Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan

Ikhwanul Muslimin Mesir dirikan partai

KAIRO (Arrahmah.com) - Ikhwanul Muslimin Mesir mengatakan bahwa organisasi itu akan mendirikan partai politik, setelah  larangan pembentukan partai  dicabut.

Organisasi Muslim itu mengatakan  telah mendeklarasikan keinginan untuk mendirikan sebuah partai sejak beberapa tahun yang lalu, namun terhenti oleh peraturan partai politik  pada masa pemerintahan Mubarak.

"Saat tuntutan kebebasan mendirikan partai terwujud, kami akan mendirikan partai politik," ungkap pernyataan tersebut yang disiarkan di jejaring Ikhwanul Muslimin pada 14 Februari.

Ikhwanul Muslimin didirikan pada 1920-an dan memiliki ikatan yang erat terhadap warga Muslim yang konservatif. Mubarak membuat larangan resmi terhadap organisasi it, namun pemerintahannya memberi toleransi karena mereka tidak menentang pemerintah.

Ikhwanul Muslimin mengatakan pada Sabtu bahwa mereka tidak akan mengejar jabatan presiden atau mayoritas parlemen dalam pemilu yang telah dijanjikan oleh penguasa militer Mesir.
readmore »»  

Mubarak Jatuh, Israel Khawatir Ikhwanul Muslimin Berkuasa

WASHINGTON-- Duta besar Mesir untuk Amerika Serikat mengatakan perjanjian perdamaian negaranya dengan Israel akan tetap berlaku karena hal itu bermanfaat bagi Mesir, Ahad. Menteri pertahanan Israel juga menyebutkan bahwa pihaknya tidak melihat adanya risiko terhadap hubungan bilateral kedua negara.

Keduanya mengatakan hal tersebut dalam acara bincang-bincang stasiun televisi AS terkait dengan tergulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak pada Jumat yang memberikan ketidakpastian dan tantangan besar bagi kebijakan AS di Timur Tengah.

Dubes Mesir untuk AS Sameh Shoukry dalam acara "This Week" di stasiun televisi ABC mengatakan bahwa perjanjian keamanan dengan Israel telah memberikan manfaat pada negaranya selama 30 tahun dan ia memperkirakan hal itu tetap berlaku seperti yang dinyatakan oleh para pemimpin militer di Kairo.

"Kita telah mendapatkan keuntungan perdamaian dari perjanjian itu," kata Shoukry. "Kita dapat menciptakan keamanan dan stabilitas di kawasan dan saya yakin hal itu adalah elemen utama dalam kebijakan luar negeri kami."

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dalam wawancara yang direkam untuk program yang sama memperlihatkan kekhawatiran mengenai potensi kekuatan organisasi Ikhwanul Muslimin dalam pemilu namun mengatakan ia tidak melihat adanya ancaman pada hubungan Israel-Mesir.

"Saya tidak berpikir bahwa hubungan antara Israel dan Mesir... berada dalam risiko atau akan ada risiko yang menunggu kami," katanya kepada ABC.

Meski mengetahui bahwa kelompok Ikhwanul Muslimin bukanlah pemicu protes yang menggulingkan Mubarak, Barak mengatakan negaranya khawatir kelompok tersebut dapat memperoleh tempat yang lebih baik dari demonstran idealis untuk memenangkan pemilu di Mesir.

"Cepat atau lambat, kelompok yang terkoordinasi dan memiliki fokus, siap untuk membunuh atau dibunuh bila perlu untuk mengambil alih kekuasaan," katanya. "Hal itu harus dihindarkan di Mesir karena hal itu dapat menghasilkan kekacauan bagi seluruh kawasan."

Namun Barak menambahkan bahwa "Kita tidak boleh dengan gampang membandingkan mereka dengan... kebanyakan kelompok ekstrimis lainnya... kelompok itu adalah versi Mesir. Banyak di antara mereka tidak terlalu ekstrim."

