Tampilkan postingan dengan label Story xXx. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story xXx. Tampilkan semua postingan

Cerita Dewasa | Skandal Anak Ibu


Kisah ini adalah nyata tapi alur cerita/beberapa bagian sedikit aku edit biar jadi sebuah cerita(tanpa mengurangi kisah nyatanya krn aku sempat mendapat info dan beberapa hari mewawancarinya lbh detail ttg kisah bu ida yg skrg tinggal bersama anaknya di Jakarta dengan dalih untuk bahan skripsi program S1 bidang psikologiku) karena gue dapatiin dari bukti acara pemeriksaan(BAP) kebetulan sahabat saya sebagai introgrator kepada tersangka dan korban meski korban si ibu tadi tidak pernah melapor krn yg melapor justru kerabat korban setelah melihat hal yg terjadi dan mendengar curhat dari si ibu sahabat gue kebetulan berdinas di polresta Palembang antara tahun 1998-2001 dan kejadian ini juga sempat masuk di salah satu siaran tv waktu itu…………….beginilah kisahnya atau cerita dewasa skandal Anak dan Ibu ini dikisahkan oleh korban:

Namaku ida ibu dengan 3 orang anak tapi semenjak suamiku pergi dengan wanita laen praktis aku harus menjadi single parent tapi saat itu hanya yudi si bungsu yg tinggal karena kedua kakaknya sudah menikah dan ada yg bekerja di luar pulau.meski berumur 39 thn tapi aku masih rajin merawat tubuhku dengan tinggi 165 cm dan berat 50 cm dan di topang dengan buahdada ukuran 34b berkulit kuning langsat aku tergolong wanita yg memiliki tubuh yg proporsional dan menawan meski ada beberapa orang yg ingin melamar aku tapi aku tolak karena masih trauma dengan kejadian yg menimpa aku biarlah aku sendiri saja.

Kejadian pertama terjadi saat aku mandi pagi hari saat asik menguyur tubuhku tiba-tiba aku merasa ada sepasang mata yg mengintip di balik lubang ventilasi udara ahhh paling si yudi aku cuek aja aku juga ngak mau memuat anakku malu nantinya saat bertemu dengan aku mungkin hal yg wajar saat seorang laki-laki yg beranjak dewasa.

Dan inilah puncaknya saat aku terlelap tidur pada suatu malam karena lelah bekerja seharian sebagai tukang kredit peralatan rumah tangga tiba-tiba aku merasa pahaku yg mulus itu diraba-rabakrn kecapekan lagi-lagi aku tak sempat membuka mataku namun tiba-tiba ada sesosok tubuh yg menindihh aku kontan aku berteriakk sapa kamuuu(karena kondisi kamar sangat gelap)!!!!!!!!!!!!!!!tolong!!!!lalu mulutku di bekap!yg lebih mengejutkan ternyata itu yudi anakku yg duduk di bangku sma(krn aku org desa dulunya jadi kawin di usai 16 thn adalah suatu hal yg wajar)dengan agak gugup yudi berkata:udah bu diem aja tudi lagi pengen sama ibu tolong bu sekali ini saja!janji ngak akan lagi!tolong bu belum sempat menjawab yudi telah melumat bibir aku sembari kedua tanganku di ditindih dengan tangannya yg lbh kuat meski dengan rapat aku menutup mulutku tapi akhirnya bisa juga lidah tuh anak menorobos masuk kedalam aku sempat merasakan bibir kami beradu namun saat itu aku sempat meronta-ronta tapi tenaganya lebih kuat akhirnya aku pasrahkan saja apa yg terjadi lalu aku Cuma bisa menutup mata sambil tersisak-isak menangis sambil berkata lirih:aku ini ibumu yud!dosa kamu! Namun tanpa perduli segera yudi melepas kancing baju tidurku tak lupa bhku juga segera lolos dari tubuhku lantas dengan sigap segera mulutnya melahap puting susuku yg berwarna coklat muda itu sembari tangan yg satu meremas-remas ohhh…sungguh kesurupan nehh anak tapi jujur waktu itu meski dengan tersiak-isak dan air mata yg mengalir aku juga menikmati adegan tsb dan tak lama segera celana pendekku di plorotkan serta tak lupa cd aku juga namun saat itu secara tak sadar aku sempat menaikkan bagian bawah tubuh aku serta membuka paha aku segeralah tampaklah liang kenikmatan aku yg ditumbuhi bulu yg sangat lebat krn aku tak pernah mencukurnya dengan sisa tenaga aku juga sempat berkata dengan lirih yud sudahhh yud………sudahhh

tapi seakan tuli yudi telah mengarahkan batangnya kedalam liang senggama aku dan blessss..blessss masuklah seluruh batangnya arghhh……sempat aku mengerang demikian dengan gerakkan mengayun yudi terus memompa tempat dimana dia dilahirkan dulu plokkkk….plekkkk…..plokkkk….dan suara becek itulah yg terdengar di malam yg sunyi itu secara tak sengaja pula aku sempat ikut mengoyang-goyangkan pinggulku seakan ingin mengimbangi permainannya sekitar 15 menit crotttttttt……crottttttttt muncratlah seluruh cairan nikmatnya kedalam rahimku…..bu terima kasihnya!setan kamuuuuuuu yud!!!!ini yg terakhir ya?ya bu yudi janji ini yg terakhir! ohhhh…….dosa apa aku sehingga kejadian itu terjadi semalam aku ngak bisa tidurr memikirkan kejadian itu yg lebih gila keperjakaan anakku hilang di dalam liang senggamaku sendiri(menurut pengakuan yudi itu pertma kalinya dia berhubungan dengan wanita sempat dulu aku menemukan beberapa vcd porno dalam tasnya namun mungkin juga itu yg membuat nafsu yudi menjadi-jadi krn takut membuat dia malu aku diamkan saja mungkin itulah slahku)

Dan hari-hari berjalan seperti biasa namun kejadian itu terus berulang-ulang terjadi dan lebih gilanya lagi aku mulai menikmati hal tsb dan selanjutnya yudi makin ahli dalam mencumbui aku dan berbagai gaya yg dimintanya membuat aku juga merasakan sensasi itu jujur aku akui bahwa mantan suamiku tak sejantan yudi dan selanjutnya kita berhubungan seperti suami-istri.

Akhirnya terungkap juga kejadian itu saat aku ingin memasang kontrasepsi spiral kedalam rahimku krn yudi jarang mau pake kondom aku takut kalau-kalau aku hamil dari benihnya singkat cerita dari bidan desa itulah yg curiga bahwa aku tak bersuami tapi ingin pakai spiral itulah yg membuat bu yessy bidan desaku penasaran dan sampai beberapa hari bu yessy membujuk aku apa yg terjadi sesungguhnya dan dengan tangisan yg meledak aku menceritakan kejadian sebenernya dan dengan nasehat beliaulah maka meski tak tega juga merupakan aib aku dan bu yessy melaporkan kejadian tsb ke polsek terdekat dan karena kejadian itu menarik perhatian sempat beberapa kali aku di wawancara oleh wartawan dari tv-2 serta Koran termasuk dengan penulis bersama temannya maka kasusku di limpahkan ke polda dengan bimbingan seorang psikolog aku membuat B.A.P dan akhirnya yudi di jebloskan di penjara selama 4 thn.

Kini yudi telah bebas dan menjadi TKI di Malaysia tapi hubungan kami baik-baik saja demikianlah kisah yg di ceritakan oleh bu ida yg sempat aku wawancara secara tertutup bersama teman wanitaku bernama M***A***** seorang penulis novel dewasa.

Sedikit saran untuk rekan-rekan kalau memposting cerita hendaklah buatlah cerita asli bukan jiplakan dari forum/site tertentu karena hampir 90% yg ada di thread cerita incest ini semua jiplakan/copy paste dari cerita yg sudah ada aku sangat mengharapkan adanya suatu kreativitas dari anda untuk mengarang&mencari dari narasumber meski agak ribet tapi itulah yg dinamakan karya meski harus dengan berbagai kendala aku dan temanku biasa mencari ide dari kejadian-kasus yg nyata terjadi ttg incest dan kantor polisi dan beberapa rekanku yg bekerja disanalah yg membantu aku.

readmore »»  

Cerita Dewasa | Persetubuhan dengan Ibu Kandung

Inilah kisah seks yang hot dan merupakan skandal sedarah. Cerita hubungan seks antara anak dengan ibu kandungnya sendiri. Cerita yang disatu sisi sangat menggairkan, namun disisi lain sangat ironis. Namun semuanya berpulang pada persepsi anda masing-masing. Silahkan simak selengkapnya cerita persetubuhan dengan ibu kandung berikut ini!

“Jach.., bangun..! Udah makan belon..? Udah jam berapa ini..? Jach.. Jach.. Jach..!” kedengaran suara mami mulai mendekati kamar saya dan langsung masuk ke kamar saya yang biasanyatidak pernah terkunci.

“Jach..!” mami duduk di tepian tempat tidur dan langsung mengelus kepala saya, “Yo.. ayo.. bangun Nak Sayang, udah jam 9, kamu mandi gih baru makan..!”

“Ah.. malas Mam, mau tiduran dulu. Entar aja satu jam lagi ya..!”

“Udah Mami tungguin.., entar kamu bohong lantas tidur satu harian.”

Kemudian saya sedikit menggeser posisi tidur saya supaya mami bisa ikut tiduran. Sambil tiduran mami mencari-cari majalah yang mau dibacanya. Saya kelupaan kalau disitu ada Novel yang ceritanya agak hot, dapat dibilang hanya sekitar seks saja ceritanya. Ya.., terlanjur sudah keambil oleh mami. Saya biarkan saja dia membacanya, dan entah kenapa ada perasaan yang lain setelah mami masuk ke dalam kamar saya, seakan-akan gairah seks saya mulai menjalar menyelimuti tubuh.

Bagaimana ini, repot jadinya, karena kebiasaan saya tidur hanya menggunakan piyama untuk tidur dan memakai selimut. AC di ruangan kamar saya mengigilkan badan, dan inilah penyakit saya, kalau situasi dalam keadaan dingin nafsu langsung naik dan meledak-ledak. Posisi tidur saya waktu itu persis di samping mami dan bersenggolan dengan pahanya.

Saya perhatikan mami makin serius membaca novel dan maklum tidak pernah membaca buku yang begituan. Dengan sedikit menggoda saya bertanya,

“Bapa kemana Mam..?”

“Kamu macam tak tau aja, kan udah berangkat ke Kisaran, biasa ngantar Ikan. Paling-paling besok udah pulang.”
“Awas Mam, nanti tidak ada pelampiasannya, Papa kan tidak ada di rumah.”

“Enggak, Mama cuman pengen tau aja apa isinya, kok orang-orang pada senang membacanya.” jelasnya.

Sedikit posisi saya agak memeluk mami, maklum hal ini sering saya lakukan karena saya anak Mami dan dimanja, jadi hal ini tidak janggal lagi bagi saya dan mami. Terus entah kenapa, penis saya tepat menempel di samping kemaluannya, dimana mami saya posisinya agak miring menghadap saya.

Dengan cuek saya ikutan membaca novel yang dibacanya. Posisi mami membaca telentang, dan agak miring menghadap saya. Dengan sedikit menggoyang-goyangkan paha, terjadilah pergesekan antara paha saya dengan paha mami, dan hal ini tidak pernah kami lakukan. Sesuatu yang janggal saya rasakan, dimana kalau saya bermanja-manja selalu dalam keadaan memakai celana pendek, tapi dalam keadaan saya sekarang hanya menggunakan piyama tanpa memakai apa-apa, dan perasaan ini tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Mungkin ada setan yang melanda diri saya, batang kemaluan saya pun mulai membesar, dan mungkin mami merasakan itu, tapi dia tidak menghiraukannya, masih taraf wajar pikirnya. Sekilas saya melihat ke paha mami, dasternya tersikap, dan tetap mami tidak menghiraukannya.

Dia masih menganggap saya anak kecil yang seperti dulu. Tidak sadarkah dia bahwa saya sudah 16 tahun, dan saya sedang mengalami masa pubertas pertama. Sekarang keadaan semakin tidak karuan, dan timbul dalam pikiran saya untuk melanjutkan lebih jauh lagi dengan sedikit menggeser dasternya memakai paha saya. Dan alangkah terkejutnya saya bahwa mami tidak mengenakan celana dalam. Terlihat gundul di bagian bukit kemaluannya.

Ternyata mami sangat rajin mencukur bulu kemaluannya, maklum dia sangat pembersih. Dengan pura-pura tidak tahu, saya menggeser lagi piyama yang saya pakai. Tersingkap dan terbebaslah penis saya. Dengan sedikit berpura-pura lagi, saya mengambil bantal yang ada di seberang mami, dan secara otomatis batang kemaluan saya menempel persis di samping vaginanya.

Setelah saya mengambil bantal saya tidak kembali lagi dengan posisi pertama, dan pura-pura bertanya.

“Serius kali Ma bacanya..!”

“Iya.., ini ceritanya lagi seru dan menarik.” katanya seakan tidak ada larangan darinya ketika saya sudah mulai jauh bertindak.

Dengan sedikit gerakan, saya menggesek-gesekkan penis saya. Meskipun batang kemaluan saya sudah langsung menempel persis di pinggir vaginanya, mami tidak merasakannya atau berpura-pura. Itulah yang berkecamuk dalam pikiran saya.

“Ah, bodoh amat..!” pikir saya waktu itu.

Dengan telaten saya terus menggesekkan, dan ternyata mami tahu kalau saya agak susah atau memang mami mau memiringkan badannya. Dengan posisi tadi mungkin mami pegal, kemudian mami meletakkan novel di bantal, dan otomatis dia semakin miring posisinya. Mami tidak berkata apa-apa sewaktu dia memiring sedikit lagi yang bertepatan dengan penis saya yang sudah tegang dari tadi seperti sebuah batang kayu.

Sepertinya mami maunya tidak disengaja, atau mami juga menikmatinya. Sekarang tepatlah sudah batang kemaluan saya di belahan vaginanya dengan posisi saya masih memeluk bantal yang membatasi saya dengan buah dadanya.
Saya sangsi kalau mami tidak mengetahui apa yang telah terjadi, tetapi tidak ada tanda-tanda mami melarang perbuatan saya. Sedikit demi sedikit saya menggesek-gesek terus batang kemaluan saya, dan terkuaklah bibir vaginanya. Terasa agak berlendir dan licin vaginanya, dan saya yakin mami pasti menikmati, tapi anehnya mami masih tetap serius membaca novel. Tidak saya hiraukan mami lagi sedang apa. Kemudian dengan sabar saya menggesek-gesekkannya lagi, dan terasa kepala penis saya mulai menerobos bibir vaginanya. Itu semua saya lakukan tanpa berbicara, dan seperti terjadi begitu saja, mungkin mami malu melakukan secara blak-blakan.
Dengan sedikit usaha saya memajukan pantat dan semakin nikmat rasanya, tapi kok agak susah ya masuknya, dimana ukuran kemaluan saya 18 cm panjangnya dengan diameter 3 cm. Tapi dengan dibantu cairan yang mulai keluar dari vagina mami menolong batang kemaluan saya masuk ke dalam dengan sedikit agak menggeser bantal yang saya peluk.
Setelah agak tersentak pantat saya, “Bless..!” masuk semua batang kemaluan saya dan mendiamkan sebentar untuk melihat reaksi mami. Eh ternyata mami masih tetap membaca novel yang ada di tangannya. Dengan sedikit menarik pantat, anda dapat bayangkan posisi saya dengan gaya miring semakin membuat kami erat terhubung. Tetapi saya belum berani memeluk mami, terpaksa bantal lah yang menjadi pegangan saya. Terasa batang kemaluan saya dipijat-pijat, nikmatnya tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Semakin lama penis saya semakin mudah saya maju-mundurkan. Badan mami tertahan dengan papan tempat tidur, jadi kami tetap dengan posisi semula.

