Misteri Tubuh Manusia ( Jintai no Fusigi ) !





Kita pasti bisa membayangkan betapa indahnya Tuhan memberi anugerah kepada kita berupa bentuk tubuh yang indah. Tapi kebayang ngga kalo tubuh manusia itu juga indah jika dilihat dari dalam tanpa bungkus kulit sedikit pun? Bagaimana rupa bentuk tubuh manusia jika kompenen tubuhnya diurai sedemikian rupa hingga serpihan-serpihan tulang, otot, dan organ-organ dalam lainnya terpisah satu sama lain? Berkat teknologi plastinasi kita sekarang bisa mempelajari tubuh manusia dari dalam tanpa harus menghancurkan struktur otot dan syaraf sehingga orang awam bisa mempelajari faal tubuh seperti ibaratnya para mahasiswa kedokteran belajar ilmu bedah mayat.




Adalah Dr. Gunther von Hagen, Direktur Institut Plastinasi di Jerman, yang pertama kali mempromosikan pengewetan mayat dengan sistem plastinasi. Pada pengawetan konvensional, mayat dicelup ke dalam larutan formalin agar tidak terjaga dari proses pembusukan mikroba. Namun dengan sistem ini, otot, kulit, dan organ lainnya akan berubah. Selain itu penanganannya musti hati-hati, spesimen baunya sungguh menyengat dan tidak bisa lama disimpan dalam suhu kamar.


Dengan teknologi plastinasi tubuh mayat direkayasa sedemikian rupa sehingga awet dibiarkan di udara terbuka selama bertahun-tahun dan tidak berbau. Prinsip pengawetan semacam ini dilakukan dengan cara menyedot cairan tubuh mayat dengan jalan mencelupnya ke dalam tangki berisi aseton dan dengan teknologi vakum udara semua cairan tubuh dan lemak disedot. Selanjutnya setelah semua cairan tubuh tersedot habis, cairan polimer berwarna merah (sebagai representasi darah) diinjeksi ke dalam pembuluh darah hingga memenuhi seluruh rongga sel. Proses ini berlangsung selama berbulan-bulan hingga massa tubuh kembali ke bentuk seperti semula. Pada saat polimer sudah mulai mengeras mayat tersebut diatur sedemikian rupa sehingga membentuk postur tersendiri misalnya duduk, berdiri, berjalan ataupun berlari. Von Gunther mendapatkan banyak paten dari metode ini di US.





Jelas ini semua sangat kontroversional terutama kaum agama yang sangat menjunjung tinggi perlakuan manusia dari hidup hingga mati. Namun Pak Guru Gunther berpendapat lain. Dia berusaha melihat sisi positif dari pengungkapan visual seperti ini akan sangat membantu masyarakat awam dalam memahami faal tubuh tanpa harus masuk ke fakultas kedokteran. Saat saya berkunjung ke pameran “Misteri Tubuh Manusia” ini di Tokyo International Forum pada 2004 awal mulanya kukira semuanya adalah model atau buatan yang menyerupai spesimen benda hidup. Persis seperti dibuat dengan bahan karet (latex) dengan efek warna yang mendekati kenyataan misalnya merah untuk darah. Tapi setelah diperhatikan secara seksama nampaknya mustahil jika tangan manusia bisa membuat model seperti ini secara super detil.


Usut punya usut ternyata memang spesimen di depan mataku merupakan benda asli alias mayat manusia yang sudah diplastinasi! Lantas pertanyaan selanjutnya adalah darimana sang professor ini memperoleh “bahan baku”? Awal mulanya, saat metode ini masih sangat ontroversial, doi dapat mayat dari jenazah bekas kecelakaan atau tuna wisma yang tidak lagi ada klaim keluarga. Selanjutnya, karena tuntutan jumlah display yang banyak, dia juga mendapatkan pasokan dari penjara-penjara di china untuk jenazah yang dieksekusi bagi para kriminal atau koruptor. Semuanya didapatkan secara sukarela karena menurut kode etik tubuh specimen tidak boleh diperjual belikan.





Kini setelah masyarakat Barat mulai menerima ide Gunther, mereka dengan sukarela menyumbangkan tubuhnya untuk kepentingan ilmu pengetahuan jika suatu saat nanti mati. Hingga kini sudah lebih dari 8000 donor terdaftar dan 531 orang sudah dinyatakan meninggal dunia. Kontraknya udah bisa didownload kok di internet, lengkap dengan kode etik donornya!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...