Shoukry mengatakan kepada ABC bahwa Mesir tetap memiliki kepentingan untuk berhubungan dengan AS dan Washington juga dapat mengandalkan dukungan Kairo di kawasan. "Hal ini didorong oleh kepentingan bersama yaitu kepentingan Mesir dan kepentingan pihak lain yang tetap memiliki hubungan dekat dengan AS," katanya.
readmore »»  

Tragis, Jutaan Rakyat Miskin Mesir Tinggal di Kuburan

Jutaan rakyat Mesir yang hidup dalam kemiskinan adalah penghuni wilayah kumuh mengerikan yang tidak jauh dari Tahrir Square yang telah menjadi simbol revolusi rakyat Mesir.

Masyarakat miskin di daerah kumuh perkotaan ibukota Mesir hidup hampir mirip dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan di bawah firaun, seorang koresponden Press TV melaporkan hari Minggu kemarin (13/2).

Ada lebih dari 50 kuburan di Kairo, baik kuburan Muslim maupun Kristen, dan semua kuburan itu dihuni oleh beberapa juta rakyat miskin yang merupakan strata terbawah absolut dari struktur sosial Mesir, laporan tersebut menambahkan.

Lima kuburan utama di ibukota termasuk Pemakaman Utara, pemakaman Bab el Nasr , Pemakaman Selatan, Pemakaman Besar, dan pemakaman Bab el Wazir menjadi tempat tinggal warga miskin Mesir. Kelima pemakaman utama di ibukota tersebut dikenal sebagai "Kota Mati."

Menurut koresponden, warga miskin yang tinggal di kuburan sebagian besar hidup dari amal orang-orang yang mengunjungi kuburan keluarga mereka.

Mereka memberikan masyarakat miskin itu sedikit uang yang mereka telah sisihkan, dan juga memberi makanan seperti buah, beras dan tepung roti yang dikenal sebagai "kue belas kasihan."

Tingkat kemiskinan Mesir dilaporkan sekitar 30%, dengan 10% lainnya siap ditambahkan menjadi miskin juga jika pemerintah mengakhiri program subsidi di bawah rezim sebelumnya, rezim Hosni Mubarak.

Perlu dicatat bahwa Mubarak dilaporkan telah menggunakan 18 hari aksi protes pro-demokrasi di Mesir untuk memindahkan aset keluarganya dari bank-bank Eropa ke negara-negara Teluk Persia.

Mubarak dituduh telah mengumpulkan sejumlah besar uang - antara 40 hingga 70 miliar dolar - selama tiga dekade pemerintahannya.

Putranya Gamal Mubarak dan Alaa dikatakan merupakan para milyarder , dengan memiliki rumah mewah di London. Para ahli juga mengatakan istri Mubarak memiliki harta sebanyak lima milyar dolar.
readmore »»  

Curhat Mubarak Sehari Sebelum Mundur

JERUSALEM - Presiden Muesir terguling, Hosni Mubarak menyatakan kekecewaannya pada Amerika Serikat. Hal itu diungkapkannya dalam pembicaraan telepon dengan koleganya, petinggi Partai Buruh Israel Benjamin Ben-Eliezer.

Dalam pembicaraan telepon yang dilakukan Kamis, atau sehari sebelum mundur, Mubarak mengungkapkan dengan kata-kata pedas. Ia  menyebut apa yang dilakukan AS adalah "mencari keuntungan sesaat dengan baju demokrasi di Mesir."

Legislator yang juga mantan menteri kabinet Mesir mengatakan di televisi Jumat bahwa ia melakukan pembicaraan 20 menit pada hari Kamis. Saat menerima telepon itu, ia mengaku sudah membaca "Inilah akhir era Mubarak di Mesir."

"Dia sampai kesulitan mencari kata-kata yang pas untuk menyatakan tentang Amerika Serikat," kata Ben-Eliezer, anggota Partai Buruh yang telah mengadakan pembicaraan dengan Mubarak pada berbagai kesempatan.

"Dia memberiku sebuah pelajaran dalam demokrasi dan berkata, 'Kita melihat demokrasi ala Amerika Serikat menyebar dari Iran dan dengan Hamas di Gaza, dan itulah nasib Timur Tengah'," Ben-Eliezer mengatakan.