Terasa sudah lama saya menggesek-gesek dan memaju- mundurkan batang kemaluan saya di dalam vagina yang dulunya adalah tempat saya lahir. Sudah 10 menit saya melakukannya, semakin licin vaginanya. Tercium bau vagina yang menggairahkan, dan mulai terasa ngilu di kepala penis saya, seperti mau meledak. Setelah sekali goyangan terakhir dan memasukkan dalam-dalam, badanku terasa seperti kesetrum listrik yang bertegangan tinggi.

“Coot.. crott.. croott..!” Saya peluk bantal kuat-kuat dan tetap membenamkan batang kemaluan saya di dalam vaginanya, dan saya melihat wajah mami agak berkerut menahan nikmatnya. Terasa batang kemaluan saya seakan-akan dipijat dengan kuat, dan terasa ada yang menyiram dari dalam vaginanya. Anehnya batang kemaluan saya tidak langsung lemas, tetapi tetap tegang. Dengan sedikit waktu untuk istirahat, saya mendiamkan batang kemaluan saya di dalam vagina mami selama 5 menit.

Setelah rasa ngilunya hilang, baru penis saya mengecil dan saya cabut dari vaginanya. Saya melihat ke arah vaginanya, terlihat keluar sedikit air mani saya dan meleleh di bibir vaginanya. Akhirnya mami bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar sambil berkata,

“Jach udah tidur-tidurannya, udah jam 10 ini.., tadi janjimu kamu mau bangun jam 10, cepatan mandi dan Mama mau mandi juga, mau nyiapin makanmu..!”

“Bret..!” pintu kamar tertutup setelah itu. Saya juga bangkit dari tempat tidur dan langsung mandi. Selasai mandi saya memakai celana pendek dan langsung menuju meja makan.

Saya mendapati mami sudah duduk menunggu saya untuk makan. Sewaktu makan seakan-akan tidak terjadi apa-apa diantara kami. Setelah kejadian pagi itu terjadi, tidak ada perubahan antara hubungan saya dengan mami.
Seperti biasanya, ayah saya telah kembali malam hari, tepatnya pukul 11 malam dan langsung tidur. Memang hal ini sudah merupakan kebiasaannya, tidak pernah punya waktu untuk keluarga, padahal situasi seperti inilah yang saya inginkan, dimana dapat berbincang- bincang dengan ayah atau semua keluarga. Memang dalam berbisnis ayah saya terbilang orang nomor satu di lingkungan saya.

Pagi itu cuacanya sedikit agak cerah dan matahari masuk ke dalam kamar saya karena kamar saya posisinya paling depan, sedangkan kamar mami berada di tengah rumah, dan memiliki kamar membelakangi terbitnya matahari. Terasa silau dengan sinar matahari membuat saya terbangun. Saya pun keluar dari kamar masih dengan menggunakan piyama biasa, tidak mengenakan apa-apa di baliknya. Terus saya lihat seisi rumah, ternyata masih sepi. Saya lihat jam sudah menunjukkan jam 8 siang. Kebetulan bulan ini adalah hari lmamir panjang untuk naik kelas, pada waktu itu saya mau naik ke kelas 3 SMU.

Maksud hati sih masih mau tidur, tapi di kamar saya silau dengan sinar matahari. Gimana ya, mami belum kelihatan, berarti belum bangun.

Terus saya berusaha melangkah ke dapur, ternyata juga belum saya jumpai, berarti benar mami masih tidur di dalam kamarnya. Saya mengarah ke kamar utama, ke kamar ayah dan mami yang lumayan besar. Saya langsung saja mencoba membuka pintu dengan menekan gagang pintu, eh pintunya tidak terkunci. Pelan-pelan saya buka pintu. Benar, terlihat mami masih tertidur pulas, dan saya langsung masuk.

Saya menutup pintu kamar, takut nanti kelihatan pembantu, kan bisa berabe. Kemudian saya mendekati tempat tidur mami, sekilas saya melihat sekeliling kamar tertata rapi, mami memang terkenal suka bersih-bersih. Dengan sedikit lembut saya menghempaskan pantat saya ke tepian tempat tidur, dan sebentar saya perhatikan mami yang sedang tidur nyenyak. Dengan sedikit agak manja saya mencoba membangunkannya.

“Mami.. Mami.., bangun dong..! Udah jam 8 pagi nih..!”

“Ah.., entar aja Jach.., Mami lagi ngantuk nih..!”

Mendengar jawabannya, saya jadi ikut tiduran di tempat tidurnya. Dengan sedikit iseng saya mulai kenekatan saya. Pelan-pelan tetapi pasti, saya sikapkan daster mami dengan tangan. Oh.. oh.., dia tidak memakai CD lagi, terlihat bersih vagina mami. Batang kemaluan saya berdiri tegak dan langsung menyembul dari dalam piyama. Lima menit saya memandangi kemaluan mami sambil mengelus-elus penis yang sudah mulai tinggi tegangannya. Kemudian saya mulai memeluk mami dengan posisi mami miring membelakangi saya. Sewaktu saya memeluk tubuhnya, dengan sedikit tenaga saya menarik tubuh mami, dan ternyata mami tidak melawan dan mengikuti kemauan saya. Sekarang mami menghadap saya sama seperti kemarin, hanya kemarin mami dalam keadaan terbangun, membaca novel dan saya tidak memeluk tubuhnya, tetapi sekarang saya memeluk tubuhnya.

Posisi dasternya agak tersikap lebih ke atas. Saya mencoba mencari pengaitnya tapi tidak ketemu juga, ya sudah tidak usah terbuka semuanya, nanti takut mami marah pikir saya. Dengan posisi memeluk tubuhnya yang susu kenyalnya mengenai dadaku, saya tidak berani membuka dasternya, apalagi takut kedinginan gara-gara AC di kamar mami. Sekarang nafsu saya sudah tidak tertahankan lagi, langsung saya arahkan batang kemaluan saya ke bibir vaginanya, dan ternyata liangnya masih kering dan sedikit agak susah masuknya. Terpaksa saya hanya menggesek-gesek saja bibir kemaluannya.

Terlihat oleh saya vaginanya mulai mengembang dan mengeluarkan cairan, langsung saja saya memasukkan penis saya. Sewaktu saya mendorong, terpleset. Setelah dengan susah payah menggesek-gesek, terlihat bibir vaginanya mulai mengeluarkan cairan sebagai pelumas. Mulai terasa seakan-akan batang kemaluan saya mau ditelan habis oleh vaginanya, dimana bibir vagina mami mulai kembang kempis.

“Ah.. ahk..!” geli sekali rasanya. Ingin rasanya saya memasukkan cepat-cepat, tapi takut terpeleset lagi nanti. Memang agak kesulitan saya memasukkan penis saya. Disaat saya mulai berusaha memasukkan lebih dalam lagi, mami juga rupanya menikmati.

Dengan pura-pura tidur dia sedikit merenggangkan pahanya dan memudahkan penis saya masuk lebih dalam lagi. Dengan sekali dorong, “Bless..!” masuk seluruhnya ke dalam liang senggamanya.

Saya diamkan agak lama dengan maksud mau melihat bagaimana reaksi mami. Saya sengaja tidak mau menggoyangkan pantat saya, dan ternyata terasa tanggung bagi mami. Kemudian dengan sedikit gerakan, mami memaju-mundurkan pantatnya.

Melihat reaksinya, saya juga langsung memulai bergoyang dengan sedikit kelembutan. Secara tidak langsung saya memeluk mami, dan mami masih tetap menjaga sikap dengan tidak mau blak-blakan melakukannya. Tidak perduli saya dorong badannya dengan posisi saya menindihnya, sedang batang kemaluan saya mulai terasa mengalami tegangan tinggi.

Dengan posisi saya di atas mami yang dengan sikap merenggangkan kakinya lebar-lebar semakin cepat saya memompa, dan sekali-kali mami mengikuti irama dengan mengangkat pantatnya. Ada sekitar 20 menit saya melakukannya dan mulai terasa geli di ujung penis saya, dan “Cret.. cret.. cret..!” saya tumpahkan semuanya ke dalam kandungan mami dimana saya juga pernah dikandungnya. Saya diamkan selama kurang lebih 5 menit. Karena takut mami merasa berat dengan badan saya, saya tetap memeluknya dengan posisi miring sekarang, dan batang keamluan saya masih tetap menancap di dalam vaginanya.

Setelah 10 menit terasa penis saya masih tegang. Kembali dengan sikap yang sama kulakukan lagi sampai 3 kali hari itu. Setelah selesai saya tertidur, dan sewaktu saya bangun mami tidak ada lagi.

Ketika saya cari-cari, dia sedang masak di dapur dan menegur saya.

“Udah mandi belon Jach..? Mandi gih..!” katany seakan-akan tidak ada yang terjadi. Memang mami sangat menikmatinya, begitulah kami melakukan hampir setiap hari dengan mami tetap menjaga sikap seakan tidak mau melakukan.
readmore »»  

Cerita Dewasa | Hadiah Kedewasaan dari Mbak Yuni

Kejadian ini terjadi ketika aku lulus dari SMU. Perkenalkan, namaku Aris. Kejadian ini tidak akan terlupakan karena ini adalah pertama kalinya aku merasakan nikmatnya sex yang sebenarnya. Pada waktu itu aku make love dengan Mbak Yuni yang umurnya kira-kira 10 tahun lebih tua dariku. Wajahnya manis dan kulitnya putih.
Mbak Yuni adalah anak tetangga nenekku di desa daerah Cilacap yang ikut dengan keluargaku di Kota Semarang sejak SMP. Waktu SD ia sekolah di desa, setelah itu ia diajak keluargaku di kota untuk melanjutkan sekolah sekaligus membantu keluargaku terutama merawat aku. Kami sangat akrab bahkan di juga sering ngeloni aku. Mbak Yuni ikut dengan keluargaku sampai dia lulus SMA atau aku kelas 2 SD dan dia kembali ke desa. Namanya juga anak kecil, jadi aku belum ada perasaan apa-apa terhadapnya.
Setelah itu kami jarang bertemu, paling-paling hanya setahun satu atau dua kali. Tiga tahun kemudian ia menikah dan waktu aku kelas dua SMP aku harus pindah luar Jawa ke Kota Makassar mengikuti ayah yang dipindah tugas. Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi. Kami hanya berhubungan lewat surat dan kabarnya ia sekarang telah memiliki seorang anak. pada waktu aku lulus SMA aku pulang ke rumah nenek dan berniat mencari tempat kuliah di Kota Yogya.
Sesampai di rumah nenek aku tahu bahwa Mbak Yuni sudah punya rumah sendiri dan tinggal bersama suaminya di desa seberang. Setelah dua hari di rumah nenek aku berniat mengunjungi rumah Mbak Yuni. Setelah diberi tahu arah rumahnya (sekitar 1 km) aku pergi kira-kira jam tiga sore dan berniat menginap. Dari sinilah cerita ini berawal.

