya di kawasan Kalimantan. Oleh karena itu jenis ini tergolong sebagai spesies endemik yang memerlukan perhatian khusus untuk konservasinya.

Ciri Khas 2 Anggrek

Anggrek spesies baru yang pertama adalah Dendrobium flos-wanua. Anggrek ini memiliki bunga dengan lebar 2.1-2.2 cm, berwarna hijau kekuningan mengkilat, sepal-petalnya membuka lebar, dengan bagian cuping tengah bibir bunga yang cukup lebar , berbentuk hampir segi empat dan berbelah dangkal di bagian ujungnya. Dalam satu perbungaan dapat membawa 2 sampai 8 kuntum bunga yang mekar hampir bersamaan. Selain bibir bunganya yang lebar, ciri khas unik anggrek ini adalah pada tonjolan kalus berbentuk “U” yang melintang pada bibir bunganya. Nama flos-wanua berarti “bunga Wanua” yang diambil dari nama Vincent Wanua, seorang hobiis anggrek di Malang yang telah membantu dalam penelitian ini.

Jenis anggrek yang kedua adalah Dendrobium dianae yang memiliki kedekatan morfologi dengan anggrek Dendrobium muluense dari Sarawak, bedanya kalau pada bibir D dianae memiliki dua buah kalus sejajar yang memanjang dan membujur dipermukaan cuping tengah bibir bunganya. Anggrek ini memiliki bunga dengan lebar 1.6-1.8 cm, berwarna mulai dari hijau muda polos hingga kuning tua mengkilat dengan pola strip kemerahan pada sepal dan petalnya. Perbungaannya menggantung dan menggerombol antara 4-12 kuntum bunga, sehingga rangkaian bunganya nampak sangat padat. Keunikan lainnya yaitu, variasi warna Dendrobium dianae yang sangat beragam. Padahal selama ini variasi warna tidak terlalu menonjol untuk seksi Calcarifera.

Menurut Destario, dari hasil observasi diketahui bahwa terdapat setidaknya lima variasi warna pada spesies ini, dan antar variasi warna bisa sangat ekstrim perbedaannya. Sehingga dari sisi hortikultura, keragaman warna pada D dianae ini justru dapat menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber genetik dalam kegiatan pemuliaan anggrek dan hibridisasi. Nama anggrek ini didedikasikan untuk seorang hobiis anggrek sekaligus penggiat konservasi anggrek di Kalimantan Selatan (Banjarmasin) bernama Dian Rachmawaty.

"Beliau berdua banyak mendukung penelitian-penelitian kami dibidang taksonomi anggrek, suatu bidang riset yang belum banyak mendapat perhatian nasional, namun tetap bisa berjalan optimal berkat bantuan banyak pihak antara lain rekan-rekan hobiis dan penggiat konservasi anggrek," kata Destario.

Dari sisi budidaya, anggrek ini terbukti cukup adaptif pada ketinggian 300-900 m dpl, dengan intensitas cahaya 50-70 persen. D flos-wanua umumnya berbunga pada bulan April, Juni dan November. Sedangkan D dianae hampir dapat berbunga sepanjang tahun. Kedua anggrek dari seksi Calcarifera ini menyukai media perakaran yang lembab, dan lingkungan dengan aerasi yang terbuka dan banyak angin. Hama berbahaya yang sering menyerang adalah tungau. (VivaNews)

readmore »»  

Listrik Tanpa Kabel? Emangnya Bisa? Klik Disini Untuk Tau Bagaimana Cara Kerjanya

Jawabannya BISA !!

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kabel listrik bakal menghilang. Para peneliti telah berhasil UNTUK MENDISTRIBUSIKAN LISTRIK TANPA KABEL. Bagaimana cara kerja teknologi baru ini dan kapan menjadi kenyataan, semuanya diulas di sini.

Bayangkan Anda berada dalam sebuah ruangan, di dalamnya tidak ditemukan satu kabel sekalipun yang berseliweran. TV, system stereo, DVD, atau Bluray-Player, HiFi-Headset, semuanya bekerja tanpa menggunakan baterai atau kabel listrik. Bahkan, baterai perangkat mobile seperti laptop, ponsel, atau kamera digital terisi secara otomatis, begitu Anda memasuki rumah, tentu tanpa harus mencolokkan kabel.