 Ia menambahkan, Mubarak menyebut demokrasi berdampak pada radikalisme Islam. "Mereka mungkin berbicara tentang demokrasi, tetapi mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan hasilnya  bagi ekstremisme dan Islam radikal," ia menirukan Mubarak.

Dukungan untuk elemen pro-demokrasi di Iran tidak menyebabkan perubahan rezim di Republik Islam Iran dan Hamas. Hamas yang dianggap AS sebagai organisasi teroris, memenangkan pemilu Palestina 2006. Hamas menguasai Jalur Gaza pada 2007 setelah pemerintah koalisi itu yang didukung Barat pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas runtuh dalam perebutan kekuasaan.

Ben-Eliezer mengatakan Mubarak mencemaskan kerusuhan di Mesir pascapengunduran dirinya. "Dia berpendapat bahwa bola salju  dari kerusuhan sipil tidak akan berhenti di Mesir dan tidak akan melewati negara-negara Arab di Timur Tengah dan di Teluk."
 
republika.co.id
readmore »»  

Ini Dia Kronologi Pengunduran Diri Mubarak

KAIRO-Berikut kronologi menjelang runtuhnya rezim Hosni Mubarak yang telah berkuasa 30 tahun:

14 Jan

-Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali lari ke Arab Saudi menyusul bentrokan antara demonstran dan aparat selama berhari-hari yang menewaskan puluhan orang.

25 Jan

-Terinspirasi kejatuhan Presiden Ben Ali di Tunisia, ribuan rakyat Mesir menuntut diakhirinya kekuasaan Presiden Mubarak. Terjadi bentrokan demonstran dengan polisi.

26 Jan

-Polisi bentrok dengan ribuan demonstran yang melanggar larangan demonstrasi

27 jan

-Mohamad ElBaradei, mantan ketua Badan Energi Atom Internasional yang juga dikenal pengritik Mubarak, tiba di Kairo untuk bergabung dengan demonstran

28 jan

-Sekurangnya 24 orang tewas dalam bentrokan di seluruh Mesir. Mubarak memperpanjang jam malam ke seluruh kota di Mesir

-Mubarak memerintahkan tentara dan tank turun ke jalan untuk menghadang demonstran. Namun, demonstran malah menyambut tentara yang dianggap netral, tidak seperti polisi yang dikerahkan sebelumnya.

29 Jan

-Mubarak menyatakan merombak kabinet dan menolak mundur. Protes kembali membanjiri Lapangan Tahrir usai pernyataan Mubarak.

-Mubarak menunjuk kepada badan intelijen Omar Suleiman sebagai wapres.

-Ribuan demonstran turun ke jalan saat jam malam dimulai. Warga berjaga-jaga terhadap penjarahan.

31 Jan

-Militer mengatakan tak akan menggunakan kekerasan terhadap demonstran. Militer mengatakan kebebasan berekspresi dengan damai dijamin bagi semua warga negara

-Mubarak melantik cabinet baru. Suleiman mengatakan memintanya memulai dialog dengan semua kekuatan politik.

-Ribuan demonstran berkumpul dengan sendirinya di Lapangan Tahrir saat jam malam, menunut Mubarak mundur.

1 Feb

-Mubarak di televisi mengatakan tak akan turun dari jabatan, dan baru akan turun jika masa jabatan berakhir pada September. Ia juga menawarkan konsesi.

-sekitar sejuta rakyat berdemo di seluruh negeri meminta Mubarak mundur secepatnya.

2 Feb

-Militer meminta demonstran untuk meninggalkan jalanan dan jam malam dilonggarkan.

-Pecah bentrokan antara kelompok pendukung Mubarak dan massa demonstran di Lapangan Tahrir, namun militer diam saja.

-Mubarak menolak permintaan AS dan Eropa agar transisi politik dilakukan segera.

3 Feb

-Sejumlah tembakan dilepaskan kepada demonstran di Kairo, sekitar 10 tewas. PBB memperkirakan 300 telah tewas sepanjang gelombang demonstrasi.

4 Feb

-Ribuan berkumpul di Lapangan Tahrir untuk mendesak diakhirinya rezim Mubarak. Aksi ini dinamai ‘Hari Keberangkatan’.

