Tampilkan postingan dengan label Relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relationship. Tampilkan semua postingan

Gunakan 35 detik saja untuk membaca ini


Ada seorang cewek memberikan tantangan kepada cowonya untuk hidup tanpa dirinya, untuk tidak ada komunikasi sama sekali antara mereka selama sehari.. Dia berkata pada cowonya, kalau kamu bisa melewati itu, aku akan mencintai kamu selama nya.. Si cowonya pun setuju,, dia tidak sms/telpon cewenya seharian..

Tanpa dia ketahui bahwa cewenya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker..

Keesokan harinya cowonya pergi kerumah cewenya. Air matanya pun tiba-tiba menetes melihat cewenya sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis "Kamu Berhasil Sayang, bisakah kamu lakukan itu setiap hari?? I LOVE YOU.."

"Don't Ever lost contact with someone you care, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that. Even a single "hi" or a "good morning" Before you know that someone is no longer there...."
readmore »»  

Enam Hal yang Sulit Diungkapkan Pria

Pria cenderung memiliki sikap lebih terbuka dibandingkan wanita. Tetapi ada situasi di mana pria merasa sulit mengungkapkan perasaannya.

Ketahui enam hal yang sulit diungkapkan pria ketika berada dalam situasi tertentu.

1. "Aku sayang kamu"

Terdengar klise, tetapi sebagian besar pria akan merasa tidak tenang dan merasa sulit untuk mengungkapkan kalimat itu. Menjelang mengucap kalimat itu, jantung biasanya berdegup kencang disertai tangan berkeringat. Pria akan merasa takut ditolak. Jadi, jangan heran jika melihat seorang pria mukanya terlihat merah saat mengungkapkan perasaan cinta pada wanita incarannya.

2. "Hubungan ini tidak berjalan lancar"

Pria biasanya akan menghindar ketika pasangannya mulai membahas kelanjutan hubungan, terutama ketika hubungan sudah tidak berjalan dengan baik. Pria juga tidak suka melihat wanita menangis di depannya karena tidak ingin menjadi pihak yang berdosa. Untuk menghindari ini, mereka biasanya memilih bersikap menyebalkan, dan menunggu hingga pasangannya memutuskan hubungan.

3. "Pakaian itu tidak bagus untuk kamu"

Pria akan sulit sekali berkata jujur jika ditanya soal penampilan wanita. Jika seorang wanita meminta pendapat soal penampilan, pria pasti akan sulit berkata "pakaian itu tidak bagus untuk kamu". Pria akan lebih "mencari aman" dengan mengatakan "lumayan" atau "bagus kok".

4. "Aku butuh ruang"

Ada kalanya seseorang membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Bagi pria, jika ia ingin menghabiskan waktu sendiri tanpa pasangan, butuh keberanian besar untuk mengungkapkannya. Mereka tidak ingin menyakiti pasangannya saat ingin menyendiri untuk sementara waktu. Jika pria tidak pernah mengungkapkan hal ini, bisa jadi ia melakukan trik tertentu misalnya dengan alasan lembur atau ada pekerjaan di luar kota.

5. "Aku tidak suka berkumpul dengan teman-temanmu"

Sebagian besar pria tidak suka berkumpul dengan teman-teman wanita pasangannya. Jika memang 'dipaksa' bertemu, mereka akan lebih banyak bersikap diam dan terlihat kikuk. Suasana tersebut memang tidak nyaman bagi pria. Bukan karena dia tidak menyukai teman-teman Anda, tetapi karena obrolan pasti akan kurang nyambung.

6. "Iya, kamu benar"

Ego pria yang begitu besar akan turun jika ia mengakui kalau opini Anda yang benar. Ketika beradu argumen dan fakta menunjukkan Anda benar dan dia salah, ia akan sulit untuk mengakuinya. Dalam situasi tersebut kebanyakan pria akan memilih diam.(VivaNews)
readmore »»  

Gaji Lebih Rendah dari Istri, Sebabkan Pria Cenderung Selingkuh

NEW YORK--Ini mungkin sinyal bahaya bagi wanita yang memiliki karier lebih cemerlang dibanding suami. Pasalnya, semakin bergantung pada gaji isteri, semakin besar pula kemungkinan pria untuk berselingkuh.