Setelah berjalan kurang lebih 20 menit, akhirnya aku sampai di rumah yang ciri-cirinya sama dengan yang dikatakan nenek. Sejenak kuamati kelihatannya sepi, lalu aku coba mengetok pintu rumahnya.
"Ya sebentar.." terdengar sahutan wanita dari dalam.
Tak lama kemudian keluar seorang wanita dan aku masih kenal wajah itu walau lama tidak bertemu. Mbak Yuni terlihat manis dan kulitnya masih putih seperti dulu. Dia sepertinya tidak mengenaliku.
"Cari siapa ya? tanya Mbak Yuni".
"Anda Mbak Yuni kan?" aku balik bertanya.
"Iya benar, anda siapa ya dan ada keperluan apa?" Mbak Yuni kembali bertanya dengan raut muka yang berusaha mengingat-ingat.
"Masih inget sama aku nggak Mbak? Aku Aris Mbak, masak lupa sama aku", kataku.
"Kamu Aris anaknya Pak Tono?" kata Mbak Yuni setengah nggak percaya.
"Ya ampun Ris, aku nggak ngenalin kamu lagi. Berapa tahun coba kita nggak bertemu." Kata Mbak Yuni sambil memeluk tubuhku dan menciumi wajahku.
Aku kaget setengah mati, baru kali ini aku diciumi seorang wanita. Aku rasakan buah dadanya menekan dadaku. Ada perasaan lain muncul waktu itu.
"Kamu kapan datangnya, dengan siapa" kata Mbak Yuni sambil melepas pelukannya.
"Saya datang dua hari lalu, saya hanya sendiri." kataku.
"Eh iya ayo masuk, sampai lupa, ayo duduk." Katanya sambil menggeret tanganku.
Kami kemudian duduk di ruang tamu sambil mengobrol sana-sini, maklum lama nggak tetemu. Mbak Yuni duduk berhimpitan denganku. Tentu saja buah dadanya menempel di lenganku. Aku sedikit terangsang karena hal ini, tapi aku coba menghilangkan pikiran ini karena Mbak Yuni sudah aku anggap sebagai keluarga sendiri.
"Eh iya sampai lupa buatin kamu minum, kamu pasti haus, sebentar ya.." kata Mbak Yuni ditengah pembicaraan.
Tak lama kemudian ia datang, "Ayo ini diminum", kata Mbak Yuni.
"Kok sepi, pada kemana Mbak?" Tanyaku.
"Oh kebetulan Mas Heri (suaminya Mbak Yuni) pergi kerumah orang tuanya, ada keperluan, rencananya besok pulangya dan si Dani (anaknya Mbak Yuni) ikut" jawab Mbak Yuni.
"Belum punya Adik Mbak dan Mbak Yuni kok nggak ikut?" tanyaku lagi.
"Belum Ris padahal udah pengen lho.. tapi memang dapatnya lama mungkin ya, kayak si Dani dulu. Mbak Yuni ngurusi rumah jadi nggak bisa ikut" katanya.
"Eh kamu nginep disini kan? Mbak masih kangen lho sama kamu" katanya lagi.
"Iya Mbak, tadi sudah pamit kok" kataku.
"Kamu mandi dulu sana, ntar keburu dingin" kata Mbak Yuni.
Lalu aku pergi mandi di belakang rumah dan setelah selesai aku lihat-lihat kolam ikan di belakang rumah dan kulihat Mbak Yuni gantian mandi. Kurang lebih lima belas menit, Mbak Yuni selesai mandi dan aku terkejut karena ia hanya mengenakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Aku pastikan ia tidak memakai BH dan mungkin CD juga karena tidak aku lihat tali BH menggantung di pundaknya.
"Sayang Ris ikannya masih kecil, belum bisa buat lauk" kata Mbak Yuni sambil melangkah ke arahku lalu kami ngobrol sebentar tentang kolam ikannya.
Kulihat buah dadanya sedikit menyembul dari balutan handuknya dan ditambah bau harum tubuhnya membuatku terangsang. Tak lama kemudian ia pamit mau ganti baju. Mataku tak lepas memperhatikan tubuh Mbak Yuni dari belakang. Kulitnya benar-benar putih. Sepasang pahanya putih mulus terlihat jelas bikin burungku berdiri. Ingin rasanya aku lepas handuknya lalu meremas, menjilat buah dadanya, dan menusuk-nusuk selangkangannya dengan burungku seperti dalam bokep yang sering aku lihat. Sejenak aku berkhayal lalu kucoba menghilangkan khayalan itu.
Haripun berganti petang, udara dingin pegunungan mulai terasa. Setelah makan malam kami nonton teve sambil ngobrol banyak hal, sampai tak terasa sudah pukul sembilan.
"Ris nanti kamu tidur sama aku ya, Mbak kangen lho ngeloni kamu" kata Mbak Yuni.
"Apa Mbak?" Kataku terkejut.
"Iya.. Kamu nanti tidur sama aku saja. Inget nggak dulu waktu kecil aku sering ngeloni kamu" katanya.
"Iya Mbak aku inget" jawabku.
"Nah ayo tidur, Mbak udah ngantuk nih" kata Mbak Yuni sambil beranjak melangkah ke kamar tidur dan aku mengikutinya dari belakang, pikiranku berangan-angan ngeres. Sampai dikamar tidur aku masih ragu untuk naik ke ranjang.
"Ayo jadi tidur nggak?" tanya Mbak Yuni.
Lalu aku naik dan tiduran disampingnya. Aku deg-degan. Kami masih ngobrol sampai jam 10 malam.
"Tidur ya.. Mbak udah ngantuk banget" kata Mbak Yuni.
"Iya Mbak" kataku walaupun sebenarnya aku belum ngantuk karena pikiranku semakin ngeres saja terbayang-bayang pemandangan menggairahkan sore tadi, apalagi kini Mbak Yuni terbaring di sampingku, kurasakan burungku mengeras.
Aku melirik ke arah Mbak Yuni dan kulihat ia telah tertidur lelap. Dadaku semakin berdebar kencang tak tahu apa yang harus aku lakukan. Ingin aku onani karena sudah tidak tahan, ingin juga aku memeluk Mbak Yuni dan menikmati tubuhnya, tapi itu tidak mungkin pikirku. Aku berusaha menghilangkan pikiran kotor itu, tapi tetap tak bisa sampai jam 11 malam. Lalu aku putus kan untuk melihat paha Mbak Yuni sambil aku onani karena bingung dan udah tidak tahan lagi.
Dengan dada berdebar-debar aku buka selimut yang menutupi kakinya, kemudian dengan pelan-pelan aku singkapkan roknya hingga celana dalam hitamnya kelihatan, dan terlihatlah sepasang paha putih mulus didepanku beitu dekat dan jelas. Semula aku hanya ingin melihatnya saja sambil berkhayal dan melakukan onani, tetapi aku penasaran ingin merasakan bagaimana meraba paha seorang perempuan tapi aku takut kalau dia terbangun. Kurasakan burungku melonjak-lonjak seakan ingin melihat apa yang membuatnya terbangun. Karena sudah dikuasai nafsu akhirnya aku nekad, kapan lagi kalau tidak sekarang pikirku.
Dengan hati-hati aku mulai meraba paha Mbak Yuni dari atas lutut lalu keatas, terasa halus sekali dan kulakukan beberapa kali. Karena semakin penasaran aku coba meraba celana dalamnya, tetapi tiba-tiba Mbak Yuni terbangun.
"Aris! Apa yang kamu lakukan!" kata Mbak Yuni dengan terkejut.
Ia lalu menutupi pahanya dengan rok dan selimutnya lalu duduk sambil menampar pipiku. Terasa sakit sekali.
"Kamu kok berani berbuat kurang ajar pada Mbak Yuni. Siapa yang ngajari kamu?" kata Mbak Yuni dengan marah.
Aku hanya bisa diam dan menunduk takut. Burungku yang tadinya begitu perkasa aku rasakan langsung mengecil seakan hilang.
"Tak kusangka kamu bisa melakukan hal itu padaku. Awas nanti kulaporkan kamu ke nenek dan bapakmu" kata Mbak Yuni.
"Ja.. jangan Mbak" kataku ketakutan.
"Mbak Yuni kan juga salah" kataku lagi membela diri.
"Apa maksudmu?" tanya Mbak Yuni.
"Mbak Yuni masih menganggap saya anak kecil, padahal saya kan udah besar Mbak, sudah lebih dari 17 tahun. Tapi Mbak Yuni masih memperlakukan aku seperti waktu aku masih kecil, pakai ngeloni aku segala. Trus tadi sore juga, habis mandi Mbak Yuni hanya memakai handuk saja didepanku. Saya kan lelaki normal Mbak" jelasku.
Kulihat Mbak Yuni hanya diam saja, lalu aku berniat keluar dari kamar.
"Mbak.. permisi, biar saya tidur saja di kamar sebelah" kataku sambil turun dari ranjang dan berjalan keluar.
Mbak Yuni hanya diam saja. Sampai di kamar sebelah aku rebahkan tubuhku dan mengutuki diriku yang berbuat bodoh dan membayangkan apa yang akan terjadi besok. Kurang lebih 15 menit kemudian kudengar pintu kamarku diketuk.
"Ris.. kamu masih bangun? Mbak boleh masuk nggak?" Terdengar suara Mbak Yuni dari luar.
"Ya Mbak, silakan" kataku sambil berpikir mau apa dia.
Mbak Yuni masuk kamarku lalu kami duduk di tepi ranjang. Aku lihat wajahnya sudah tidak marah lagi.
"Ris.. Maafkan Mbak ya telah nampar kamu" katanya.
"Seharusnya saya yang minta maaf telah kurang ajar sama Mbak Yuni" kataku.
"Nggak Ris, kamu nggak salah, setelah Mbak pikir, apa yang kamu katakan tadi benar. Karena lama nggak bertemu, Mbak masih saja menganggap kamu seorang anak kecil seperti dulu aku ngasuh kamu. Mbak tidak menyadari bahwa kamu sekarang sudah besar" kata Mbak Yuni.
Aku hanya diam dalam hatiku merasa lega Mbak Yuni tidak marah lagi.
"Ris, kamu bener mau sama Mbak?" tanya Mbak Yuni.
"Maksud Mbak?" kataku terkejut sambil memandangi wajahnya yang terlihat bagitu manis.
"Iya.. Mbak kan udah nggak muda lagi, masa' sih kamu masih tertarik sama aku?" katanya lagi.
Aku hanya diam, takut salah ngomong dan membuatnya marah lagi.
"Maksud Mbak.., kalau kamu bener mau sama Mbak, aku rela kok melakukannya dengan kamu" katanya lagi.
Mendengar hal itu aku tambah terkejut, seakan nggak percaya.
"Apa Mbak" kataku terkejut.
"Bukan apa-apa Ris, kamu jangan berpikiran enggak-enggak sama Mbak. Ini hanya untuk meyakinkan Mbak bahwa kamu telah dewasa dan lain kali tidak menganggap kamu anak kecil lagi" kata Mbak Yuni
Lagi-lagi aku hanya diam, seakan nggak percaya. Ingin aku mengatakan iya, tapi takut dan malu. Mau menolak tapi aku pikir kapan lagi kesempatan seperti ini yang selama ini hanya bisa aku bayangkan.
"Gimana Ris? Tapi sekali aja ya.. dan kamu harus janji ini menjadi rahasia kita berdua" kata Mbak Yuni.
Aku hanya mengangguk kecil tanda bahwa aku mau.
"Kamu pasti belum pernah kan?" kata Mbak Yuni.
"Belum Mbak, tapi pernah lihat di film" kataku.
"Kalau begitu aku nggak perlu ngajari kamu lagi" kata Mbak Yuni.
Mbak Yuni lalu mencopot bajunya dan terlihatlah buah dadanya yang putih mulus terbungkus BH hitam, aku diam sambil memperhatikan, birahiku mulai naik. Lalu Mbak Yuni mencopot roknya dan paha mulus yang aku gerayangi tadi terlihat. Tangannya diarahkan ke belakang pundak dan BH itupun terlepas, sepasang buah dada berukuran sedang terlihat sangat indah dipadu dengan puting susunya yang mencuat kedepan. Mbak Yuni lalu mencopot CD hitamnya dan kini ia telah telanjang bulat. Penisku terasa tegang karena baru pertama kali ini aku melihat wanita telanjang langsung dihadapanku. Ia naik ke atas ranjang dan merebahkan badannya terlentang. Aku begitu takjub, bayangkan ada seorang wanita telanjang dan pasrah berbaring di ranjang tepat dihadapanku. Aku tertegun dan ragu untuk melakukannya.
"Ayo Ris.. apa yang kamu tunggu, Mbak udak siap kok, jangan takut, nanti Mbak bantu" kata Mbak Yuni.
Segera aku melepaskan semua pakaianku karena sebenarnya aku sudah tidak tahan lagi. Kulihat Mbak Yuni memperhatikan burungku yang berdenyut-denyut, aku lalu naik ke atas ranjang. Karena sudah tidak sabar, langsung saja aku memulainya. Langsung saja aku kecup bibirnya, kulumat-lumat bibirnya, terasa ia kurang meladeni bibirku, aku pikir mungkin suaminya tidak pernah melakukannya, tapi tidak aku hiraukan, terus aku lumat bibirnya. Sementara itu kuarahkan tanganku ke dadanya. Kutemukan gundukan bukit, lalu aku elus-elus dan remas buah dadanya sambil sesekali memelintir puting susunya.
"Ooh.. Ris.. apa yang kau lakukan.. ergh.. sshh.." Mbak Yuni mulai mendesah tanda birahinya mulai naik, sesekali kurasakan ia menelan ludahnya yang mulai mengental. Setelah puas dengan bibirnya, kini mulutku kuarahkan ke bawah, aku ingin merasakan bagaimana rasanya mengulum buah dada. Sejenak aku pandangi buah dada yang kini tepat berada di hadapanku, ooh sungguh indahnya, putih mulus tanpa cacat sedikitpun, seperti belum pernah terjamah lelaki. Langsung aku jilati mulai dari bawah lalu ke arah putingnya, sedangkan buah dada kanannya tetap kuremas-remas sehingga tambah kenyal dan mengeras.
"Emmh oh aarghh" Mbak Yuni mendesah hebat ketika aku menggigit puting susunya.
Kulirik wajahnya dan terlihat matanya merem melek dan giginya menggigit bibir bawahnya. Kini jariku kuarahkan ke selangkangannya. Disana kurasakan ada rumput yang tumbuh di sekeliling memeknya. Jari-jariku kuarahkan kedalamnya, terasa lubang itu sudah sangat basah, tanda bahwa ia sudah benar-benar terangsang. Kupermainkan jari-jariku sambil mencari klentitnya. Kugerakkan jari-jariku keluar masuk di dalam lubang yang semakin licin tersebut.
"Aargghh.. eemhh.. Ris kam.. mu ngapainn oohh.." kata Mbak Yuni meracau tak karuan, kakinya menjejak-jejak sprei dan badannya mengeliat-geliat. Tak kupedulikan kata-katanya. Tubuh Mbak Yuni semakin mengelinjang dikuasai nafsu birahi. Kuarasakan tubuh Mbak Yuni menegang dan kulihat wajahnya memerah bercucuran keringat, aku pikir dia sudah mau klimaks. Kupercepat gerakan jariku didalam memeknya.
"Ohh.. arghh.. oohh.." kata Mbak Yuni dengan nafas tersengal-sengal dan tiba-tiba..
"Oohh aahh.." Mbak Yuni mendesah hebat dan pinggulnya terangkat, badannya bergetar hebat beberapa kali. Terasa cairan hangat memenuhi memeknya.
"Ohh.. ohh.. emhh.." Mbak Yuni masih mendesah-desah meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.
"Ris apa yang kamu lakukan kok Mbak bisa kayak gini" tanya Mbak Yuni.
"Kenapa emangnya Mbak? Kataku.
"Baru kali ini aku merasakan nikmat seperti ini, luar biasa" kata Mbak Yuni.
Ia lalu bercerita bahwa selama bersama suaminya ia tidak pernah mendapatkan kepuasan, karena mereka hanya sebentar saja bercumbu dan dalam bercinta suaminya cepat selesai.
"Mbak sekarang giliranku" kubisikkan ditelinganya, Mbak Yuni mengangguk kecil.
Aku mulai mencumbunya lagi. Kulakukan seperti tadi, mulai dari bibirnya yang kulumat, lalu buah dadanya yang aku nikmati, tak lupa jari-jariku kupermainkan di dalam memeknya.
"Aarghh.. emhh.. ooh.." terdengar Mbak Yuni mulai mendesah-desah lagi tanda ia telah terangsang.
Setelah aku rasa cukup, aku ingin segera merasakan bagaimana rasanya menusukkan burungku ke dalam memeknya. Aku mensejajarkan tubuhku diatas tubuhnya dan Mbak Yuni tahu, ia lalu mengangkangkan pahanya dan kuarahkan burungku ke memeknya. Setelah sampai didepannya aku ragu untuk melakukannya.
"Ayo Ris jangan takut, masukin aja" kata Mbak Yuni.
Perlahan-lahan aku masukkan burungku sambil kunikmati, bless terasa nikmat saat itu. Burungku mudah saja memasuki memeknya karena sudah sangat basah dan licin. Kini mulai kugerakkan pinggulku naik turun perlahan-lahan. Ohh nikmatnya.
"Lebih cepat Ris arghh.. emhh" kata Mbak Yuni terputus-putus dengan mata merem-melek.
Aku percepat gerakanku dan terdengar suara berkecipak dari memeknya.
"Iya.. begitu.. aahh.. ter.. rrus.. arghh.." Mbak Yuni berkata tak karuan.
Keringat kami bercucuran deras sekali. Kulihat wajahnya semakin memerah.
"Ris, Mbak mau.. enak lagi.. oohh.. ahh.. aahh.. ahh.." kata Mbak Yuni sambil mendesah panjang, tubuhnya bergetar dan kurasakan memeknya dipenuhi cairan hangat menyiram penisku.
Remasan dinding memeknya begitu kuat, akupun percepat gerakanku dan.. croott.. akupun mencapai klimaks aahh.., kubiarkan air maniku keluar di dalam memeknya. Kurasakan nikmat yang luar biasa, berkali-kali lebih nikmat dibandingkan ketika aku onani. Aku peluk tubuhnya erat-erat sambil mengecup puting susunya menikmati kenikmatan sex yang sesungguhnya yang baru aku rasakan pertama kali dalam hidupku. Setelah cukup kumenikmatinya aku cabut burungku dan merebahkan badanku disampinya.
"Mbak Yuni, terima kasih ya.." kubisikkan lirih ditelinganya sambil kukecup pipinya.
"Mbak juga Ris.. baru kali ini Mbak merasakan kepuasan seperti ini, kamu hebat" kata Mbak Yuni lalu mengecup bibirku.
Kami berdua lalu tidur karena kecapaian.
Kira-kira jam 3 pagi aku terbangun dan merasa haus sekali, aku ingin mencari minum. Ketika aku baru mau turun dari ranjang, Mbak Yuni juga terbangun.
"Kamu mau kemana Ris.." katanya.
"Aku mau cari minum, aku haus. Mbak Yuni mau?" Kataku.
Ia hanya mengangguk kecil. Aku ambil selimut untuk menutupi anuku lalu aku ke dapur dan kuambil sebotol air putih.
"Ini Mbak minumnya" kataku sambil kusodorkan segelas air putih.
Aku duduk di tepi ranjang sambil memandangi Mbak Yuni yang tubuhnya ditutupi selimut meminum air yang kuberikan.
"Ada apa Ris, kok kamu memandangi Mbak" katanya.
"Ah nggak Papa. Mbak cantik" kataku sedikit merayu.
"Ah kamu Ris, bisa aja, Mbak kan udah tua Ris" kata Mbak Yuni.
"Bener kok, Mbak malah makin cantik sekarang" kataku sambil kukecup bibirnya.
"Ris.. boleh nggak Mbak minta sesuatu" kata Mbak Yuni.
"Minta apa Mbak?" tanyaku penasaran.
"Mau nggak kamu kalau.." kata Mbak Yuni terhenti.
"Kalau apa Mbak?" kataku penuh tanda tanya.
"Kalau.. kalau kamu emm.. melakukannya lagi" kata Mbak Yuni dengan malu-malu sambil menunduk, terlihat pipinya memerah.
"Lho.. katanya tadi, sekali aja ya Ris.., tapi sekarang kok?" kataku menggodanya.
"Ah kamu, kan tadi Mbak nggak ngira bakal kayak gini" katanya manja sambil mencubit lenganku.
"Dengan senang hati aku akan melayani Mbak Yuni" kataku.
Sebenarnya aku baru mau mengajaknya lagi, e.. malah dia duluan. Ternyata Mbak Yuni juga ketagihan. Memang benar jika seorang wanita pernah merasa puas, dia sendiri yang akan meminta. Kami mulai bercumbu lagi, kali ini aku ingin menikmati dengan dengan sepuas hatiku. Ingin kunikmati setiap inci tubuhnya, karena kini aku tahu Mbak Yuni juga sangat ingin. Seperti tadi, pertama-tama bibirnya yang kunikmati. Dengan penuh kelembutan aku melumat-lumat bibir Mbak Yuni.
Aku makin berani, kugunakan lidahku untuk membelah bibirnya, kupermainkan lidahku. Mbak Yuni pun mulai berani, lidahnya juga dipermainkan sehingga lidah kami saling beradu, membuatku semakin betah saja berlama-lama menikmati bibirnya. Tanganku juga seperti tadi, beroperasi di dadanya, kuremas-remas dadanya yang kenyal mulai dari lembah hingga ke puncaknya lalu aku pelintir putingnya sehingga membuatnya menggeliat dan mengelinjang. Dua bukit kembar itupun semakin mengeras. Ia menggigit bibirku ketika kupelintir putingnya.
Aku sudah puas dengan bibirnya, kini mulutku mengulum dan melumat buah dadanya. Dengan sigap lidahku menari-nari diatas bukitnya yang putih mulus itu. Tanganku tetap meremas-remas buah dadanya yang kanan. Kulihat mata Mbak Yuni sangat redup, dan ia memagut-magut bibirnya sendiri, mulutnya mengeluarkan desahan erotis.
"Oohh.. arghh.. en.. ennak Ris.. emhh.." kata Mbak Yuni mendesah-desah.
Tiba-tiba tangannya memegang tanganku yang sedang meremas-remas dadanya dan menyeretnya ke selangkangannya. Aku paham apa yang diinginkannya, rupanya ia ingin aku segera mempermainkan memeknya. Jari-jarikupun segera bergerilya di memeknya. Kugerakkan jariku keluar masuk dan kuelus-elus klentitnya membuatnya semakin menggelinjang tak karuan.
"Ya.. terruss.. aarggghh.. emmhh.. enak.. oohh.." mulut Mbak Yuni meracau.
Setiap kali Mbak Yuni terasa mau mencapai klimaks, aku hentikan jariku menusuk memeknya, setelah dia agak tenang, aku permainkan lagi memeknya, kulakukan beberapa kali.
"Emhh Ris.. ayo dong jangan begitu.. kau jahat oohh.." kata Mbak Yuni memohon.
Mendengarnya membuatku merasa kasihan juga, tapi aku tidak akan membuatnya klimaks dengan jariku tetapi dengan mulutku, aku benar-benar ingin mencoba semua yang pernah aku lihat di bokep.
Segera aku arahkan mulutku ke selangkangannya. Kusibakkan rumput-rumpuat hitam yang disekeliling memeknya dan terlihatlah memeknya yang merah dan mengkilap basah, sungguh indah karena baru kali ini melihatnya. Aku agak ragu untuk melakukannya, tetapi rasa penasaranku seperti apa sih rasanya menjilati memek lebih besar. Segera aku jilati lubang itu, lidahku kujulurkan keluar masuk.
"Ris.. apa yang kamu lakukan.. arghh itu kan ji.. jik emhh.." kata Mbak Yuni.
Ia terkejut aku menggunakan mulutku untuk menjilati memeknya, tapi aku tidak pedulikan kata-katanya. Ketika lidahku menyentuh kelentitnya, ia mendesah panjang dan tubuhnya menggeliat tak karuan dan tak lama kemudian tubuhnya bergetar beberapa kali, tangannya mencengkeram sprei dan mulutku di penuhi cairan yang keluar dari liang kewanitaannya.
"Ohmm.. emhh.. ennak Ris.. aahh.." kata Mbak Yuni ketika ia klimaks.
Setelah Mbak Yuni selesai menikmati kenikmatan yang diperolehnya, aku kembali mencumbunya lagi karena aku juga ingin mencapai kepuasan.
"Gantian Mbak diatas ya sekarang" kataku.
"Gimana Ris aku nggak ngerti" kata Mbak Yuni.
Daripada aku menjelaskan, langsung aku praktekkan. Aku tidur telentang dan Mbak Yuni aku suruh melangkah diatas burungku, tampaknya ia mulai mengerti. Tangannya memegang burungku yang tegang hebat lalu perlahan-lahan pinggangnya diturunkan dan memeknya diarahkan ke burungku dan dalam sekejap bless burungku hilang ditelan memeknya. Mbak Yuni lalu mulai melakukan gerakan naik turun, ia angkat pinggangnya dan ketika sampai di kepala penisku ia turunkan lagi. Mula-mula ia pelan-pelan tapi ia kini mulai mempercepat gerakannya.
Kulihat wajahnya penuh dengan keringat, matanya sayu sambil merem melek dan sesekali ia melihat kearahku. Mulutnya mendesis-desih. Sungguh sangat sexy wajah wanita yang sedang dikuasai nafsu birahi dan sedang berusaha untuk mencapai puncak kenikmatan. Wajah Mbak Yuni terlihat sangat cantik seperti itu apalagi ditambah rambut sebahunya yang terlihat acak-acakan terombang ambing gerakan kepalanya. Buah dadanya pun terguncang-guncang, lalu tanganku meremas-remasnya. Desahannya tambah keras ketika jari-jariku memelintir puting susunya.
"Oh emhh yaah.. ohh.." itulah kata-kata yang keluar dari mulut Mbak Yuni.
"Aku nggak kuat lagi Ris.." kata Mbak Yuni sambil berhenti menggerakkan badannya, aku tahu ia segera mencapai klimaks.
Kurebahkan badannya dan aku segera memompa memeknya dan tak lama kemudian Mbak Yuni mencapai klimaks. Kuhentikan gerakanku untuk membiarkan Mbak Yuni menikmati kenikmatan yang diperolehnya. Setelah itu aku cabut penisku dan kusuruh Mbak Yuni menungging lalu kumasukkan burungku dari belakang. Mbak Yuni terlihat hanya pasrah saja terhadap apa yang aku lakukan kepadanya. Ia hanya bisa mendesah kenikmatan.
Setelah puas dengan posisi ini, aku suruh Mbak Yuni rebahan lagi dan aku masukkan lagi burungku dan memompa memeknya lagi karena aku sudah ingin sekali mengakhirinya. Beberapa saat kemudian Mbak Yuni ingin klimaks lagi, wajahnya memerah, tubuhnya menggelinjang kesana kemari.
"Ahh.. oh.. Mbak mau enak lagi Ris.. arrghh ahh.." kata Mbak Yuni.
"Tunggu Mbak, ki kita bareng aku juga hampir" kataku.
"Mbak udah nggak tahan Ris.. ahh.." kata Mbak Yuni sambil mendesah panjang, tubuhnya bergetar hebat, pinggulnya terangkat naik. Cairan hangat menyiram burungku dan kurasakan dinding memeknya seakan-akan menyedot penisku begitu kuat dan akhirnya akupun tidak kuat dan croott.. akupun mencapai klimaks, oh my god nikmatnya luar biasa. Lalu kami saling berpelukan erat menikmati kenikmatan yang baru saja kami raih.
readmore »»  