Prinsip dasar teknologi yang bakal menjadi visi dari kehidupan ini dirancang oleh para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Proyek ini dimulai sejak tahun 2006 dan disebut de*ngan nama “WiTricity”. Teknologi ini kemudian dikembangkan oleh Intel sejak tahun 2007. Target mereka, teknologi ini segera terealisasi dalam beberapa tahun ke depan. Intel menyebut teknologi ini sebagai WREL (Wireless Resonant Energy Link), pemancaran energi tanpa kabel melalui resonansi.

Intel sendiri telah mendemonstrasikan realisasi teknologi tersebut sejak tahun lalu. Pada ajang Intel Developer Forum (IDF), Intel Chief Technology Officer (CTO), Justin Rattner, memperlihatkan sebuah lampu 60 watt yang dapat menyala dalam jarak satu meter tanpa menggunakan koneksi kabel. Sejak saat itu, Intel pun menunjukkan bahwa WREL juga dapat mengoperasikan sebuah netbook tanpa baterai atau membunyikan speaker tanpa kabel dengan mengubah sinyal suara menjadi sinyal listrik.

Prinsip kerja: tangkap listrik dari udara

Bagi orang yang melihat demonstrasi pertama dari teknologi WREL, reaksinya sama seperti saat diperkenalkannya WLAN. Anda tentu masih mengingat bagaimana rasanya pertama kali dapat terkoneksi ke Internet tanpa kabel. Awalnya, banyak orang yang heran bahwa Internet dapat diakses dengan tanpa kabel. Orang tergerak untuk memutuskan koneksi secara manual dan kaget bahwa semuanya masih berjalan. Selanjutnya, teknologi tersebut biasa saja.

Prinsip dasar transfer listrik nirkabel ini dengan teknologi WREL ini berhubungan dengan fenomena resonansi. Sebuah receiver WREL dapat menangkap energi dari sebuah medan magnet dengan bantuan koil, bila dipancarkan dengan frekuensi yang sama dari sebuah transmitter (melalui koil). Agar impedansinya optimal, digunakan gulungan kabel pada kedua sisinya. Di sini, gulungan kabel juga berfungsi sama seperti gigi transmisi sepeda. Saat menanjak, gigi transmisi diturunkan agar dapat memanfaatkan energi secara lebih efisien. Sebaliknya, saat menurun digunakan gigi transmisi yang lebih tinggi. Receiver juga menentukan sendiri besar arus dan tegangan yang diperlukan sesuai dengan ukurannya. Jadi, tidak perlu lagi repot dengan adaptor. Selain itu, transmiter WREL hanya memancarkan energi sebanyak yang diperlukan oleh receiver saja.

Teknik pemancaran listrik nirkabel lainnya sebenarnya sudah digunakan, seperti pada sikat gigi elektronik atau smartphone baru dari Palm Pre dengan charge station “Touchstone”-nya. Di sini, perangkat harus sedekat mungkin atau menyentuh transmitter. Sebaliknya, WREL dapat bekerja dengan jarak yang jauh. Pada rancangan yang didemonstrasikan oleh Intel (lihat gambar di atas), unit receiver dapat digunakan dalam jarak 20 cm sampai satu meter. Zona ini disebut oleh para peneliti Intel sebagai magical area. Receiver WREL dapat bergerak bebas dalam area ini tanpa memutuskan listriknya.

Fokus penelitian: efisiensi lebih tinggi, Magical Area yang lebih luas

Namun, sebelum kita membuang semua kabel listrik dan adaptornya, masih banyak yang harus dikerjakan oleh para peneliti. Dalam beberapa tahun mendatang, mereka masih harus menjelaskan detailnya. Tim peneliti Intel Labs di Seattle lebih terfokus pada optimasi efisiensi, form factor, dan tingkat keamanan radiasi.

Dalam eksperimen yang telah dilakukan oleh Intel, tingkat efisiensinya sudah mencapai 75 persen. Angka ini memang sudah sangat besar. Namun, dari sisi krisis energi dunia, angka tersebut masih terlalu kecil. Kepala penelitian Intel, Rattner, menjelaskan bahwa energi yang terbuang masih besar bila tidak melakukan pengisian baterai. “Tingkat efisiensi yang tinggi menjadi satu masalah pada WREL, hampir tidak mungkin untuk direalisasikan.”

Tingkat efisiensinya juga tergantung oleh alignment koil dan lilitan kabel. Bila receiver diputar sedikit, tingkat efisiensinya menurun drastis. Inilah yang ingin dihindari oleh para peneliti. Mereka mengganti lilitan kabel dengan sensor dan microchip yang dapat menyesuaikan resonansi dalam medan magnet secara lebih baik.