5 Feb

-Anak Mubarak, Gamal, mundur sebagai pimpinan partai berkuasa Mesir.

6 Feb

-Kelompok oposisi, termasuk Ikhwanul Muslimin, melakukan pertemuan dengan Wapres Suleiman. Oposisi mengatakan tuntutan utama mereka tak dipenuhi, yakni Mubarak mundur. Kedua pihak sepakat untuk terus melakukan pertemuan dan sebuah komite dibentuk untuk mengkaji konstitusi.

-Bank kembali dibuka usai ditutup selama sepekan

-Ribuan berkumpul di Lapangan Tahrir untuk berdoa bagi para martir

7 Feb

-Kantor berita MENA melaporkan Mubarak membentuk dua komite untuk mengkaji amandemen konstitusi

-Pemimpin oposisi mengatakan pembicaraan dengan pemerintah tak ada kemajuan

8 Feb

-Rakyat Mesir menggelar demonstrasi terbesar

-Wapres Suleiman mengatakan pihaknya punya jadwal untuk transfer kekuasaan secara damai. Ia menjanjikan tak ada tindak represi terhadap demonstran. Ia memperingatkan militer akan melakukan kudeta jika demonstrasi tak juga diakhiri.

9 Feb

-Empat tewas dalam bentrokan antara aparat dan 3000 demonstran di Provinsi New Valley, selatan Kairo

10 Feb

-Militer membuat pernyataan yang mengindikasikan akan melakukan kudeta dan menyingkirkan Mubarak

-Mubarak diprediksi akan menyatakan mundur hari itu juga

-Mubarak menyampaikan pidato yang menegaskan tetap bertahan dan mendelegasikan kekuasaan eksekutif kepada Suleiman.

-Demonstran marah dan meningkatkan tekanan terhadap Mubarak. Aksi demonstrasi meningkat.

-Militer menyatakan mendukung rencana Mubarak

11 Feb

-Mubarak mundur dan menyerahkan wewenang kepada militer

-Suleiman mengatakan Dewan Militer akan memegang kendali atas Mesir

-Rakyat Mesir larut dalam kegembiraan

republika.co.id
readmore »»  

Militer Mesir Akan Pidato Umumkan Kudeta?

KAIRO - Dewan Komando Tertinggi Militer Mesir bertemu Jumat dan akan membuat "pernyataan penting pada rakyat", kantor berita negara MENA melaporkan."Dewan Tertinggi Pasukan Bersenjata, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Hussein Tantawi, telah mengadakan pertemuan penting pagi ini. Dewan akan mengeluarkan pernyataan penting pada rakyat," kata MENA.

Sebelumnya, seorang perwira senior militer dengan hubungan dengan Dewan Tertinggi itu mengatakan pada AFP, para jendral itu terus bertemu dalam "sidang permanen" dan diperkirakan akan membuat pernyataan, Jumat.

Di tengah demonstrasi massa di jalanan terhadap pemerintahan Presiden Hosni Mubarak, beberapa jendral penting Mesir telah mengumumkan pada Kamis bahwa "untuk mendukung permintaan sah rakyat" mereka akan "melakukan langkah-langkah untuk melindungi negara".

Beberapa pihak menginterpretasikan "komunike nomer satu" itu sebagai ancaman untuk melakukan kudeta, tapi Mubarak sendiri telah tampil di televisi negara pada malam hari itu untuk mengumumkan bahwa ia akan tetap berkuasa hingga pemilihan presiden September.
Demonstran pro-demokrasi telah marah karena keputusan Mubarak untuk bertahan, dan banyak yang meminta campurtangan militer untuk menggulingkannya atas nama rakyat. Mereka menyerukan demonstrasi Jumat ini menjadi yang terbesar.

republika
readmore »»  

Mubarak: Akan ada pemindahan kekuasaan di Mesir, tanpa harus mengundurkan diri

Setelah ditunggu-tunggu kemunculannya, Presiden Mesir Hosni Mubarak akhirnya berbicara di televisi pemerintah pada Kamis malam (10/2/2011) . Ia menyatakan bahwa ia akan segera memindahkan kekuasaan ke tangan wakil presidennya.