Cerita Dewasa | Gara-Gara Pake Daster, Keponakanku Jadi Nakal

Cerita dewasa sedarah dengan tanteku ini bermula saat aku masih duduk dikelas 3 smu. Oh ya Namaku Wawan, umurku sekarang 26 tahun. Ada sebuah Cerita Dewasa Seks yang sampai saaat ini masih saja terus kukenang dan selalu kuingat. yaitu sebuah kejadian cerita dewasa yang masih terus kuingat sampai saat ini. Saat sma aQu dititipkan kepada seorang tanteku. Tanteku ini cantik dan tubuhnya mulus aduhai bikin semua pria yang liat pasti pengen segera berhubungan tubuh dengannya. Oke deh langsung aja pada inti cerita kali ini. Yuk kita simak aja gimana sih adegan seks sedarah yang saya lakukan dengan tanteku ini ?

cerita dewasa,cerita panas,koleksi ribuan cerita dewasa dan cerita sedarah terlengkap

Tanteku namanya Yuni, dia ini seorang “Single parent” dengan tiga orang anak; dua perempuan dan satu laki-laki. Suaminya sudah meninggal karena kecelakaan mobil. Suaminya ini memang seorang pembalap lokal yang tidak terkenal namanya. Dengan tiga orang anak dan umurnya yang sudah 37 tahun, tanteku ini masih saja kelihatan seksi. Tubuhnya terawat, karena dengan kondisi keuangannya yang mapan, tanteku secara teratur senam. Hasilnya, walaupun dengan tiga orang anak,
tubuhnya tetap terawat dengan baik. Pantatnya besar dengan pinggul yang juga besar tapi pahanya selain putih dan mulus juga singset tanpa ada tumpukan lemak sedikitpun. Payudaranya lumayan besar, entah kira-kira berapa ukurannya akupun tidak tahu tapi yang jelas masih sekal tidak kendor layaknya seorang Ibu yang sudah melahirkan tiga orang anak.

Kejadiannya berawal pada saat yang tidak diduga sama sekali. Saat itu di rumah sedang tidak ada orang hanya ada tanteku yang sedang asyik memasak untuk hidangan makan siang, kebetulan hari itu jadwal mengajar tanteku hanya satu mata kuliah saja. Sepulang sekolah, aku menemukan tanteku didapur sedang asyik memasak. Dengan langkah gontai karena kecapekan, aku langsung menghampiri meja makan.

“Tante Yun, belum siap yah makanannya?” tanyaku kelaparan.
“Belum Wan, sabar yah. Ini lo si Suti (pembantu tanteku) pulang tadi pagi, jadinya ya gini nih repot sendiri” keluh tanteku
Di dahinya terlihat cucuran keringat, belum lagi tangannya yang belepotan dengan berbagai macam bumbu yang sedang diraciknya. Kelihatan sekali kalau tanteku tidak pernah kerja “Sekeras” ini. Walaupun begitu, entah kenapa terlihat sekali wajah tanteku semakin cantik. Saat itu dia hanya menggunakan daster pendek yang sebenarnya tidak ketat tapi karena bentuk pantat dan pinggulnya yang besar, daster itu jadi kelihatan agak ketat dan memetakan garis dari celana dalamnya kalau dia sedang membungkukkan badannya. “Ah, seksi sekali” pikirku kotor.

“Wawan bantuin ya Tante?” tawarku.
“Boleh Wan, sini!” ternyata tanteku tidak keberatan.
Tidak ada angin tidak ada hujan, belum sampai aku mendekat, entah karena apa tiba-tiba kran air di cucian piring copot dari pangkalnya. Otomatis air yang langsung dari tandon air yang penuh menyembur dengan derasnya mengenai tanteku yang kebetulan ada didepannya.
“Aduh Wan, tolong.., gimana ini?” tanteku dengan paniknya berusaha menutupi saluran air yang menyembur dengan tangannya.
Karena tubuh tanteku tidak terlalu tinggi, untuk mencapai saluran itu dia harus sedikit membungkuk. Terlihat sekali dasternya yang sudah basah kuyup itu sekali lagi memetakan pantatnya yang besar. Garis celana dalamnya kini terlihat lebih jelas.
Dengan tergesa-gesa, tanpa pikir-pikir lagi aku segera mendekat dan membantunya menutup saluran air itu dengan tanganku juga. Tanpa aku sadari ternyata posisi tubuhku saat itu seperti memeluk tubuhnya dari belakang. Bisa di bayangkan, tanpa sengaja juga kontolku mengenai belahan pantatnya yang sekal. Keadaan ini bertahan beberapa lama. Hingga menimbulkan sesuatu yang kotor dipikiranku.
“Aduh Wan gimana ini?” tanya tanteku tanpa bisa bergerak.
“Duh gimana ya Tante, aku juga bingung.” kataku mengulur waktu.
Saat itu, karena gesekan-gesekan yang berlebihan di kontolku, aku jadi tidak bisa menahan gairah untuk merasakan tubuhnya. Pelan-pelan aku melepas satu tanganku dari saluran air itu, pura-pura meraba-raba disekitar cucian piring, mencari sesuatu untuk menutup saluran air itu sementara. Tanpa sepengetahuannya aku justru melepas celanaku berikut juga celana dalamku. Memang agak susah tapi akhirnya aku berhasil dan dengan tetap pada posisi semula kini bagian bawahku sudah tidak tertutup apa-apa lagi.

“Wah, nggak ada yang bisa buat nutup Tante. Sebentar Wawan carikan dulu yah”
Kini niatku sudah tidak bisa ditahan lagi, pelan-pelan aku melepas peganganku di saluran air.
“Pegang dulu Tante” kataku sedikit terengah menahan gairah.
“Yah, gih sana cepetan, Tante sudah pegal nih” sungut tanteku.
Kemudian tanpa pikir panjang, secepat kilat aku menyingkap dasternya, kemudian secepat kilat juga berusaha untuk melorotkan celana dalamnya yang entah warnanya apa, karena sudah basah kuyup oleh air, warna aslinya jadi tersamar.
“Ehh.. apa-apan ini Wan, jangan gitu dong!?” tanpa sadar tanteku melepas pegangannya disaluran air untuk menahan tanganku yang masih berusaha melepaskan celana dalamnya. Air menyembur lagi.

“Auhh.. ohh” suara tanteku jadi tidak jelas karena mulutnya kemasukan air. Tanpa sadar juga tanteku berusaha untuk menutup saluran air dengan tangannya lagi, otomatis tanganku sudah tidak ada yang menahan lagi.
“Kesempatan” pikirku, dengan satu sentakan celana dalam tanteku melorot sampai diujung kakinya.
“Auwch.. duh Wan jangan, aku ini tantemu, jangann..” Mohon tanteku.
Kepalang tanggung, aku langsung jongkok. Aku lalu menyibak pantatnya yang besar dan mencari liang senggamanya. Kudekatkan kepalaku, kujulurkan lidahku untuk mencapai vaginanya.
“Auwchh.. Wan.. ahh..” jilatan pertamaku ternyata membuatnya bergetar tanpa bisa beranjak dari tempat semula, kalau bergerak air pasti akan menyembur lagi.