Demikian hasil penelitian sosiolog Christin L Munsch dari Cornell University, Ithaca, New York seperti dilaporkan surat kabar The New York Times, Ahad (26/9).

Sosiolog melakukan penelitian antara laki-laki Amerika Serikat (AS) berusia 18 sampai 28 tahun. Laki-laki yang tidak punya penghasilan sendiri, ternyata lima kali lebih sering menjalin hubungan di luar nikah dibanding laki-laki yang tingkat penghasilannya sama seperti isteri.

Hal sama juga berlaku bagi ayah muda yang untuk sementara tidak bekerja guna mengurus anak di rumah. "Tidak setia pada pasangan kemungkinan sebuah upaya untuk mengkompensasi rasa ketidaksempurnaan," demikian kesimpulan Munsch. Juga laki-laki yang tingkat penghasilannya lebih besar dari istri, cenderung tidak setia pada pasangan.

Kemungkinan paling besar seorang pria tetap setia pada pasangan adalah jika tingkat penghasilannya serempat kali lebih besar dari istri. (YahooNews)

readmore »»  

7 ISI OTAK PEREMPUAN

Selama ini mungkin beredar kabar bahwa sulit untuk menerka apa yang ada di dalam pikiran seorang perempuan. Karena itu tak ada salahnya untuk mengetahui 7 hal mengenai otak perempuan.

Seperti diketahui bahwa otak antara perempuan dan laki-laki memang berbeda, termasuk dalam hal bagian mana yang lebih aktif sehingga mempengaruhi pola pikirnya. Seperti dikutip dari LiveScience, Selasa (14/9/2010) ada 7 hal yang bisa diketahui mengenai otak perempuan, yaitu:

1. Perempuan menyukai risiko di usia matangnya

Saat laki-laki mulai menunjukkan adanya peningkatan ketertarikan terhadap suatu hubungan di usia yang matang, maka perempuan mulai menyukai sesuatu yang memiliki risiko terutama jika ia mulai merasa kesepian. Selain itu perempuan di usia ini memiliki keinginan kuat untuk berbuat lebih banyak untuk dirinya.

2. Perempuan melalui dua kali 'masa remaja'

Perempuan mengalami dua kali perubahan fisik dan fluktuasi hormon yang membawa perubahan dalam hal suasana hati dan ketidaknyamanan secara fisik. 'Masa remaja' yang kedua kalinya terjadi saat seseorang akan memasuki masa menopause (perimenopause) yang mulai terjadi saat usia 43 tahun dan mencapai puncaknya saat usia 47-48 tahun. Umumnya masa perimenopause berlangsung selama 2-9 tahun dengan kondisi berkeringat di malam hari serta terjadi perubahan mood.

3. Otak perempuan dipengaruhi oleh kehamilan

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Neurology tahun 2002 diketahui bahwa otak perempyan akan menyusut 4 persen lebih kecil selama kehamilan hingga melahirkan. Namun kondisi ini akan kembali normal setelah 6 bulan kelahiran.

4. Otak perempuan mudah untuk dimatikan

Bagi perempuan agar bisa mendapatkan suasana hati (mood) yang baik terutama agar dapat orgasme, maka daerah-daerah tertentu di otak harus dimatikan. Sementara untuk beberapa hal lainnya daerah otak ini bisa diaktifkan kembali.

5. Otak perempuan berusaha menghindari agresif

Anne Campbell dari University Durham menuturkan perempuan cenderung menghindari agresi fisik, karena memiliki pemikiran jangka panjang. Namun bukan berarti perempuan tidak memiliki sifat agresif, karena perempuan bisa agresif dalam cara yang berbeda dan cenderung lebih konfrontasi.

6. Otak perempuan bisa menjadi intuisi yang baik

Perempuan terkadang memiliki julukan sebagai pembaca pikiran atau cenayang, hal ini karena intuisi perempuan cenderung lebih biologis. Selain itu perempuan juga lebih tepat mengidentifikasi suatu pesan yang tak terucap, tapi hanya melalui ekspresi wajah, postur tubuh dan juga intonasi nada.