Berbeda dengan kabar yang berhembus kuat sebelumnya bahwa ia akan mundur, ternyata Mubarak pun mengatakan akan bertahan menjadi presiden hingga bulan September mendatang.

"Saya tidak terima menjadi subyek tekanan asing," kata Mubarak dengan suara mantap, tanpa merinci tekanan asing mana yang dimaksud.

Mubarak juga menyatakan telah membentuk komite yang akan melaksanakan perubahan-perubahan pada undang-undang. Dia memberikan mandat khusus kepada Wakil Presiden Omar Suleiman untuk melaksanakan tugas sesuai undang-undang.

Dalam pidatonya Mubarak menjanjikan pemilu yang demokratis pada bulan September mendatang. Mubarak berjanji tidak akan ikut mencalonkan diri dalam pemilihan tersebut, demikian pula anak dan keluarganya.

Mubarak juga menjanjikan amandemen undang-undang sebagaimana diminta para demonstran.

Berulang kali Mubarak menekankan bahwa kepentingan Mesir adalah hal yang paling penting untuk diperhatikan.

"Saya akan tetap di Mesir, saya tdak akan keluar dari Mesir," katanya dalam akhir pidato sembari mendoakan Mesir.

Pidato Mubarak yang dinanti jutaan orang itu tidak banyak beda dengan pidato-pidato sebelumnya. Hanya kali ini ia memberikan sedikit simpati atas korban jatuh di kalangan demonstran dan berjanji akan mengusut tuntas insiden tersebut.

Mendengar pernyataan Mubarak, para demonstran yang mengikuti pidatonya berteriak-teriak semakin keras karena kecewa.

Sebelumnya bersamaan dengan menguatnya kabar Mubarak akan mundur, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama sempat muncul di televisi negerinya dan mengatakan bahwa tidak lama lagi akan terjadi perubahan di Mesir.

Omar Suleiman yang berpidato setelah Mubarak meminta agar para demonstran segera pulang ke rumah.

"Pulanglah ke rumah dan kembali bekerja," katanya. Para demonstran diminta bahu-membahu dengan pemerintah demi negara Mesir,  daripada membuat kerusuhan.


Arrahmah.com
readmore »»  

Hosni Mubarak Menghilang?

Di tengah perubahan yang begitu cepat terjadi di Mesir dan laporan yang bertentangan tentang sifat dari transisi kekuasaan, pertanyaan tentang lokasi Presiden Hosni Mubarak mengambil posisi utama di berbagai media berita lokal dan internasional.

Sebelum televisi pemerintah Mesir melaporkan bahwa Mubarak akan menyampaikan pernyataan langsung dari istananya, media Mesir menyatakan bahwa Mubarak telah berangkat ke sebuah resor di Sinai dari Sharm Eshiskh dengan pesawat militer dan didampingi oleh kepala staf angkatan bersenjata, Letnan Jenderal Sami Annan.

Laporan lokal lainnya menunjukkan bahwa Mubarak telah terbang ke sebuah tujuan yang tidak dikenal. Berdasarkan informasi dari AS, televisi Al-Hurra melaporkan bahwa Mubarak telah terbang ke Uni Emirat Arab dan diharapkan berada di Dubai dalam waktu sekitar satu jam.

Laporan tentang keberadaan Presiden berusia 82 tahun itu muncul di tengah spekulasi yang berkembang tentang sifat transisi kekuasaan di negara itu. Dua skenario utama telah dilontarkan oleh banyak pengamat politik.

Yang pertama menunjukkan bahwa Mubarak akan menyingkir dan mendelegasikan otoritas sipil kepada Wakil Presiden Omar Suleiman dan otoritas militer kepada tentara.

Yang kedua memprediksi telah terjadi kudeta dan bahwa sebuah dewan militer tinggi sekarang sedang
dibentuk untuk menjalankan negara ini untuk jangka waktu sementara. Kabinet juga sedang digodok yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Ahmed Shafiq.

www.republika.co.id
readmore »»