Lidahku semakin leluasa merasakan aroma dari vaginanya, semakin kedalam membuat tanteku bergetar hebat. Entah kenapa sudah tidak ada lagi bahasa tubuhnya yang menunjukkan penolakan, yang ada kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak keruan. Kecari klitorisnya, memang agak sulit, setelah dapat kuhisap habis, dua jariku juga ikut menusuk liang vaginanya. Tidak terkira jumlah lendir yang keluar, tak lama kemudian, terasa pantatnya bergetar hebat.

“Ahh..hh Wann.. ahh aouhh..” dengan erangan keras, rupanya tanteku sudah mencapai orgasme. Tubuhnya langsung lunglai tapi tanpa melepas pengangannya dari saluran air.
“Aduh aku belum apa-apa” pikirku.
Langsung aku berdiri, kusiapkan senjataku yang sudah mengacung dengan keras. Dengan dua tanganku aku coba menyibakkan kedua belahan pantatnya sambil kudekatkan kontolku kevaginanya. Kudorongkan sedikit demi sedikit. Begitu sudah betul-betul tepat dimulut liang kenikmatannya, tanpa ba-bi-bu langsung kulesakkan dengan kasar.

“Ahh sakit Wan.. pelan.. auh” kepala tanteku langsung melonjak keatas, tanpa sengaja pegangannya di saluran air terlepas. Air menyembur dengan deras. Kepalang basah, begitu mungkin pikir tanteku karena selanjutnya dia hanya berpegangan dipinggiran cucian piring. Sudah tidak ada penolakan pikirku.

Kudiamkan sebentar kontolku yang sudah masuk hingga pangkalnya didalam vagina tanteku, ku nikmati benar-benar bagaimana ternyata vagina yang sudah mengeluarkan tiga orang manusia ini masih saja nikmat menggigit. Sensasi yang sangat luar biasa sekali. Pelan-pelan kutarik, kemudian kudorong lagi.

“Oohh.. Wan enak, terus sayang..yang cepat aouhh.. ahh.. terus sayang” pantatnya bergoyang melawan arah dari kocokanku.
“Nah gitu Wan, ouhh.. ya gitu teruuss..” Pinta tanteku.
Aku terus mengocokkan kontolku dengan cepat. Sebentar kemudian tubuhnya mulai bergetar hebat.
“Yang cepat Wan, Tante sudah mau keluar lagi.. ouhh.. terus” kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak karuan.
“Cepatt.. cepatt truss.. ouchh.. Tante kelluaarr.. aghh” Orgasmenya telah sampai dibarengi dengan kepalanya yang melonjak naik, tangannya mencengkeram pinggiran cucian piring dengan erat.
“Cabut dulu Wan.. Tante linuu..” pinta tanteku, karena merasakan aku yang masih mengocoknya dari belakang.
“Akan wawan cabut, tapi janji nanti diteruskan ya Tante?” kataku.
“Iya, tapi sekarang dari depan aja yah” janji tanteku.

Tubuhnya kemudian berbalik. Wajahnya sudah awut-awutan dan basah kuyup. Kemudian dia duduk diatas cucian piring sambil menghadapku. Aku mendekat, langsung kucari bibirnya dan kemudian kami berpagutan lama. Sambil kami berciuman, satu tangannya membimbing kontolku kearah liang vaginanya. Tanpa disuruh dua kali kudorongkan pantatku dibarengi dengan masuknya juga kontolku.

“Ahh.. oohh..” erang tanteku, ciuman kami terlepas.
“Kocokkan yang cepatt wann..” pinta tanteku sambil pahanya semakin dilebarkan.
“Begini Tante..” Kataku sambil mengocokkan kontolku dengan cepat.
“Gila kamu Wann.. kuaatt sekalii kamuu..” sambil satu tangannya menarik satu tanganku, kemudian ditaruhnya di bagian atas vaginanya. Aku tahu mau maksudnya.
“Yahh yang ituu.. teruss Wann.. ohh enakk.. Wan teeruss..” rintih tanteku ketika sambil kontolku mengocok vaginanya tanganku juga memelintir klitorisnya.
“Ohh Wan, Tante hampir sampai..” tubuhnya mulai bergetar agak keras.
“Aku juga hampir sampai Tante.. ohh punya Tante eenakk..” aku mulai tidak bisa mengendalikan lagi, orgasmeku tinggal sebentar lagi.
“Dikeluarin dimana Tante?” tanyaku minta ijin.
“Udah nggak usah mikirin itu, ayoo teruss.. didalemm jugaa nggakk Papa”
“Ayoo..Tante udah diujung nihh wann..”
“Ouhh.. enakk.. cepatt Wann.. yangg cepatt” rintih tanteku.

“Goyang Tante, kita barengan ajaa.. oghh” orgasmeku sudah diujung.
Semakin kupercepat kocokanku, tanteku juga mengimbangi dengan menggoyang pantatnya. Sambil berpegangan pada belakang pantatnya, kukeluarkan air maniku.
“Aku keluarr tantee.. aughh..” sambil kubenamkan dalam-dalam.
“Tante juga Wann.. oughh akhh.. gilaa.. uenakknya..” erangnya sambil jemarinya mencengkeram bahuku.
Akhirnya kami berdua terkulai lemas. Kudiamkan dulu kontolku yang masih ada didalam vaginanya. Kulirik ada sedikit lelehan air mani yang keluar dari vaginanya. Seperti tersadar dari dosa, tanteku mendorong badanku.
“Kamu nakal Wan, berani sekali kamu berbuat ini” sungut tanteku.
“Tapi Tante juga menikmatinya kan?” belaku.
Tanpa berkata apa-apa, dia kemudian turun, meraih celana dalamnya kemudian berlalu kekamar mandi. Aku berusaha mengejarnya tapi dia sudah lebih dulu masuk kamar mandi kemudian menguncinya.
“Tante air di tandon tadi sudah habis loh” candaku dari luar kamar mandi tapi tidak ada balasan dari dalam.
readmore »»  

Bercinta dengan Rani dan Nia 3

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRN22OKzolNYKh_HLIdEnruLRtF_4MJnj6HJhXRP7Y1hZxFfynC6s1wYLN4N8ffW5zL2FolkSeg_KqBzmEVJOyTCHnXUDGsIMssV7x6Cp2z4WKZ_XfEf1IRslm0NL9E4wFZjJWRH7Xyfrq/s1600/foto+cewek+lesbi.jpg
[Cerita Dewasa] Bercinta dengan Rani dan Nia 3
Kumpulan Cerita sex cerita panas cerita hot cerita bercinta Cerita Dewasa Bercinta dengan Rani dan Nia 3 - Kubiarkan bekapan itu beberapa menit di wajah mereka untuk memastikan mereka pingsan…,setelah itu kulepas bekapan itu dan mulai mengelitik – ngelitik telapak kaki mereka. 
Setelah Aku memastikan Tante Mirna dan Ka Nuri sudah tak sadarkan diri ,Aku mengangkat dan memindahkan tubuh Ka Nuri yang sudah lelap ke lantai kamar , Ka Nuri orangnya cantik wajahnya hampir serupa dengan Rani , tapi dia orangnya sangat ramah dan baik kepadaKu , jadi Aku tak sampai hati macam – macam dengan dia , Setelah Ka Nuri berada di lantai kunyalakan lampu kamar , dan Aku naik lagi ke tempat tidur ,kupandangi sejenak tubuh TanteKu wanita yang usianya jauh lebuh tua dari Aku, yang telah mengenal seks jauh lebih dulu sebelum Aku , tapi dengan ketekunannya menjaga tubuh menjadikan seluruh lekuk tubuhnya tetap indah dan menjanjikan kenikmatan bagi setiap laki- laki. MenurutKu inilah satu -satunya sisi keberuntungan hidup om Iwan”.karena Tante Mirna di rumah ini lebih berkuasa dibanding suaminya ,orangnya selalu ingin menguasai, dia pintar dan juga angkuh mungkin karena dia memiliki keindahan tubuh yang menjadi senjata mematikan , sering kali kulihat banyak lelaki baik tua atau yang masih muda di luar sana memandang Tante Mirna dengan penuh nafsu birahi , 
kalau sudah begitu raut wajah tante Mirna menunjukan raut kemenangan , karena berarti mereka telah masuk ke dalam jebakan dan menyerahkan imajinasi mereka untuk dikuasai dan dikendalikan oleh Tante Mirna tinggal selanjutnya Tante Mirna memperbudak para lelaki yang mendambakan tubuh Tante Mirna untuk memberikan dan melakukan apapun sesuai keinginannya tanpa harus mengabulkan apa sangat didambakan para lelaki tersebut yaitu keinginan menyentuh tubuh Tante Mirna yang indah di alam nyata dan bukan hanya di alam mimpi ,disitulah letak kehebatan Tante Mirna semua persoalannya dalam bisnis maupun kehidupan pribadinya mampu dia selesaikan sesuai dengan keinginannya ,paling tidak itulah yang dia ajarkan kepada semua anak perempuanya, dan Om Iwan adalah salah satu korban perbudakan Tante Mirna,…
Terhadap Aku tante Mirna selalu memandang sebelah mata apalagi setelah kejadian tersebut ,Tidak pernah Aku berharap bahwa suatu hari Aku dapat menikmati tubuhnya,…jangankan berharap , membayangkannya saja Aku tidak berani… .Dan saat ini Tante Mirna sedang berada satu ranjang denganKu….Aku bisa menikmati tubuh yang bagi kebanyakan lelaki hanya ada dalam khayalan mereka … “Nah sekarang Tante Mirna tinggal Eki dan Tante yang ada diatas tempat tidur Tante yang besar ini…..Eki bisa bebas ngerjain apa saja yang Eki pengen terhadap tubuh Tante sebagai balasan atas keangkuhan Tante .., malam ini tante akan kena batunya”,Heh… coba Eki liat kaki tante yang putih mulus yang sempet Eki liat tadi sore …pake ditutup segala” sambil menarik daster Tante Mirna ke atas sampai terlihat sebatas perut…. “Astaga Tante..” Aku sangat terkejut kaki Tante Mirna kencang sekali di pahanya tak nampak kerut ataupun tumpukan lemak , bahkan perutnya rata sekali padahal 6 anak telah dia keluarkan dari perut ini , ….”busyet Tante Mirna ini pasti karena Tante rajin olahraga dan minum jamu – jamuan setiap pagi” ….kataKu terkagum – kagum ,”Vaginanya tertutup celana dalam warna hitam “Eki ciumin kaki Tante Mir..yah..”
 
Aku bergeser ke bawah mulai dari telapak kaki , aku terkejut harum kulitnya sama dengan Nia gempal dan montoknya juga sama …kugerayangi sepasang betisnya kuraba, kujilati…naik terus ke lutut…”cupp..sruupp ..sruppp” lalu ke paha ..merinding Aku menyentuh kulit pahanya putih bersih dan “haaaluuuuuss sekaliiiii” belum pernah ada wanita sehalus ini..bahkan anak – anaknyapun tidak dapat menandingi ..”kulit Tante Mir…pake apa sih..Tante Mir..”lama Aku dipahanya ,..saat mataku naik ke arah vaginanya terbelalak mataKu ..” busyeeet diganjel nih Tante ..tebel amaaaaat..ga mungkin tante lagi ga men’s kan ..
Eki tau ko jadwal men’s Tante dan semua anak – anak Tante..” Aku gerakan tubuhKu sejajar dengan tubuh Tante Mirna dengan posisi memeluk Tante Mirna Aku raih resleting daster Tante Mirna yang berada di punggung “Sreeet” dengan cepat kuturunkan dan kutarik dasternya ke bawah…..hingga lepas..”haaaaaaaaaah” buah dadanya besar sekali, selama ini Aku tidak sadari, seperti tidak ada ruang kosong didalam bhnya ,bh yang elastis itu sangat terlihat kencang membalut tubuh tante Mir.., bagian dari payudaranya yang tidak tertutup bh menyembul tinggi keluar seakan payudaranya terhimpit bh ,..”Tante..copot yah bhnya sesek kayanya kasin tuh tetek tante…..ga usah malu – malu Tante khan…tetek Tante ..punya Eki malam ini ….,”
Kuraih dua tali bh yang juga berwarna hitam dan berenda indah …kuturunkan hingga perut ,…maka menyembulah buah dadanya yang ukurannya luar biasa, bentuknya sama persis dengan buah dada Nia ,bh yang tadi kulepas meninggalkan tanda yang berbekas pada badanya mungkin karena terlalu besar payudarnya..atau bhnya yang kekecilan “ternyata tetek tante menurun kepada Nia..” ,bentuknya bulat dan montok yang beda dengan Nia hanya ukuran dan pentilnya karena payudara Tante Mirna lingkar pentilnya besar berwarna coklat muda kemerah – merahan ,… ukuran payudara Tante Mirna 2 kali mungkin 3 kali lebih besar dari buah dada Nia , walaupun Tante Mirna sudah pernah menyusui 6 anaknya tapi bentuknya payudaranya tidak turun ataupun kendor , berntuknya masih seperti layaknya seorang anak perawan ….kupegang buah dada kirinya ternyata geggaman tanganKu hanya mampu menggenggam kurang dari ½ bagian buah dada Tante Mirna yang sebelah kiri.
“Eki pengen tetek tante Mir yah.nikmat kayanya…Tante..pokoknya Tante nyerah aja..ga usah ngelawan yah.. ” Tak tahan kubenamkan kedua mukaku diantara buah dadanya kuremas kedua buah dadanya dengan kedua tanganKu ,..kugoyang ..goyangkan payudara Tante Mirna…Padet..sekali ..kuremas , kujilati secara bergantian dan kusedot – sedot..”slruupp..slruuup..slruup” nikmat sekali “tetek tante… yang jadi kebanggaan tante Eki obok – obok malam ini ,….Penisku amat sangat tegang..darahKu berdesir kencang….sampai ke ubun – ubun , tak kusangka TanteKu bisa senikmat ini..luuuar biassssa”….”sekarang mulutku mulai menikmati bagian perut Tante Mir…”Eki jilatin yah perut tante…. ”
Kuraih bibir celana dalamnya kuturunkan bersama bhnya hingga terlepas…”Glek”….”memiaw Tante emang tebel yah…bulu- bulunya halus berwarna kecoklatan ..” tanpa menyentuh vagina Tante Mir…Aku segera melepaskan celanaKu berikutnya Aku peluk tante Mir..hingga penisKu menyentuh pinggulnya dan lenganKu diatas gundukan payudaranya , Sekarang Aku dan Tante Mirna sudah telanjang bulat…kukulum bibir tebal Tante Mirna…kugigit..sambil tanganKu terus memerah buah dadanya….kemudian “Hmmm karena malem ini Eki akan mencoba hasil kerja keras tante merawat tubuh Tante selama ini …yah…Tante akan Eki ent*t..sekarang , Eki akan menikmati tubuh Tante Mirna…jadi Eki ga usah panggil pake Tante Mirna lagi….yah..ngapain..Eki yang berkuasa atas tubuh Tante, nasib Tante Mir ada di tangan Eki…milik Eki malam ini……eh.. Mirna…..ladeni Gue yah …puasin Gue Mir…dengan tubuh molek loe……mau mulai dari mana ” dari tetek toe yah ..Mir…”