“Listriknya bisa saja berasal dari lemari dapur,” jelas Justin Rattner. “Jadi, Anda tidak perlu lagi mencolokkan mesin Espresso.” Pemancar WREL juga dapat dipasang dalam dinding rumah untuk memasok listrik ke semua perangkat elektronik yang berada dalam magical zone. Meja tulis pun dapat berguna untuk memasok maupun mengisi baterai semua perangkat di sekitarnya.

Keamanan radiasi juga masih harus dipertanyakan. Apakah teknologi ini tidak berbahaya bila energi yang besar dipancarkan melalui udara? Prinsipnya memang tidak demikian karena WREL menggunakan gelombang magnet yang tidak berbahaya bagi tubuh manusia.

Memang, medan magnet yang kuat senantiasa membawa radiasi elektromagnetis. Oleh sebab itu, para peneliti dari Intel berusaha untuk menggunakan frekuensi yang menghasilkan medan magnet yang kuat dengan beban elektromagnetis minimal. Saat produk pertama sudah diluncurkan ke pasar, teknologi WREL ini harus benar-benar aman terhadap manusia.

Masa depan: tidak ada lagi kabel, adaptor, dan steker

Begitu teknologi WREL sudah matang dan aman, aplikasinya bakal meluas dengan cepat, misalnya untuk aplikasi medis, seperti untuk mengoperasikan alat pengatur detak jantung atau mengimplementasikan organ-organ buatan.

Pemancaran listrik secara nirkabel bakal menjadi faktor penting, bukan saja antarperangkat, melainkan juga di dalam perangkat-perangkat canggih itu sendiri. Bayangkan komputer, dengan prosesor yang tidak lagi disuplai dengan listrik melalui ratusan kontak, tetapi tanpa kabel melalui WREL.

Prinsipnya sama juga untuk komponen PC yang lain. Setelah ini, mungkin banyak yang penasaran berapa lama lagi kita akan sampai ke era listrik nirkabel, sama seperti melihat Internet melalui WLAN saat ini.

kaskus.us

readmore »»  

Prinsip Pembuatan Baju Anti Peluru

Prinsip awalnya telah lama dikembangkan semenjak abad pertengahan. Dimulai dari ksatria (knight) dengan jubah besinya, yang dapat mengurangi luka tusukan pedang atau luka bidikan panah. Sayangnya dengan perkembangan senjata api, perlindungan tersebut menjadi tidak berguna.


Baju anti peluru (bullet proof vest) atau baju balistik (ballistic vest). Baju "anti peluru" dibedakan menjadi dua, yaitu Soft Body Armor dan Hard Body Armor. Dalam tugas keseharian atau dalam tugas penyamaran (undercover) polisi / detektif lebih mengutamakan baju anti peluru yang ringan.
Soft body armor umumnya sekarang terbuat dari serat aramid (aramid fibres). Aramid adalah kependekan dari kata aromatic polyamide. Aramid memiliki struktur yang kuat, alot (tough), memiliki sifat peredam yang bagus (vibration damping) , tahan terhadap asam (acid) dan basa (leach) dan selain itu dapat menahan panas hingga 370°C, sehingga tidak mudah terbakar.

Karena sifatnya yang demikian, aramid juga digunakan di bidang pesawat terbang, tank, dan antariksa (roket).Produk yang dipasarkan dikenal dengan nama Kevlar. Kevlar memiliki berat yang ringan, tapi 5 kali lebih kuat dibandingkan besi.

Anyaman serat ini umumnya dikenal dipasaran dengan nama Kevlar

Prinsip Kerja Baju Anti Peluru

Prinsip kerjanya adalah dengan mengurangi sebanyak mungkin lontaran energi kinetik peluru, dengan cara menggunakan lapisan-lapisan kevlar untuk menyerap energi laju tersebut dan memecahnya kepenampang baju yang luas, sehingga energi tersebut tidak cukup lagi untuk membuat peluru dapat menembus baju.

Dalam menyerap laju energi peluru, baju (kevlar) mengalami deformasi yang menekan ke arah dalam (shock wave), tekanan kedalam ini akan diteruskan sehingga mengenai tubuh pengguna.