7. Otak perempuan dipengaruhi oleh siklus menstruasinya

Perubahan hormon yang terjadi akibat siklus menstruasinya juga mempengaruhi otak dan tubuhnya, pemikiran, energi serta kepekaannya. Bagi kebanyakan perempuan, suasana hatinya akan mencapai titik terburuk saat 12-24 jam sebelum menstruasi.

sumber : detik health
readmore »»  

Percakapan Pasangan Cowok Perjaka & Cewek Gak Perawan

http://wijisaksono.files.wordpress.com/2010/07/merayu.jpg
Sang Wanita: "Aku sudah sering dipeluk cowo lain"
Pria dengan hangatnya menjawab: "Dan aku adalah pria yang akan memelukmu dengan kasih"

Sang Wanita: "U R not my FIRST kiss"
Pria dengan senyumannya: " And U R my First Kiss "

Sang Wanita: "Beberapa cowo pernah menjamah tubuhku"
Pria dengan sabarnya mengatakan: "Yang inginku jamah adalah hatimu, rasamu"

Sang Wanita: "Pernah ada cowo yang melihatku naked"
Pria itu menatapnya: "Dan aku melihatmu begitu polos, suci bersih tak bernoda"

Sang Wanita: "Aku pernah petting dengan mantanku"
Pria itu memeluknya dengan sabar: "Dan aku tahu, kau tak kan seperti itu lagi"

Sang Wanita menangis, terenyuh, dan berkata:
"Aku gakkan pernah pantas untukmu!! aku udah ga perawan!!"
Pria itu, menatapnya dalam, memeluknya, tersenyum dan berkata:
"Aku bukan mencintai keperawananmu, yang aku cintai adalah dirimu, sepenuhnya,..."

sumber :http://ujung-bumi.blogspot.com
readmore »»  

Jangan Terobsesi Miliki Si Dia

Skala cinta dalam sebuah hubungan asmara tidak selalu seimbang. Sering kali, seseorang merasa lebih 'jatuh cinta' daripada apa yang telihat. Ini sebenarnya tidak masalah, asal jangan terus-menerus menjadikan dia sebagai fokus obsesi.

Menurut Jennifer Oikle, Ph.D., seorang psikolog, mengatakan hubungan asmara yang awet mengharuskan masing-masing mitra pasangan cukup stabil dan level cintanya merata.

Jika Anda merasa terlalu berharap, terobsesi atau terlalu menggantungkan diri pada kekasih saat ini, cobalah untuk membuat hubungan yang lebih santai. Berikut empat caranya, seperti dikutip dari www.galtime.com

1. Berikan hati secara bertahap

Jangan langsung memberikan keseluruhan pikiran dan hati Anda padanya. Berikanlah secara bertahap, jatuh cinta itu membutuhkan proses. Pastikan Anda benar-benar mencintai dia sebagai seorang pribadi, bukan ide-idenya atau euforia yang diberikan olehnya.

2. Batasi pikiran tentang dia

Batasi ruang mental Anda untuk tidak memikirkan dia sepanjang waktu. Ini bisa menciptakan kebiasaan dan bukan tidak mungkin menjadi obsesi. Hal itu justru membuat hubungan tidak berjalan lancar.

3. Nikmati proses

Saat baru memulai hubungan jangan langsung membayangkan atau rencana muluk masa depan. Nikmati saja tiap proses peningkatan hubungan, Anda pun akan merasa kegembiraan tanpa beban rencana masa depan. Memang tidak ada salahnya bermimpi tapi jangan sampai jadi obesesi yang justru membuat hubungan yang sedang berjalan menjadi beban.

4. Tetap aktif dalam pergaulan

Setelah memiliki kekasih, jangan langsung mengurangi atau mundur dari pergaulan. Tetaplah lakukan aktivitas seperti ketika masih melajang. Berkumpul dengan teman-teman, melakukan hobi atau jalan-jalan tanpa mengajak dirinya. Tiap orang membutuhkan keseimbangan. Sediakan waktu untuk diri sendiri, jangan sampai hidup Anda selalu bergantung pada dirinya. (VivaNews)
readmore »»