Maka kunaiki tubuh bugil Tante Mirna kuletakkan penisku yang sudah tegang diantara kedua belah buah dadanya….lalu dari sisi luar keduanya kutekan ketengah sehingga menjepit penisku….oooouuuuhh penisKu hilang ditelan buah dada Tante Mirna hanya sedikit sekali terlihat keluar dibawah dagu Tante Mir….sulit sekali penisku digerakan maju mundur karena cengkraman buah dadanya yang kencang.
“Ga enak Mir…” sambil Aku lepaskan penisku..”basahin dulu deh sama ludah loe” Kubuka kedua bibirnya lalu kugosok – gosokkan penisku kekiri dan kanan…”cobain dong tongkol gue Mir… enakan …mulut ini jangan dipakai cuman buat nyuruh – nyuruh orang aja .pake buat ngisep tongkol gue sekali – kali ….sambil dipegang dong Mir …. sambil kuraih tangan kanannya… “, setelah cukup basah..Aku kembali diantara dua bukit yang kenyal “nih..bandel..yang ini juga bandel suka bikin orang sampai ngiler.. ” kataku sambil memukul – mukul buah dadanya dengan tongkolKu….., sebelum itu Aku tempatkan lagi penisKu diantara dua gunung besar itu , Kutarik kedua belah telapak tangannya kutaruh secara bersilang di bawah pantatnya sehingga buah dada Tante Mirna yang sudah besar terlihat bertambah besar karena dadanya yang membusung ke depan …lalu…Aaaaah kenyal banget waaaaahhhh enak ..ba aanget tetek loe …..oouhh Mirna sayang..ouuuh …ga kuat..gua ga kuat Eeenak bangeet..”preeet..preeet”bunyi gesekan kulit kami…,
Buah dada Tante Mirna benar – benar besar kenyal dan kencang, “ehh..Mir kayanya ..biji gue ..” karena ukuran buah dada Tante Mir yang besar Aku coba memasukan buah zakarKu diantara payudaranya, kedua tanganKu juga bisa terbebas karena Aku dapat menggunakan kedua pahaKu untuk menjepit buah dadanya….yang sangat luar biasa , pengalaman yang sama sekali baru buatKu adalah..saat kutekan jauh kedepan penisKu bukan saja buah zakarKu yang merasakan kenikmatan tetapi kulit selangkanganKu dibelakang zakarKu sampai ke pantat dan juga belahan pantaKu sampai hampir kedekat Anus bisa merasakan padat dan montok payudara tante Mir..ditambah lagi kurasakan pentil tante Mir..bermain – main di wilayah itu menusuk – nusuk mengelitik daerah yang paling sensitif dari selangkanganKu 
bahkan Aku bisa bergerak naik turun yang tidak bisa kulakukan pada payudara ukuran biasa…..,”ahh..uhhn..ahh..achh..och Mir,..Mir.ah..Mir..ah”desahKu berkali – kali.. Aku seperti Anak kecil yang sedang asyik memainkan kuda -kudaan yang baru dibeli,”krek..krek..krek” suara ranjang akibat Aku sedikit meloncat – loncat..karena nikmatnya duduk diatas payudara montok ini,Tante Mirna benar – benar menyerahkan buah dadanya yang selama ini dia jaga keindahan bentuknya untuk dipergunakan sebagai pemuas birahi keponakannya sendiri.lalu “aaaahcchhhchhhhchhhhhhhh” jepitan pahaKu tiba – tiba menegang ,Ku jepit payudara Tante Mir ..sekuat tenaga.., kedua tanganKu meremas bagian atas payudaranya sekencang – kencangnya seiring muncrat pula spermaKu….
“Crooooooot,…croooooot…croooooott” “aahhhchkkc..hheeek.. Mirrrrrnna acahhchhhchheeee”Aku mengerang karena nikmatnya, maniku muncrat di dagu dan leher jenjang tante Mir.., lalu Aku terdiam mematung mengatur nafasKu “gila..gue..ga bisa nahan mani..gue ..Mir..belum pernah ada seumur hidup …tetek yang mampu bikin gue..klimaks…..apalagi sebanyak ini..”
Kubersihkan dagu dan leher tante Mir dari maniku dengan celana dalam tante Mirna yang tergeletak dekat kakinya..”.Setelah puas dengan buah dadanya kuturunkan tubuhku yang lemas sekali…”ah udah..kali yah” rasanya tubuhKu sudah tidak kuat meneruskan permainan ini …..tapi mataKu terus memeloti sekujur tubuh tante Mir yang mulus dan kencang… . Aku turun dari tempat tidur berjalan pelan menuju kamar mandi mungkin kalau kena air penisKu bisa segar kembali..karena sudah empat kali Aku klimaks , hal sama sekali tidak mungkin akan terjadi pada situasi hubungan seks yang normal, baru Aku perhatikan sekarang bahwa lemari yang ada di lorong itu adalah lemari kaca yang panjang dengan pintu geser ,tempat baju – baju mewah tante Mirna yang semuanya tergantung rapih.diantara baju – baju mewah kutemukan banyak sekali selendang – selendang modern tante Mirna untuk melengkapi baju pestanya
Belum lagi Aku sampai di kamar Mandi , seseorang mengetuk pintu kamar Tante Mirna dari arah luar…bu.Mirna..bu.Mirna…Saya mau ke pasar bu..takut kesiangan nanti kehabisan ikan masnya…Aku terperanjat dan baru saja menyadari setelah melihat ke arah jendela kalau hari sudah mulai terang…bu ..Mirna Saya pergi yah…itu jamunya nanti keburu dingin …..”wah si mba ..bikin Aku jantungan” dia tidak tahu bahwa saat ini majikannya sedang telanjang bulat diatas tempat tidur dan baru saja selesai melayani keponakannya dengan payudaranya, ….tak lama kemudian Aku mendengar suara pintu garasi yang di buka oleh seseorang , Aku meloncat ke jendela untuk melihat ….siapa yang baru datang..”ooooh si mba pergi ke pasar” kuperhatikan wanita itu berjalan menuju pintu …pagar “wah..berati ga ada siapa- siapa di rumah ini ..kuperkirakan Rani dan Nia baru akan sadar paling cepat 1 jam lagi…Aku bisa menikmati tubuh tanteKu sambil berteriak – teriak bebas” penisKu mulai beraksi menanggapi rencana yang ada di kepala…setelah kulihat Mba Tiul ..menaiki angkot ..

Aku loncat turun ranjang lari menuju lemari baju Tante Mirna tadi kemudian mengambil beberapa selendang untuk melaksanakan rencanaku….setelah itu Aku menghampiri tanteKu yang masih pingsan dalam keadaan telanjang bulat..”Mir asyiik….sayang kita main diluar ..yuk” …sambil menyatukan 2 lembar selendang , sehingga cukup panjang ,untuk kemudian Aku kalungkan di tengkuk tante Mir…, dan kedua ujung selendang tersebut Aku selipkan di kedua ketiaknya setelah itu Aku telungkupkan tubuh tanteKu untuk menyatukan kedua selendang tadi di punggungnya, selesai mempersiapkan tante Mir kubuka pintu kamar , masuk ke ruang tengah lalu mendorong sebuah sofa panjang untuk Aku letakan dibawah tangga putar dengan posisi sandaran sofa berada sejajar dengan pagar pembatas tangga .
Aku kembali ke kamar menuju meja rias , disitu kutemukan sebuah baby lotion , kembali ke ranjang kuangkat tubuh Tante Mir….,kutempelkan punggungnya di dadaku. Kubawa dia menaiki sofa yang ada di ruang tengah , kemudian sambil duduk memangku tanteKu,, diatas sandaran sofa kukaitkan kedua ujung selendang pengikat tubuh bugil tanteku di salah satu anak tangganya yang terbuat dari besi setelah terkait kutarik hingga kencang kemudian kuikat kedua ujung selendang tersebut, sehingga sekarang posisi tanteKu tergantung dengan posisi setengah berdiri diatas kursi sofa , setelah puas memandang tubuhnya dari kejauhan, Aku kembali naik ke atas sofa , sebagai pemanasan Aku ambil kedua telapak tangannya untuk Aku ciumi , 
kujilati dan kuisap -isap jari – jari jentik tante Mirna lalu kubimbing kedua tangannya menuju penisKu tangan kirinya kubuat agar mengelus – ngelus dan mengocok – ngocok batangKu sementara tangan kanannya meremas – remas buah zakarKu , kemudian Aku tarik jari telunjuk kanannya agar dapat memainkannya keluar masuk anusKu…, rasanya nikmat sampai ke ubun -ubun setelah puas kembali Aku tatap wajah tante Mirna… “sekarang giliran gue cobain seperti apa rasanya memiaw loe Mir..” , kubaluri penisKu dengan baby lotion kemudian kurentangkan kaki tante Mir lebar – lebar , Kucengkram kedua belah pantatnya….
“Mir ..oucchh pantat loe..”ininih yang selama ini loe..jaga..loe rawat biar bagus … ternyata.. akhirnya loe kasih gue untuk bentar lagi gue cicipin..hehehe “kataku sambil menepuk – nepuk dan mengelus – ngelus pantatnya “gplok..gplok”pinggang tanteku kecil tapi pinggulnya agak lebar ,bentuk pantatnya bundar , montok dan sama sekali tidak turun seperti layaknya seorang wanita yang telah mempunyai anak , dan permukaan kulitnya sangat lembut , Aku berdiri berhadapan sejajar dengan tubuh yang indah itu ,wajah Tante Mirna dekat sekali dengan wajahku Kulumat lagi bibirnya yang tebal dengan buas..”slruuup..slruuup”..denyut – denyut yang timbul dibawah pusarku mengisyaratkan penisKu sudah siap untuk bertempur
“Yuk ngent*t Mir..…badan loe jangan buat ngejebak laki – laki doang..tapi ga pernah loe kasih mereka untuk nyobain…”licik loe emang” tapi sekarang semua bagian dari badan loe ga ada yang bisa lolos dari gw ….gw ga pernah mimpi bisa ngent*t sama loe yang galak tapi bodynya luar biasa ini …tongkol gue panjang dan gemuk..rasain deh Mir….tadi juga tongkol gue abis masuk ngerasain memiawnya ,pantatnya Rani ,sama Nia sekarang giliran loe…. “.. “Sekarang loe harus merasakan tongkol gue yang besar Mir”…sambil membelai – belai rambutnya …. ” kemudian tanganku kembali mencengkram pantatnya Kutekan pantatnya ke arahKu ,sehingga penisku dan vagina tanteKu saling bertemu ,Kurasakan ujung penisKu yang dengan mudah masuk lobang vaginanya , tetapi ketika Aku berniat untuk masuk lebih dalam ternyata dinding vaginanya tidak menyerah begitu saja…kuat menekan penisKu yang sudah licin dibaluri lotion “uuuuuffffff sempit juga memiaw loe.”
Gerakan maju – mundur penisKu di dalam vagina Tante Mirna ,sangat lambat dan sangat menguras tenaga “…ouuh ..iiiihh ahh..ahha…sss..ehhohh”desahKu sambil menyetubuhi tanteKu dengan posisi berdiri, sehingga tidak ada satupun bagian dari tubuhnya yang tidak dapat kujamah, dengan kaki mengangkang tubuh tante Mirna bergerak mundur maju mengimbangi gerakan tubuhKu , rambutnya yang indah bergoyang – goyang seiring gerakan kita. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa pada vagina tanteKu ini..yang benar-benar belum pernah kurasakan sebelumnya dengan wanita – wanita lain yang umurnya jauh lebih muda dan yang belum pernah melahirkan , bahkan nikmatnya vagina Nia terlupakan sudah….sungguh ajaib kenikmatan yang disuguhkan vagina tante Mir yang usianya sudah setengah baya ,tapi nikmatnya tidak dapat disaingi oleh sorang gadispun dikehidupanKu ..”seakan menjawab pertanyaanKu tentang asal – usul kenikmatan yang telah diberikan Rani dan Nia tadi malam “huuah..huah..huah..”teriaku dalam setiap hentakan keras penisKu kedalam vagina tante Mir.… dalam posisi begini baru aku dapat melihat goyangan – goyangan buah dadanya yang indah mengikuti hentakan kerasKu
“Oohh.Mir..,Mir..ah..ah ..Mir..duulu..loe ma..ki..ma.ki gw..kar..na ngeraba..raba ann..nak ..nak loe..ma,,lem ni..gue..uuudahco ..coba.iin.3..me.emek ..mem..ek..Ra..ni..Ni.aaa aama ,me,..emek ma..mahnya..” kicauan..ku..ditengah nikmatnya… kubenamkan dalam – dalam penisku..ke dalam vaginanya, vagina ‘Waaaaaaaahhhhhhh..Gillllaaaaa loooooe Mirrr”… luar biasa sesak vaginanya ,kalau Aku tekan dalam – dalam sampai kubenamkan habis penisKu dalam vagina tante Mir…didasar lobang itu seperti ada yang menarik – narik ujung penisku dan ujung penisku terasa basah …., “giiiileeee Mir..emmmpot aaaayam loeee.”kurasakan desakan darah diseluruh uratKu….PenisKu ..sudah penuh dengan mani yang siap..ditembakan ,tapi cepat – cepat kucabut untuk merasakan bagian tubuh tante Mir..yang..lain…
 
Masih berdiri diatas sofa berhadapan dengan tubuh tante Mirna,kepalanya menunduk lemah rambutnya yang ikal dan panjang terurai menutupi beberapa bagian dari payudaranya,Aku tak rela sehelai rambutpun menutupi bagian – bagian indah tubuh tanteKu malam ini , maka kuraih selembar selendang lagi, kukepang buntut kuda rambutnya dengan menggunakan salah satu ujung selendang yang kupegang dan selanjutnya kuikatkan pada anak tangga dengan demikian kepala tante Mir sedikit terangkat sehingga Aku dapat menatap wajahnya yang cantik pada saat penisKu sedang membongkar lobang – lobang kenikamatan tante Mir..….
Setelah kuciumi bibrnya dan meremas – remas payudaranya , Aku berjongkok menikmati perutnya yang rata tanpa lemak sedikitpun itu dengan mulutKu kemudian beralih kesamping tubuhnya untuk menarik bokong tante Mirna ke dekat mukaKu “Plok…plok..sruup..sruup” pantatnya yang luar biasa padat , kencang dan bundar…kupukul – pukul sambil kuisap – isap ….”Mirna ..Om Iwan pasti belum pernah nyobain lubang pantat loe ..?, pasti loe ga ngasih dan Om Iwan mana berani minta…heehehe kalo loe berdua ngent*t pasti Omi Iwan yang jadi pelayan pemuas nafsu loe ..seperti sehari – hari !!!, harus ikutin semua kemauan loe .mana pernah loe mikirin maunya Om Iwan….kalo gitu berarti gw yang pertama yang akan cicipin pantat ..moleh loe…heheehe.”