Batas maksimal penekanan kedalam tidak boleh lebih dari 4,4 cm (44 mm).
Jika batasan tersebut dilewati, maka pengguna baju akan mengalami luka dalam (internal organs injuries), yang tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa.


Analoginya seperti laju bola yang dapat ditahan oleh jaring gawang. Jaring gawang terdiri dari rangkaian tali yang saling terhubung satu sama lain. Apabila bola tertangkap oleh jaring gawang, maka energi laju (kinetik) bola tersebut akan diserap oleh jaring gawang, yang menyebabkan tali disekitarnya bertambah panjang (extend) dan kemudian tekanan (tarikan) tali akan dialirkan ke tiang gawang.

Anggapan bahwa pemakai baju anti peluru dapat terhindar sepenuhnya dari cidera yang dihasilkan oleh tembakan adalah salah. Perlu ditekankan sekali lagi, bahwa fungsi utama baju anti peluru hanyalah untuk menahan peluru. Sehingga peluru tidak sampai masuk kedalam tubuh pemakai baju, yang dapat menyebabkan kematian.

Tidak jarang akibat "tekanan" yang ditimbulkan peluru tadi, pemakai baju akan menderita luka memar (blunt force trauma) hingga patah tulang.


Hard Body Armor

Dengan menambahi soft body armor dengan lapisan tertentu, dapat dihasilkan hard body armor. Umumnya lapisan terbuat dari keramik ( Al2O3 " Alumina"), lempengan logam atau komposit.

Bentuknya yang tebal dan berat menjadikannya tidak comfort, hingga jarang dikenakan dalam tugas keseharian. Hanya dalam tugas khusus yang beresiko tinggi, seperti operasi militer atau operasi tim SWAT akan dikenakan.



Level Baju Balistik

Standar baju balistik yang paling banyak digunakan adalah standar NIJ (National Institute of Justice) Amerika. Berdasarkan standar ini, baju balistik dibagi menjadi beberapa tingkatan (level), yaitu level I, II-A, II, III-A, III, dan IV.

Level I adalah tingkatan yang terendah, baju hanya dapat menahan peluru yang berkaliber (berdiameter) kecil.



Material Lain :

Vectran

Vectran adalah polymer kristal cair (liquid crystal polymer). Seratnya memiliki kekuatan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kevlar.


Benang Laba-laba (Spider Silk)

Benang laba-laba terdiri dari ikatan molekul protein yang panjang. Benang ini tidak hanya memiliki kemampuan dapat menahan beban yang ekstrem, tapi juga sekaligus memiliki sifat elastis yang sangat tinggi, hingga kalau ditarik dapat memanjang sebanyak 40%.

Sifat elastis ini berasal dari butiran-butiran cairan kecil yang terdapat pada benang, yang kalau dilihat bentuknya seperti kalung mutiara atau tasbih. Setiap butiran ini didalamnya memiliki reserve benang, bila ada mangsa yang terjatuh kedalam jaring laba-laba, benang dalam butiran ini akan otomatis tertarik keluar, sehingga jaring tidak akan putus.


CNT (Carbon Nanotubes)

Ditemukan tahun 1991 oleh Professor Sumio Iijima dari Jepang. CNT merupakan susunan unsur karbon (C) yang berukuran sangat kecil "nano"(0,000 000 001) dan berbentuk seperti pipa (tube), yang dindingnya tersusun seperti rumah lebah.


Sumber : http://www.muslimdaily.net/artikel/ringan/2735/teknologi-baju-anti-peluru-%28full-image
readmore »»  

Wao ! Bra Cantik Penangkal Radiasi Nuklir Mulai Dipasarkan

London, Fungsi bra kini tak lagi hanya sebatas penyangga payudara. Dengan teknologi terbaru, kini bra bisa dilepas untuk digunakan sebagai masker penangkal radiasi nuklir dalam keadaan darurat.

Sekilas tidak ada bedanya dengan bra model fullcup pada umumnya. Namun jika mendadak terjadi serangan nuklir, kedua cup bisa dilepas lalu difungsikan sebagai masker yang bisa menangkal molekul radioaktif yodium-131.

Menurut sang penemu, Dr Elena Bodnar, bra yang dinamakan Emergency Bra ini fungsinya sama seperti masker pada umumnya. Bedanya lebih praktis untuk dibawa ke mana-mana, sekaligus bisa dipakai untuk berdua karena masing-masing cup terhubung dengan pengait yang bisa dilepas.