Kududukan tubuhku diatas senderan sofa , kupindahkan pantat tante Mir kepangkuanKu setelah kulumuri lagi lotion di penisKu,dan ketika pantat tante Mirna di pangkuanKu ” …Aduh lubang loe sempit…masih perawan…!!! kataKu …”kurentangkan kedua kakinya lebar – lebar dan kucoba masukan dengan paksa penisKu , setelah ujung penisku masuk kudorong dengan penuh tenaga…dibantu dengan bantuan tanganKu yang memegang pinggulnya sambil menekannya ke bawah,.sehingga”preeeeeepttsrjjjjjeeet” “wooouuuuuhhhh Mirnaaaaaaaaa Mirnaaaaaaaa “teriakanKu bergema seisi rumah “peereeet ammmmaaaaat sayaaaaang.
Lubang anus tante Mirna…lebih kencang..lebih..hangat..lebih dalam dari lobang vaginanya., kualihkan tanganku sehingga melingkar memeluk pinggangnya yang ramping…kuayun-ayunkan tubuhnya hingga naik – turun..sesekali kubuat agar pantatnya membuat gerakan melingkar..”ouuuooouuohhhh” nikmat sekali …dibawah batangKu melakukan sedikit gerakan sebagai bantuan…,makin lama gerakan – gerakan ini kupercepat..temponya…hingga sofa itu berbunyi kencang “…ngek.ngek.ngek”, baru sekarang Aku melihat buah dada tante yang besar itu bergoyang- goyang lincahnya keatas kebawah.indah sekali., tak kulewatkan kesempatan itu untuk meremas – remas payudaranya lagi.
Andai saja dia saat ini dalam keadaan sadar …entah bagaimana perasaannya… ,tak kubayangkan betapa malunya tante Mirna yang memiliki gengsi yang sangat tinggi ini apabila dia menyadari bahwa tubuhnya sedang meloncat – loncat diatas pangkuan keponakannya untuk memberi kepuasan dan layanan pada penis sang keponakan yang sedang mengaduk -ngaduk lobang anusnya ditambah tangan yang sedang “berbelanja” di buah dadanya , belum lagi tubuhnya terikat dalam keadaan telanjang…”Mir.eh.. nik..matin aaaaja yah..Mir.”dengan mataku yang selalu menatap wajahnya.…. sulit sekali mendapat kedalaman yang maksimal di lubang anus Tante Mir… karena tertahan belahan pantatnya yang besar dan kencang itu,…sehingga setiap goyanganku menimbulkan suara – suara mesra di pantatnya “gplok..gplok..gplok””oouchhhh gw ba…rru tau smuaa lobang ..loeh nikkkmaaatnya Mir..….,anak….aaanak loe..nikmattt , terrr..nyata summber..nya eloh.., Mir… niiiiikmat bbbbbengeettt…….
Jam telah menunjukan jam ½ 7 pagi,kemungkinan Rani dan Nia tersadar saat ini besar sekali….tapi Aku belum puas juga bermain – main dengan tubuh tanteKu ini ,malahan Aku semakin asyik dengan ide – ide lain,..Kuterhenti sejenak kemudian dengan penis yang masih terbenam di dalam anus tante Mirna …Aku dekap tubuh tante MirnaKu dengan erat sambil membimbingnya berdiri dan berbalik sehingga tubuh kita berhadapan dengan sandaran sofa,..kuangkat kedua kaki tante Mir kemudian kuletakan pangkal betisnya diatas sandaran.., sehingga membentuk pantatnya semakin membulat dan menimbulkan suara yang keras saat penisKu melesak masuk kedalam anusnya
“Gbloak…gbloak.. gbloak..”..oh..Mirna..ampun..Mir…enak..Mir..keadaan ini membuat penisKu semakin betah didalam…,kuatur serangan penisKu dalam tempo sedang …kemudian..sesekali ..Aku kagetkan tubuhnya dengan serangan – serangan super cepat “ahahaajhhahahahah”…..keringat sudah membasahi kedua tubuh telanjang ini , …, tak lama kemudian…kuhentikan sejenak goyanganKu , kucengkram kedua pangkal pahanya lalu kuputar keduanya hingga tubuhnya berbalik menghadapKu , ini kulakukan tanpa mencabut penisKu, dan rasanya sangat luar biasa ,..tumpukan daging yang mengelilingi dan membekap penisKu erat……terasa memelintir penisKu dengan nikmaaaat..sekali “ouuuhhh Mirnaaa.sssstttt Mirnaaaa ..ohh”.
Setelah tubuh kami berhadapan kuambil 2 lembar terkahir dari selendang tante Mir yang tergeletak di sofa dengan ujung jari kakiku,…selendang itu Kupergunakan untuk menyatukan pergelangan kaki kiri dengan pergelangan tangan kiri dan kemudian pergelangan kaki kanan dan pergelangan tangan kanannya tante Mir.., setelah kusatukan..kuikat kedua selendang tersebut di salah satu anak tangga…,sehingga posisi tanteku sekarang , tergantung celentang dengan kedua kaki yang tertarik kedua lengannya menyebabkan kedua pahanya terbuka lebar-lebar membuat vagina dan lobang anusnya pun terlihat jelas dan terbuka lebar, gambaran posisinya, seperti kita melihat seorang bayi mungil yang sedang “diceboki” dalam kondisi masih tidur setelah buang air.Kualihkan penisKu ke dalam vagina tante Mir…,pada gerakan – gerakan awal kubiarkan kedua belah pahanya mengangkang lebar ,…tapi ditengah – tengah “genjotanKu” yang semakin cepat kurapatkan kedua belah pahanya sehingga dapat kudekap erat dengan tangan kananKu sementara tangan kiriKu yang terus menggerayangi setiap jengkal tubuhnya
“OOOuuuhhh Mir…nikkkmmmat..rapeeeettt..Mir….mmmemmekloeee………” teriakanKu menggambarkan nikmat vaginanya dalam posisi itu, penisKu semakin menegangg dan hampir mencapai puncak , cepat – cepat kucabut dan kembali ke anusnya, dalam waktu singkat,”woooouuuhh.. Mirrrr ..guuee kluarr..mirrr,…ouhhh mirr..eeeeenakk ssssyaaaaaang” kubenamkan penisKu dan kubiarkan cairan spermaKu keluar dalam anusnya.
Hari sudah semakin siang Mba Tiul sebentar lagi pasti pulang…, maka capat – cepat Aku berdiri di dekat kepalanya untuk melepaskan ikatan rambutnya ,…mungkin karena terburu – buru Aku lupa untuk menahan kepala tante Mir agar tidak tiba – tiba terjatuh saat ikatannya kulepas tiba – tiba “bhukk” kepalanya jatuh menghantam tubuhKu tepat di selangkanganKu..”aduh”…, kurasakan nikmat belaian rambutnya pada penisKu yang sudah sangat “lemas” dan tidak mungkin terbangun lagi,…., “wahhh mulut loe yang seksi nantang bener”…Aku berjongkok dan menciumi bibirnya ” cuciin .. dong tongkol gue Mir” sambil mencoba membuka kedua mulutnya dengan menarik rangkaian gigi putih dan bersih tante Mirna, “Ayooh buka mulut loe…”
Aku tidakpernah mengira hanya dengan satu tarikan kuat tangan kananKu pada rahangnya maka terbuka lebarlah mulut tanteKu .Aku berdiri berbalik membelakangi tubuh tante Mirna…, kutempatkan kepalanya tepat ditengah – tengah selangkanganKu , dengan tetap menahan rahangnya, kuturunkan perlahan penisKU kedalam mulut yang dulu pernah memaki – makiKu, “hayoo telen Mirr …telen” ,dengan telunjukKu kuatur posisi lidah tante Mir..agar memberi jalan pada batangKu untuk masuk lebih dalam dengan tangan kiriKu kutekan bagian belakang kepalanya sehingga tanteKu bisa menelan seluruh batangKu , hingga ujung penisKu dapat menyentuh dinding kerongkongannya dan bibir -bibir tebalnya bisa mencicipi buah zakarKu , “ooohh Mir…aaaanget Mirr..lembut terasa lembut banget mulutloe”desahKu “srukk..sruuk srukk” bunyi – bunyi itu keluar dari mulutnya,penisku basah kuyup bermandikan air liur tanteKu,kutatap matanya yang masih terpejam, hidungnya yang mancung membelai – belai rambut di selangkangnKu, Aku sangat terkejut karena penisKu semakin lama semakin mengencang , “waah Mir…luar biasaa permaianan loeee .
Kupercepat ayunan kepala tante Mir” croook ..kecrook ..crrrook ..kecroook”suara mulut tante Mirna akibat penis keponakannya yang sudah mengeras dan memenuhi mulutnya “,”aayoohhh Mirr udahhh.siang.….,…ayoohMirrr..bikin gw kluarr ahh” kehangatan ,, kelembutan mulut tanteKu membuat Aku semakin menggila , penisKu teggang dan basah dibuatnya dan”crrroot ..crrroot”..kumuntahkan sisa – sisa spermaKu kedalam rongga kerkongannya “minum..yah Mir..diminum jangan dibuang”.
Kucabut penisKu dari mulutnya kurapihkan semua perbuatanku dan kukembalikan semuanya kepada posisi semula, kemudian Aku bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukaKu dan naik ke kamar berganti pakaian dan keluar rumah tanpa membawa mobil .Satu jam kemudian Aku kembali ke rumah tante Mirna dengan membawa sekantong berisi buah – buahan sebagai tanda terima kasihKu kepada tante Mirna yang mengijinkan Aku menginap di rumahnya…atau sebagai tanda terima kasih karena dia dan anak -anaknya telah melayani Aku semalaman..heehehhe.
Saat Aku masuk rumah kutemui Mba Tiul yang sedang di dapur,.. , “yang lain pada belum bangun ?” tanyaKu…”udah mas tau pada di kamar mamahnya”,jawab Mba Tiul …” “tolong pamitin yah bilangin urusan Saya udah beres nih ” kataKu yang takut untuk berpamitan langsung pada mereka “oh…iyah tau tuh Mba Rani dan Mba Nia jam segini baru bangun , Mamahnya malah belum bangun aneh ..ga biasanya” jelas Mba Tiul sambil membukakan pintu pagar “masa sih”…tanyaKu berpura – pura heran…”oh iyah tadi..beliin buah kesukaan tante Mir ..tuh ada di meja makan yah Mba..” kataKu lagi ,… “Iyah trima kasih ” Kata Mba Tiul lagi.
Setiba dirumah Aku tertidur pulas seharian , badanKu lemas sekali…penisKu berdenyut – denyut ..ngilu dan pegel sekali , pinggangku seperti mau patah.,Luar biasa permainan tante Mirna dan 2 putrinya telah mengakibatkan aku 6 kali mencapai orgasme,…yang tidak mungkin lagi terjadi dalam berhubungan seks biasa.
Setelah kejadian itu 2 bulan lamanya Aku tidak bertemu mereka , Aku mendengar kabar Tante Mirna dan Nia sering bolak – balik ke dokter , tidak tahu sakit apa mereka , atau mungkin mereka berdua merasa ada masalah pada vagina dan anus mereka.Dalam suatu acara “lamaran” sepupuKu yang lain Aku bertemu mereka sekeluarga , pada Rani dan Nia tak terlihat banyak perbedaan hanya saja mata mereka selalu menunduk tidak pernah mau menatap mataKu , saat berbicara atau pada kesempatan lain , perubahan yang sangat jelas ada pada tante Mirna , dia terlihat lebih pendiam sekarang, rasanya dia juga sudah tidak terlalu percaya diri seperti dulu ,tidak lagi banyak mengatur dan mengemukakan pendapat , persis seperti suaminya dulu , tapi sekarang justru Om Iwan lebih banyak bicara dan seperti mengambil alih kendali keluarga dari tangan tante Mir…, atau mungkin juga Tante Mirna, Rani dan Nia mengetahui perbuatanKu terhadap tubuh mereka tapi tidak cukup bukti untuk melancarkan tuduhannya.
BagiKu Rani dan Nia tetap cantik dan seksi tapi bahasa tubuh mereka sudah tidak pernah menantang Aku lagi untuk membayangkan apa yang ada di balik pakaian mereka.Sekarang Aku lebih banyak tersenyum saat bertemu mereka membayangkan apa yang Aku lakukan malam itu.Dan tante Mirna…adalah bonus bagiKu karena Aku satu – satunya keponakan yang spermanya pernah ditelan tante Mirna .

readmore »»  

Cerita Dewasa - Imajinasi Istriku

Aku dan istriku, Risnawati yang biasa kupanggil dengan Ris, sudah menikah kira-kira 4 tahun. Istriku saat ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga, meskipun sempat kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri. Sedikit gambaran fisik tentang istriku, Ris pada saat ini berumur 29 tahun, berkulit putih, berambut ikal sepunggung, dengan payudara yang cukup besar (34B) berbentuk bagus sekal, tinggi 155 cm, berat 50 kg, dengan perut rata dan pinggang kecil namun sintal. Pinggulnya serasi dengan bentuk badannya dan kedua bongkahan pantatnya sekali. Secara umum, dia cukup seksi.
Telah lama kami mempunyai fantasi untuk melakukan aktifitas seks three some. Biasanya, sebelum melakukan Making Love, kami mengawalinya dengan saling menceritakan fantasinya masing-masing. Fantasi yang paling merangsang bagi kami berdua, adalah membayangkan Ris melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain dengan kehadiranku. Sekedar informasi, Ris memang mempunyai gairah seks yang sangat tinggi, sementara di sisi lain, aku biasanya cuma sanggup ejakulasi satu kali. Setelah ejakulasi, meskipun sekitar satu jam kemudian penisku bisa ereksi lagi, umumnya aku merasa lelah dan tidak bergairah, mungkin akibat beban pekerjaan yang cukup berat. Karenanya, biasanya ketika dia minta agar bisa mencapai orgasme berikutnya, paling banter aku melakukannya dengan tangan, atau membantunya bermasturbasi dengan dildo. Walaupun demikian selama ini dia bisa merasa puas dengan cara tsb.

Setelah sekian lama mempunyai fantasi tsb, suatu hari aku tanya apakah ia mau merealisasikan fantasi tsb. Pada awalnya ia cuma tersenyum dan mengira aku cuma bercanda. Namun setelah aku desak, ia balik bertanya apakah aku serius. Aku jawab, ya aku serius. Terus dia tanya lagi apakah nanti aku masih akan tetap sayang sama dia, aku jawab ya, aku akan tetap menyayanginya sepenuh hati, sama seperti sekarang. Lalu aku tambahkan, bahwa motivasi utama aku adalah untuk membuatnya bahagia dan mencapai kepuasan setinggi-tingginya. Melihat wajahnya ketika mencapai orgasme, selain sangat merangsang juga memberikan kepuasan tersendiri bagiku.
Akhirnya dia jawab dia mau melakukannya kalau moodnya mengijinkan. Kemudian aku dan Ris mendiskusikan kira-kira dengan siapa kami melakukannya, akhirnya pilihan datang kepada seorang teman dekatku, namanya Vence biasa kupanggil dengan Ven, yang telah lama kami kenal, namun jarang bertemu karena tinggal di kota lain. Sejak itu sering fantasi kami melibatkan kehadiran Ven. Usia Ven 33 tahun, sama denganku, meski demikian tubuhnya lebih tinggi kurang lebih 175 cm dan besar serta tegap, maklum dia adalah keturunan campuran Eropa-Indonesia.
Akhirnya setelah beberapa bulan berlalu, aku menghubungi Ven dari kantorku. Setelah berbasa-basi sebentar, lalu aku mulai menceritakan tentang fantasi-fantasi kami. Sebagai sahabat lama, kami terbiasa berbicara terbuka, termasuk masalah seks. Ven tampak antusias mendengar ceritaku dan dia menyatakan kesanggupannya. Mengingat kesibukan bisnisnya, dia merencanakan untuk datang ke kotaku sekitar 2-3 minggu lagi. Tidak lupa aku tegaskan, bahwa semua rencana ini sepenuhnya bergantung kepada kesediaan istriku. Artinya jika pada saat-saat terakhir Ris berubah pikiran, maka sama sekali tidak boleh ada satu pihakpun yang memaksakan kehendaknya. Aku katakan juga, dia tidak boleh berlaku kasar terhadap Ris, sebab kepuasan Ris adalah segala-galanya. Ven setuju dan dapat memakluminya.
Akhirnya waktu yang yang ditunggu tiba, baik Ris maupun aku cukup gugup menghadapi apa yang telah kita rencanakan. Namun aku meyakinkan Ris bahwa dia boleh berubah pikiran kapanpun. Sekitar pukul 6 sore Ven datang, pada saat itu aku masih berada di kantor, Ris mengabarkan kedatangannya melalui telepon. Pukul 7 aku tiba di rumah, tampak Ven telah mandi dan ganti baju dan sedang menonton TV. Sementara itu Ris sedang berada di kamar mandi. Setelah ngobrol sebentar, kemudian aku masuk ke kamar untuk menyimpan tas dan mengganti pakaian. Pada saat bersamaan Ris baru keluar dari kamar mandi (kamar mandi terletak di dalam ruang tidur kami) dengan hanya memakai handuk. Dia tampak sangat cantik malam itu. Sementara aku mengganti pakaian, Ris mengenakan daster pendek berwarna merah. Ris tampak cantik dengan daster tersebut, panjang daster tsb hanya sampai ke pertengahan paha, tampak kontras dengan pahanya yang berwarna putih mulus. Sementara Ris masih menyisir rambut dan memakai parfum, aku keluar menemui Ven.
Setelah beberapa saat kami mengobrol, bercerita tentang keadaan masing-masing. Ris kemudian keluar kamar. Ven hampir tak berkedip menatap Ris yang benar-benar tampil seksi malam itu. Singkat cerita, setelah selesai makan malam kami sama-sama duduk di karpet, menonton acara TV yang saat itu sedang berlangsung. Posisinya Ven, kemudian Ris di tengah menyender di dadaku. Terus terang suasana saat itu agak canggung dan kami benar-benar tidak tahu cara untuk memulai semua rencana yang telah disusun.
Akhirnya aku mengambil inisiatif dengan mulai menyentuh dan melingkarkan tangan di dada Ris dan menyentuh payudaranya dari luar daster. Mendapat tindakan demikian Ris mulai terangsang dan nafasnya mulai tidak teratur. Segera setelah itu, aku lumat bibirnya dan tangan aku mulai menyusup ke balik dasternya. Ternyata saat itu Ris sudah tidak memakai BH. Ris benar-benar terangsang kini. Pada saat itu tangan Ven mulai mengelus-elus paha Ris yang telah terbuka, karena daster mininya telah terangkat ke atas. Kaki Ris yang tadinya tertekuk ditarik, sehingga sekarang Ris berada dalam posisi duduk sambil bersandar padaku dengan kedua pahanya yang agak terbuka dan kaki melonjor ke depan. Tangan Ven mulai bergerilya pada bagian paha atas Ris.
Kemudian Ven menarik tangan Ris dan meletakkannya di atas pangkuan Ven. Secara reflek, dalam keadaan terangsang, Ris mengusap-usap kemaluan Ven yang telah tegang dari luar celananya. Bagian bawah celana Ven terlihat menggembung besar. Aku mengira-ngira betapa besar kemaluan Ven ini. Sementara bibirku mulai menyusur leher dan belakang telinganya (bagian yang paling sensitif baginya). Setelah itu aku berbisik di telinga Ris, inilah saat untuk merealisasikan fantasi kita. Lalu aku melepaskan pelukanku untuk memberi kesempatan pada Ven untuk beraksi.
Sekarang Ven mulai mengambil alih permainan selanjutnya. Ditariknya Ris ke pelukannya dan tangannya yang satu langsung mendekap payudara Ris yang sebelah kanan, sedangkan tangannya yang satu mengelus-elus punggung Ris sambil mulutnya melumat bibir Ris dengan gemas. Tangan Ven yang berada di payudara Ris disisipkan pada belahan daster Ris yang terbuka dan mulai memelintir dengan halus ujung putingnya yang telah mengeras. Kemudian Ven menarik tangan Ris ke arah resluiting celana Ven yang telah terbuka dan menyusupkan tangannya memegang kemaluan Ven yang telah tegang itu. Kelihatan Ris agak tersentak ketika terpegang senjata Ven yang tampaknya besar itu.
Setelah beberapa saat mengelusnya, kemudian Ris membuka celana Ven sehingga kemaluannya tiba-tiba melonjak keluar, seakan-akan baru bebas dari kungkungan dan sekarang dengan jelas terlihat. Aku sangat terkejut melihat kemaluan Ven yang sangat besar dan panjang itu. Kemaluan yang sebesar itu hanya ada di film-film BF barat saja. Batang penisnya berdiameter 7 cm dikelilingi oleh urat-urat yang melingkar dan pada ujung kepalanya berbentuk topi baja yang sangat besar, panjangnya mungkin lebih dari 20 cm, pada bagian pangkalnya ditumbuhi dengan rambut pirang yang lebat.
Setelah keluar dari celananya kelihatan seram, jauh lebih panjang dan besar dari punyaku. Sesaat Ris menoleh ke arahku, dari sinar matanya yang agak panik, tampak dia agak ketakutan dan tidak menduga akan menghadapi penis yang sebesar itu. Aku mulanya juga agak ragu-ragu, tapi untuk menghentikan ini, kelihatannya sudah kepalang, karena tidak enak hati pada Ven yang telah bersedia memenuhi keinginan kami itu.
Kemudian aku mengangguk sambil tersenyum memberi semangat pada Ris. Mendapatkan persetujuanku dan dorongan semangat itu, Ris kemudian dengan kedua tangannya memegang penis Ven dan mulutnya mendekat ke kemaluan Ven. Ris mulai menjilati kepala penis Ven yang besar itu. Kemudian setelah cukup basah oleh air ludahnya, perlahan Ris mulai memasukkan penis Ven ke dalam mulutnya. Terlihat sangat susah bagi Ris untuk bisa memasukkan penis yang besar itu ke dalam mulutnya. Terlihat mulutnya harus dibuka lebar-lebar untuk bisa menampung penis Ven yang dahsyat itu. Ven tampak sangat menikmati isapan Ris itu.
Kira-kira sepuluh menit Ris mengulum kemaluan Ven, kemudian Ven menarik kepala Ris dan mendekatkan ke mukanya dan kemudian melumat bibir Ris. Ris balas melumat bibir Ven dengan ganasnya, sementara tangan Ven merambah ke payudara Ris dan mulai membuka daster Ris. Setelah daster terlepas, sambil tetap berciuman, tangan Ven mulai menyusup ke balik celana dalam Ris yang berwarna cream sambil memainkan clitoris Ris. Tangan Ris sendiri tidak tinggal diam, ia terus mengelus kemaluan Ven yang semakin menegang.
Kemudian Ven menggendong Ris dan membawanya ke kamar tidur tamu. Terlihat Ris sangat kecil dalam gendongannya, dibandingkan badan Ven yang besar itu. Secara perlahan kemudian Ven meletakkan Ris di ranjang dan membuka celana dalam Ris. Hingga kini Ris telah telanjang bulat. Tampak kulitnya yang putih dan vaginanya yang tanpa rambut (Ris biasa mencukur bulu vaginanya secara teratur) merekah dan tampak basah. Kemudian Ven perlahan-lahan mengarahkan bibirnya ke leher Ris, kemudian turun ke dadanya dan mulai melumat puting payudara Ris bergantian.
Sementara itu aku terus memperhatikan dari pintu kamar dengan menahan birahi yang sangat memuncak. Setelah puas bermain-main di payudara Ris, Ven kemudian mulai menciumi pusar Ris sampai akhirnya mulai menjilati lubang vagina Ris yang semakin basah. Setelah berlangsung kira-kira 30 menit, tampak Ris mulai mendekati orgasme, mengetahui demikian, Ven kemudian mulai mengarahkan penisnya ke vagina Ris yang makin merekah. Sebelum memasukkan penisnya, tidak lupa Ven menggosok-gosok kepala penisnya pada bibir vagina Ris. Badan Ris menggelinjang kegelian merasakan gosokan penis Ven pada vaginanya.
Perlahan-lahan Ven mulai memasukkan penisnya ke vagina Ris. Ris berusaha membantu dengan membuka bibir vaginanya lebar-lebar. Kelihatannya sangat sulit untuk penis sebesar itu masuk ke dalam lubang vagina Ris yang kecil. Tangan Ven yang satu memegang pinggul Ris sambil menariknya ke atas, sehingga pantat Ris agak terangkat dari tempat tidur, sedangkan tangannya yang satu memegang batang penisnya yang ditekan masuk ke dalam vagina Ris.
Sementara Ven sedang berusaha memasukkan penisnya kedalam memek Ris, badan Ris terlihat menggelinjang-gelinjang dan dari mulutnya terdengar suara, “aahh.., aahh.., sshh.., sshh”, seperti orang sedang kepedasan. Pada waktu Ven mulai menekan penisnya, terdengar jeritan tertahan dari mulut Ris, “Aduuhh.., sakiitt.., Veenn.., pelan-pelan.., doong”. Ven agak menghentikan kegiatannya sebentar untuk memberikan kesempatan pada Ris mengambil nafas, kemudian Ven melanjutkan kembali usahanya untuk menaklukkan vagina Ris. Aku agak kasihan juga melihat keadaan itu, disamping itu melihat badan Ris yang menggeliat-geliat dan tangannya yang mencengkeram alas tempat tidur dengan kuat, membuatku terangsang dengan hebat. Ven dengan pasti tetap mendorong kemaluannya masuk secara perlahan-lahan ke dalam vagina Ris.
Akhirnya sesaat kemudian, hampir seluruh kemaluan Ven masuk ke dalam vagina Ris. Ven kemudian menggerakkan penisnya keluar masuk dengan irama yang teratur, sementara Ris mengimbangi dengan mengerakkan pantatnya. Tidak lama kemudian, Ris mencapai klimaks. Tubuhnya mengejang dan mulutnya mengeluarkan jeritan tertahan, “Aku sampaai Veenn.., peluk aku kuat-kuat”. Bersamaan dengan itu, kakinya melingkar di pinggang Ven dan mengunci dengan erat. Sementara Ven hampir tidak bisa bergerak dan hanya menekankan kemaluannya ke dalam vagina Ris sekuat mungkin. Tak lama, Ris mulai tampak rileks dan melonggarkan kakinya yang melingkar di pinggang Ven.
Sementara Ven kemudian meneruskan gerakan keluar-masuk penisnya secara perlahan-lahan dan Ris hanya diam kelelahan dengan nafas yang tidak teratur. Tidak lama, tampaknya birahi Ris mulai bangkit lagi dan menggerakkan pantatnya lagi. Maklum wanita kan bisa mengalami multiple orgasme.
Tidak lama kemudian, Ven mencabut penisnya dari vagina Ris dan meminta Ris untuk menungging. Kemudian Ven memasukkan kemaluannya ke vagina Ris dari belakang. Aku yang sejak tadi hanya menyaksikan mulai tidak tahan, kemudian aku mendekat, membuka celana, dan mengarahkan kemaluanku yang sudah sangat tegang ke mulut Ris. Dengan sangat bernafsu, Ris mengulum penisku sementara Ven tampak menggerakan pinggulnya semakin cepat. Tidak lama kemudian tampaknya Ven hampir mencapai klimaksnya dan mengerakkan pantatnya dengan sangat cepat. Ris mengimbangi gerakan Ven dan melepaskan penisku dari mulutnya, sambil mengeluarkan erangan Ris berkata, “Ayo Ven gerakkan yang cepat.., ah.., uh”. Setelah itu Ven ejakulasi dan menekankan pantatnya rapat-rapat sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Ris. Dan pada saat hampir bersamaan Ris pun kembali mencapai orgasme. Tak lama Ven mencabut penisnya dan tidur telentang di samping Ris.
Aku kemudian duduk di kursi sofa yang ada di ruang tidur itu dan menarik Ris. Perlahan Ris jongkok di atasku dan mulai menurunkan vaginanya yang tampak membengkak ke arah kemaluanku (mungkin akibat barang Ven yang sangat besar itu). Dengan mudah penisku masuk ke dalam vagina Ris, maklum setelah cukup lama barang Ven yang besar itu keluar masuk, membuat vagina Ris agak melar. Walau demikian, aku tidak bisa menahan ejakulasi terlalu lama, mungkin akibat pengaruh situasi, tidak lama penisku memuntahkan cairan sperma di dalam vagina Ris, sampai meluber keluar.
Tampak Ven terbaring dengan lesu di ranjang dan aku di sofa. Tampaknya energi kami benar-benar terkuras. Sementara Ris kemudian pergi ke kamar mandi, untuk pipis dan membersihkan sisa-sisa spermaku di vaginanya. Kira-kira setengah jam kami beristirahat, Ris berinisiatif mengulum kemaluan Ven yang masih mengkerut. Sementara aku hanya memperhatikan. Tidak lama, kemaluan Ven mulai membesar lagi setelah beberapa saat dikulum. Ris kemudian mengangkangkan kakinya di atas Ven yang telentang tidur dan menghadapkan wajahnya ke arah penis Ven. Ven kemudian menjilati vagina Ris sampai ke lubang anusnya, dan Ris sendiri sibuk mengulum dan menghisap penis Ven. Melihat pemandangan ini, kemaluanku pun mulai menegang kembali.
Tak lama Ris bangun dan duduk di atas Ven, kemudian Ris memasukkan penis Ven ke vaginanya dengan posisi Ris di atas. Ris menaik-turunkan pantatnya dengan bibir vagina mencengkeram penis Ven dengan erat. Ketika Ris menaikkan pantatnya, bibir vaginanya turut tetarik keluar mencengkeram kemaluan Ven. Sungguh pemandangan yang sangat mengairahkan. Makin lama gerakan Ris makin cepat dan tak lama Ris tampak mencapai orgasmenya dan menekankan pantatnya kuat-kuat sehingga penis Ven masuk seluruhnya. Setelah itu Ris menarik pantatnya dan jongkok di tepi ranjang sambil mengulum kemaluan Ven. Sementara vaginanya mengarah ke arahku. Melihat pemandangan demikian, aku memasukkan penisku ke vagina Ris dari belakang, sementara mulutnya sibuk mengulum kemaluan Ven keluar masuk.
Kira-kira sepuluh menit kemudian, Ris kembali mencapai orgasmenya dan aku rasakan vaginanya menjepit penisku dengan erat. Tak lama aku pun kembali mencapai ejakulasi. Setelah itu Ris mengelap sisa air maniku yang tertinggal di mulut vaginanya dengan handuk kecil, Ris kemudian berbaring di ranjang dan Ven kembali memasukkan penisnya ke vagina Ris.
Setelah hampir satu jam, dan Ris telah mencapai dua kali orgasme lagi, barulah Ven pun mencapai orgasmenya, namun kali ini Ven mengeluarkan penisnya dari vagina Ris, sehingga spermanya muncrat ke payudara dan perut Ris. Sambil tersenyum Ris membalurkan sperma tsb ke seluruh dada dan perutnya, untuk menikmati kehangatannya. Setelah itu Ris kemudian mengelapnya dengan handuk kecil. Sementara Ven tampak kelelahan namun sangat menikmati. Ven kemudian mencium bibir Ris, istriku dan memeluknya. Ris berkata bahwa ia sangat menikmati malam itu dan tersenyum manis kepadaku. Kemudian mereka berdua tertidur di ranjang dengan tubuh telanjang, sementara aku tertidur kelelahan di atas sofa.
TAMAT
readmore »»