Emergency Bra juga bisa digunakan pada kondisi bencana seperti badai debu yang pernah melanda Sydney beberapa tahun lalu. Bahkan Dr Elena mengklaim, bra ini dapat menyelamatkan banyak lebih orang jika digunakan saat terjadi serangan teror 11 September 2001 di AS.

Idenya memang datang dari sebuah bencana, yakni ledakan raktor nuklir yang terjadi di Chernobyl pada tahun 1986. Awalnya Dr Elena hanya ingin meneliti efek dari radiasi di wilayah itu, hingga akhirnya terpikir untuk menciptakan inovasi untuk menangkal efek tersebut.

Meski terdengar agak konyol, ide untuk menciptakan bra penangkal radiasi justru berjaya dengan meraih sebuah penghargaan bergengsi. Pada tahun 2009, peneliti asal Inggris ini mendapatkan Ig Nobel Public Health Prize atas karya tersebut.

Agar manfaatnya bisa dirasakan oleh setiap orang, saat ini Emergency Bra mulai diproduksi dalam skala besar. Dikutip dari WPIX, Minggu (26/9/2010), peminat sudah bisa membelinya secara online dengan harga US$ 29,95 atau sekitar Rp 268.000. (Detikhealth.com)
readmore »»  

Rahasia Dibalik Penyakit HIV/AIDS

Rahasia penyakit AIDSVirus HIV AIDS sebenarnya bukan berasal dari simpanse, tetapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu. (Jerry D. Gray, Dosa-dosa Media Amerika - Mengungkap Fakta Tersembunyi Kejahatan Media Barat, Ufuk Press 2006 h. 192).

Tulisan Allan Cantwell, Jr. M.D. ini mengungkapakan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutup-nutupinya.

“Teori” Monyet Hijau

1.Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, tiga puluh persen penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet hijau tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.


2. “Pohon keturunan” filogenetik virus primata (yang hanya dipahami segelintir orang saja) ditampilkan untuk membuktikan bahwa HIV diturunkan dari virus primata yang berdiam di semak Afrika. Analisis data genetika virus ditunjukkan melalui “supercomputer” di Los Alamos, Mexico, menunjukkan bahwa HIV telah “melompati spesies’, dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930 di Afrika.

Catatan penting: Los Alamos kebetulan saja merupakan sentra pembuatan bom nuklir, hasil persekutuan mata-mata Cina, dan laboratorium tempat dilakukannya eksperimen rahasia radiasi manusia terhadap penduduk sipil yang tidak merasa curiga. Eksperimen ini telah dilakukan sejak tahun 1940-an hingga awal epidemik AIDS.

Eksperimen Hepatitis B Pra-AIDS kepada Pria Gay (1978-1981)

Ribuan pria gay mendaftar sebagai manusia percobaan untuk eksperimen vaksin hepatitis B yang “disponsori pemerintah AS” di New York, Los Angeles, dan San Fransisco. Setelah beberapa tahun, kota-kota tersebut menjadi pusat sindrom defisiensi kekebalan terkait gay, yang belakangan dikenal dengan AIDS. Di awal 1970-an, vaksin hepatitis B dikembangkan di dalam tubuh simpanse. Sekarang hewan ini dipercaya sebagai asal-usul berevolusinya HIV. Banyak orang masih merasa takut mendapat vaksin hepatitis B lantaran asalnya yang terkait dengan pria gay dan AIDS. Para dokter senior masih bisa ingat bahwa eksperimen vaksin hepatitis awalnya dibuat dari kumpulan serum darah para homoseksual yang terinfeksi hepatitis.

Kemungkinan besar HIV “masuk” ke dalam tubuh pria gay selama uji coba vaksin ini. Ketika itu, ribuan homoseksual diinjeksi di New York pada awal 1978 dan di kota-kota pesisir barat sekitar tahun 1980-1981.

Apakah jenis virus yang terkontaminasi dalam program vaksin ini yang menyebabkan AIDS? Bagaimana dengan program WHO di Afrika? Bukti kuat menunjukkan bahwa AIDS berkembang tak lama setelah program vaksin ini. AIDS merebak pertama kali di kalangan gay New York City pada tahun 1979, beberapa bulan setelah eksperimen dimulai di Manhattan. Ada fakta yang cukup mengejutkan dan secara statistik sangat signifikan, bahwa 20% pria gay yang menjadi sukarelawan eksperimen hepatitis B di New York diketahui mengidap HIV positif pada tahun 1980 (setahun sebelum AIDS menjadi penyakit “resmi’). Ini menunjukkan bahwa pria Manhattan memiliki kejadian HIV tertinggi dibandingkan tempat lainnya di dunia, termasuk Afrika, yang dianggap sebagai tempat kelahiran HIV dan AIDS. Fakta lain yang juga menghebohkan adalah bahwa kasus AIDS di Afrika yang dapat dibuktikan baru muncul setelah tahun 1982. Sejumlah peneliti yakin bahwa eksperimen vaksin inilah yang berfungsi sebagai saluran tempat “berjangkitnya” HIV ke populasi gay di Amerika. Namun hingga sekarang para ilmuwan AIDS mengecilkan koneksi apapun antara AIDS dengan vaksin tersebut.

Umum diketahui bahwa di Afrika, AIDS berjangkit pada orang heteroseksual, sementara di Amerika Serikat AIDS hanya berjangkit pada kalangan pria gay. Meskipun pada awalnya diberitahukan kepada publik bahwa “tak seorang pun kebal AIDS”, faktanya hingga sekarang ini (20 tahun setelah kasus pertama AIDS), 80% kasus AIDS baru di Amerika Serikat berjangkit pada pria gay, pecandu narkotika, dan pasangan seksual mereka. Mengapa demikian? Tentunya HIV tidak mendiskriminasi preferensi seksual atau ras tertentu. Apakah benar demikian?

Di pertengahan tahun 1990-an, para ahli biologi berhasil mengidentifikasi setidaknya 8 subtipe (strain) HIV yang menginfeksi berbagai orang di seluruh dunia. Telah terbukti, strain B adalah strain pra dominan yang menginfeksi gay di AS. Strain HIV ini lebih cenderung menginfeksi jaringan rektum, itu sebabnya para gay yang cenderung menderita AIDS dibandingkan non-gay

Sebaliknya, Strain HIV yang umum dijumpai di Afrika cenderung menginfeksi vagina dan sel serviks (leher rahim), sebagaimana kulup penis pria. Itu sebabnya, di Afrika, HIV cenderung berjangkit pada kalangan heteroseksual.

Para pakar AIDS telah memeberitahukan bahawa AIDS Amerika berasal dari Afrika, padahal Strain HIV yang umum dijumpai di kalangan pria gay nyaris tak pernah terlihat di Afrika! Bagaimana bisa demikian? Apakah sebagian Strain HIV direkayasa agar mudah beradaptasi ke sel yang cenderung menginfeksi kelamin gay?

Telah diketahui, pria ilmuwan SCVP (Special Virus Cancer Program) mampu mengadaptasi retrovirus tertentu agar menginfeksi jenis sel tertentu. Tak kurang sejak tahun 1970, para ilmuwan perang biologis telah belajar mendesain agen-agen (khususnya virus) tertentu yang bisa menginfeksi dan menyerang sel kelompok rasial “tertentu”. Setidaknya tahun 1997, Stephen O’Brien dan Michael Dean dari Laboratorium Keanekaragaman Genom di National Cancer Institute menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang kulit putih memiliki gen resisten-AIDS, sementara orang kulit hitam Afrika tidak memiliki gen semacam itu sama sekali. Kelihatannya, AIDS semakin merupakan “virus buatan manusia yang menyerang ras tertentu” dibandingkan peristiwa alamiah.

Berkat bantuan media Amerika, virus ini menyebar ke jutaan orang tertentu di seluruh dunia sebelum segelintir orang mulai waspada akan kejahatan di balik penciptaan virus ini. Di tahun 1981, pejabat kesehatan memastikan “masyarakat umum” bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. “AIDS adalah penyakit gay” adalah jargon yang sering dikumandangkan media. Ada komentar?

http://www.mzeth.tk/news/human-error/120-rahasia-dibalik-penyakit-hivaids.html

readmore »»  

Kini Sinar bisa memindahkan obyek bak film Star Trek

Para ilmuwan menemukan sinar pengangkut yang mampu memindah obyek lebih besar pada jarak lebih jauh dari sebelumnya.

Satu tim peneliti di Australian National University (ANU) di Canberra, Australia lewat penelitian mereka telah makin baju dalam ilmu transportasi molekular, yang menjadi terkenal berkat slogan Beam me up, Scotty, dari serial televisi Star Trek.

http://www.onedigitallife.com/images/star-trek-the-motion-picture.jpg

Lewat cahaya energi yang mereka sebut tractor beam, para ilmuwan berhasil memindahkan partikel-partikel kecil hingga 59 inci.

Para fisikawan sejak bertahun-tahun lalu mampu memanipulasi partikel kecil dalam jarak sangat dekat menggunakan laser.

Tapi, Andrei Rhode, salah satu peneliti dari ANU, mengatakan teknik yang dikembangkan timnya bisa memindah obyek seratus kali kalau ukuran jaraknya hampir satu setengah meter.

Metode ini melibatkan sinar laser kaca berongga sekitar partikel yang memanaskan udara sekitar mereka.

Pusat balok yang memukul partikel-partikel tetap dingin sehingga mereka ditarik ke arah sinar hangat ujungnya.

Tetapi, molekul udara yang dipanaskan terpental di sekitar permukaan partikel kaca dan menyentuh mereka kembali ke pusat yang lebih dingin.

Dr Rhode menjelaskan, dengan menggunakan dua balok laser, partikel-partikel bisa dimanipulasi untuk bergerak ke arah yang berbeda.

"Kami pikir teknik ini bisa bekerja bahkan pada jarak yang lebih jauh dari yang sudah kami uji coba. Dengan partikel-partikel dan laser yang kami gunakan, saya kira sampai 10 meter," jelas Dr Rhode, seperti dikutip Daily Mail.

Jarak maksimum yang bisa dicapai oleh dia dan timnya terbatas pada peralatan dalam laboratorium.

Tetapi, dia mengatakan teknik tersebut tidak sama dengan tractor beam dalam Star Trek. Teknik para peneliti ANU tidak akan bekerja di luar angkasa dimana ada ruang hampa.

"Di bumi ada banyak kemungkinan penerapan, seperti untuk memindahkan zat dan kuman berbahaya."

http://internasional.kompas.com
readmore »»  

Haa!! Bayi Ini Hanya Berbobot 244 gram (Sebesar Telapak Tangan)

Tak bisa dibayangkan bagaimana kecilnya bayi ini, maka tak heran dia di nobatkan sebagai bayi terkecil di dunia. Bayi bernama Rumaisa hanya berbobot 244 gram.

Rumaisa lahir pada 19 September 2004, dikutip dari Sidney Morning Herald, fisik bayi ini saat lahir hanya sebesar telapak tangan orang dewasa. Menurut juru bicara Loyola University Medical Centre Chicago Sandra Martinez yang menangani kelahiran ini menjelaskan, berat Rumaisa 37 gram (1,3 ons) lebih kecil dari pemegang rekor sebelumnya, yang lahir pada rumah sakit yang sama pada tahun 1989.

Bayi ini sebenarnya lahir kembar tapi saudaranya beratnya dua kali lipat darinya yaitu seberat 563 gram. Kedua bayi ini lahir ketika kandungan ibunya baru berumur 6.5 bulan.

Walaupun kecil Rumaisa bisa bertahan hidup sehingga ibunya menyebut dirinya "berkah yang besar". Bahkan ibunya yang bernama Mahajabeen tidak dapat berkata kata ketika bisa menggendong anaknya saat usia dua bulan dan dengan berat yang telah normal yaitu 1,18 kilogram.


http://ogahnice.blogspot.com/2010/09/haa-bayi-ini-hanya-berbobot-244-gram.html
readmore »»  

Wanita Pemarah dan Suka Emosi Bakal Punya Banyak Anak

Studi Universitas Sheffield mengungkap bahwa tingkat kesuburan wanita dan laki-laki dipengaruhi sifat dan kepribadiannya. Dengan kata lain, prediksi jumlah keturunan bisa dilakukan lewat kepribadiannya. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa wanita emosional dan laki-laki dengan kepribadian terbuka memiliki kemampuan reproduksi tinggi. Mereka cenderung memiliki banyak anak.
Waspada, bagi para wanita, suka marah potensi punya anak banyak
Para peneliti mengumpulkan data dari empat desa di pedalaman Senegal. Mereka menganalisa hubungan antara kepribadian setiap pasangan rumah tangga dan jumlah serta kesehatan keturunannya. Analisa dilakukan dengan parameter lima sifat dasar manusia.
Studi menyimpulkan, wanita yang memiliki tingkat emosional tinggi seperti mudah cemas, depresi, dan murung, memiliki anak 12 persen lebih banyak dibandingkan mereka yang memiliki emosi stabil. Kondisi ini banyak ditemui di kalangan keluarga dengan status sosial tinggi.

Sementara pria yang memiliki kepribadian ekstrovert atau suka bergaul dengan lingkungan sosial memiliki kemampuan menghasilkan keturunan 14 persen lebih tinggi daripada mereka yang memiliki kepribadian tertutup. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kepribadian seseorang bisa dijadikan acuan untuk memprediksi jumlah keturunannya,” kata Dr Virpi Lummaa dari Universitas Sheffield.
Dalam penelitian ini, ia berkolaborasi dengan Dr Alexandra Alvergne dari Departemen Antropologi Universitas College London, dan Markus Jokela dari Universitas Helsinki, Finlandia. Seperti dikutip dari laman India Times, hasil studi itu telah dipaparkan dalam National Academy of Sciences.


readmore »»  

Dunia Segera Hadapi Kepunahan Massal?

Dunia menghadapi ancaman kepunahan massal yang bahkan lebih hebat daripada kemusnahan spesies Dinosaurus dari muka Bumi. Itu adalah penelitian terbaru para ilmuwan Australia.

Palaebiologis dari Macquarie University, Dr John Alroy mengatakan hal itu berdasarkan fosil untuk melacak nasib kelompok utama binatang laut sepanjang sejarah Bumi.

Dia lalu mengkompilasikan data dari sekitar 100.000 fosil, melacak nasib hewan laut, selama masa kepunahan ekstrim yang terjadi sekitar 250 juta tahun yang lalu.

Penemuan tersebut dipublikasikan minggu ini di jurnal internasional ilmu pengetahuan, Science. Temuan itu menunjukkan peristiwa kepunahan dahsyat sedang berlangsung saat ini, dan berpotensi menjadi yang terparah sepanjang sejarah.

"Organisme yang mungkin bisa bertahan di masa lalu, mungkin tidak akan mampu saat ini," kata Dr Alroy, seperti dimuat laman News.com.au, Sabtu 3 September 2010.

"Ini mungkin berakhir dengan perubahan dasar laut secara dramatis karena perubahan dominasi kelompok. Kepunahan yang berlangsung saat ini akan membalik keseimbangan kelompok hewan laut."

Penelitian ini juga menunjukkan perilaku manusia dan perubahan iklim akan berdampak malapetaka pada semua spesies di Bumi.

"Kapan terjadinya kemusnahan massal, masih jadi pertaruhan, namun apapun bisa terjadi," tambah Alroy.

"Jadi, apa yang sedang kita semua lakukan sebagai spesies manusia adalah menjalankan eksperimen raksasa terhadap alam ini."

Sejarah mencatat, ada tiga peristiwa kepunahan massal dan hampir semua ahli biologi setuju dunia saat ini mengalami hal serupa.

Kepunahan massal terakhir diperkirakan terjadi 65 juta tahun lalu saat asteroid menghantam Meksiko dan membuat Dinosaurus musnah -- memberi ruang bagi mamalia untuk berkembang.

Alroy mengatakan, kepunahan massal baru tidak akan terjadi dengan skrenario yang sama, faktor luar -- hantaman komet ke Bumi.

Yang sekarang sedang terjadi, kehancuran pada dasarnya berasal dari dalam. Kepunahan massal berikutnya bersal dari sejumlah faktor, dari spesies asing, akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida, polusi, dan deforestasi.

Perubahan iklim dan pertumbuhan manusia yang tak terkendali juga memainkan peranan.

Namun, sedikit kabar baiknya, kepunahan massal saat ini tidak akan seburuk 250 juta tahun lalu, yang dikenal dengan kepunahan Permian-Triassic atau 'The Great Dying'.

"Aman untuk mengatakan kehilangan yang akan kita alami belum sedahsyat masa itu. Tapi sangat mungkin untuk mengatakan kita bisa merasakan kehilangan yang sama."

"Saat ini kita sedang bermain-main dengan proses evolusi dalam skala epik."

Namun, ahli paleontologi Charles Marshall dari University of California, Berkeley berpendapat, bahwa metode statistik Alroy masih perlu review oleh masyarakat paleobiologi.

"Tidak akan ada konsensus secara langsung pada rincian pola keragaman," tulisnya. Tapi "potongan-potongan itu telah jatuh ke tempatnya," kata dia, seperti dimuat New Kerala, Minggu 5 September 2010. (Vivanews)
readmore »»